Reprostom Tablet 5 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
no-image-drug

Deskripsi obat

Reprostom tablet adalah obat untuk mengatasi pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia) dan finasterid bekerja dengan mengurangi jumlah hormon dihydrotestosterone (DHT) yang menyebabkan peningkatan kembali pertumbuhan rambut dan kerontokan rambut pada laki-laki. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Reprostom tablet mengandung zat aktif finasterid.

Reprostom Tablet 5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 210.000/box Per September 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaFinasterid.
Kelas terapiPenyakit saluran kemih dan prostat.
Klasifikasi obat5-alpha-reductase inhibitors.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
ProdusenFahrenheit

Informasi zat aktif

Finasterid bekerja dengan menghambat proses perubahan testosteron menjadi dihidrotestosteron dan secara nyata menekan kadar hormon dihidrotestosteron (DHT), mengurangi hormon dihidrotestosteron (DHT) yang berpengaruh terhadap pembesaran kelenjar prostat, meningkatkan pertumbuhan kembali rambut dan memperlambat rambut rontok.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, finasterid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diabsorpsi dari saluran cerna. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 80% dan waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 1-2 jam.
  • Distribusi: Melewati sawar darah otak dan terdistribusi ke dalam cairan mani. Volume distribusi sebanyak 76 L dan ikatan protein plasma sekitar 90%.
  • Metabolisme: Menjalani metabolisme hati terutama oleh isoenzim CYP3A4.
  • Ekskresi: Diekskresi melalui urin 39% dan feses 57% dan waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh elimnasi) sekitar 6 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia).
  • Mengurangi jumlah hormon dihidrotestosteron (DHT) yang menyebabkan peningkatan kembali pertumbuhan rambut dan kerontokan rambut pada laki-laki.

Finasterid adalah obat golongan 5-alpha-reductase-inhibitor yang bekerja menghambat perubahan testosteron menjadi dihidrotestosteron dan secara nyata menekan kadar hormon dihidrotestosteron. Penurunan hormon dihidrotestosteron (DHT) membantu mencegah prostat tumbuh lebih besar dan membantu meningkatan pertumbuhan rambut dan mengurangi rambut rontok tetapi tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut di bagian tubuh lainnnya.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 5 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Masalah ereksi dan kurangnya minat pada seks.
    Efek samping ini akan membaik seiring waktu. Jika tidak membaik, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Masalah dengan ejakulasi.
    Jika jumlah ejakulasi Anda kurang dari biasanya atau Anda tidak memiliki air mani sama sekali, Anda tidak perlu khawatir karena efek samping ini tidak berbahaya. Bicaralah dengan dokter jika tidak membaik.
  • Nyeri di testis.
  • Depresi.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kanker prostat.
  • Pria yang berisiko mengalami penyumbatan saluran kemih yang menyebabkan urin keluar dari ginjal (uropati obstruktif).
  • Pasien dengan gangguan hati.

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan reprostom tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Wanita hamil atau merencanakan untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak dan remaja.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diltiazem, flukonazol, fluvoksamin, fostamatinib, itrakonazol, lefamulin, nefazodon, nelfinavir, saquinavir, selpercatinib,
    Obat-obatan dapat meningkatkan kadar finasterid dalam darah sehingga berpotensi menyebabkan meningkatnya risiko efek samping dari finasterid.
  • Sirolimus, takrolimus, temsirolimus, terazosin, vorikonazol.
    Obat-obatan dapat meningkatkan kadar finasterid dan obat-obatan tersebut dalam darah sehingga berpotensi menyebabkan meningkatnya risiko efek samping dari finasterid dan obat-obatan tersebut.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami benjolan, nyeri, atau bengkak di area dada atau keluarnya cairan dari puting, serta suasana hati yang luar biasa rendah (depresi) atau pikiran untuk melukai diri sendiri, segera hubungi dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/reprostom?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/finasteride?mtype=generic
Diakses pada 10 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/finasteride-oral-tablet#about
Diakses pada 10 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/finasteride/
Diakses pada 10 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/finasteride.html
Diakses pada 10 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email