Reprostom Tablet 5 mg

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 210.000/box Per September 2020
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (5 mg)
Produsen
Fahrenheit

Reprostom tablet adalah obat untuk mengatasi pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia) dan finasterid bekerja dengan mengurangi jumlah hormon dihydrotestosterone (DHT) yang menyebabkan peningkatan kembali pertumbuhan rambut dan kerontokan rambut pada laki-laki. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Reprostom tablet mengandung zat aktif finasterid.

  • Mengatasi pembesaran prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia).
  • Mengurangi jumlah hormon dihidrotestosteron (DHT) yang menyebabkan peningkatan kembali pertumbuhan rambut dan kerontokan rambut pada laki-laki.

Finasterid adalah obat golongan 5-alpha-reductase-inhibitor yang bekerja menghambat perubahan testosteron menjadi dihidrotestosteron dan secara nyata menekan kadar hormon dihidrotestosteron. Penurunan hormon dihidrotestosteron (DHT) membantu mencegah prostat tumbuh lebih besar dan membantu meningkatan pertumbuhan rambut dan mengurangi rambut rontok tetapi tidak mempengaruhi pertumbuhan rambut di bagian tubuh lainnnya.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 5 mg/hari.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Masalah ereksi dan kurangnya minat pada seks.
    Efek samping ini akan membaik seiring waktu. Jika tidak membaik, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Masalah dengan ejakulasi.
    Jika jumlah ejakulasi Anda kurang dari biasanya atau Anda tidak memiliki air mani sama sekali, Anda tidak perlu khawatir karena efek samping ini tidak berbahaya. Bicaralah dengan dokter jika tidak membaik.
  • Nyeri di testis.
  • Depresi.
  • Wanita hamil atau merencanakan untuk hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Anak-anak dan remaja.
  • Pasien dengan kanker prostat.
  • Pria yang berisiko mengalami penyumbatan saluran kemih yang menyebabkan urin keluar dari ginjal (uropati obstruktif).
  • Pasien dengan gangguan hati.
  • Diltiazem, flukonazol, fluvoksamin, fostamatinib, itrakonazol, lefamulin, nefazodon, nelfinavir, saquinavir, selpercatinib,
    Obat-obatan dapat meningkatkan kadar finasterid dalam darah sehingga berpotensi menyebabkan meningkatnya risiko efek samping dari finasterid.
  • Sirolimus, takrolimus, temsirolimus, terazosin, vorikonazol.
    Obat-obatan dapat meningkatkan kadar finasterid dan obat-obatan tersebut dalam darah sehingga berpotensi menyebabkan meningkatnya risiko efek samping dari finasterid dan obat-obatan tersebut.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/reprostom?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 September 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/finasteride?mtype=generic
Diakses pada 10 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/finasteride-oral-tablet#about
Diakses pada 10 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/finasteride/
Diakses pada 10 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/finasteride.html
Diakses pada 10 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email