Rendapid kaplet 20 mg obat penunjang diet untuk menurunkan peningkatan kadar kolesterol total dan ldl.
Rendapid kaplet 20 mg obat penunjang diet untuk menurunkan peningkatan kadar kolesterol total dan ldl.
Rendapid kaplet 20 mg obat penunjang diet untuk menurunkan peningkatan kadar kolesterol total dan ldl.
Rendapid kaplet 20 mg obat penunjang diet untuk menurunkan peningkatan kadar kolesterol total dan ldl.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 103.125/strip (20 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 3 strip @ 10 tablet (20 mg)
Produsen Bernofarm

Rendapid untuk menurunkan kolesterol LDL (lemak jahat) dan meningkatkan HDL (kolesterol baik) dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Rendapid mengandung zat aktif simvastatin.

Penunjang diet untuk menurunkan peningkatan kadar kolesterol total dan LDL pada penderita tingginya kadar kolesterol dalam darah (hiperkolesterolemia) primer tipe IIA dan IIB.

Simvastatin 20 mg

Rentang dosis: 5-40 mg/hari dosis tunggal.
Dosis awal: 5-10 mg/hari dosis tunggal.
Dosis maksimum: 40 mg/hari dosis tunggal pada malam hari.

Dikonsumsi pada malam hari.

  • Gangguan otot dalam tubuh (miopati).
  • Otot kerangka mengalami kerusakan (rabdomiolisis).
  • Nyeri sendi (arthralgias).
  • Gangguan sistem saraf:
    • Gangguan fungsi beberapa saraf otak.
    •  Gerakan yang tidak terkontrol dan tidak terkendali pada satu atau lebih bagian tubuh Anda (tremor).
    • Mengalami pusing, sampai merasa dirinya atau sekelilingnya berputar (vertigo).
    • Hilang ingatan.
    • Susah tidur.
    • Depresi.
    • Khawatir.
    • Reaksi hipersensitifitas.
  • Gangguan saluran pencernaan:
    • Radang pada kelenjar pankreas yang terjadi dengan dua bentuk yang sangat berbeda yaitu akut dan kronis (pankreatitis).
    • Peradangan yang terjadi di hati (hepatitis).
    • Penyakit kuning (kolestatik jaundice).
    • Perubahan kadar lemak di hati.
    • Gangguan makan (anoreksia).
    • Muntah.
  • Kerontokan rambut yang disebabkan oleh serangan sistem imunitas tubuh sendiri terhadap folikel (alopecia) pada kulit.
  • Pada sistem reproduksi:
    • Pembesaran jaringan kelenjar payudara yang terjadi pada pria (ginekomastia).
    • Gangguan dalam gairah seksual (libido).
  • Mempercepat katarak.
  • Kelemahan atau kelumpuhan otot mata (opatalmoplegia).
  • Hipersensitif terhadap komponen dalam obat ini.
  • Pasien penderita penyakit hati (liver).
  • Pasien penderita dengan tingkat trasaminase dalam serum yang tinggi.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Selama terapi dengan obat ini harap lakukan pemeriksaan fungsi hati.
  • Pemeriksaan level transaminase dalam serum.
  • Pasien penderita miopati akut.
  • Pasien penderita resiko kegagalan ginjal sekunder.
  • Anak-anak.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Artikel Terkait