Recansa Tablet

26 Sep 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Recansa tablet adalah obat yang digunakan untuk mengontrol kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan trigliserida dengan menurunkan kolesterol dan lemak jahat serta meningkatkan kolesterol HDL (high density lipoprotein) dalam darah. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Recansa tablet mengandung zat aktif rosuvastatin.

Recansa Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaRosuvastatin.
Kelas terapiAgen dislipidemia.
Klasifikasi obatStatin.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg; 20 mg)
ProdusenAventis Pharma

Informasi zat aktif

Rosuvastatin menghambat enzim HMG-CoA reduktase yang berperan dalam pembentukan kolesterol. Rosuvastatin meningkatkan jumlah reseptor LDL (low density lipoprotein) pada permukaan sel, sehingga meningkatkan penyerapan dan pemcehaan atau perubahan LDL (low density lipoprotein). Rosuvastatin juga menurunkan apolipoprotein B yang menggambarkan tingkat kolesterol LDL dalam darah dan trigliserida (lemak) dan meningkatkan konsentrasi HDL (high density lipoprotein).

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, rosuvastatin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap secara tidak sempurna dari saluran cerna. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) selama 3-5 jam dan obat yang masuk ke dalam peredaran darah. (ketersediaan hayati) sekitar 20%.
  • Distribusi: Memasuki ASI. Volume distribusi sebanyak 134 L dan (ikatan protein plasma) sekitar 90%.
  • Metabolisme: Dimetabolisme secara terbatas di hati melalui isoenzim CYP2C9 yang berperan dalam memetabolisme menjadi N-desmetil sekitar 50% dalam bentuk kurang aktif dan metabolit lakton (bentuk tidak aktif).
  • Ekskresi: Diekskresi melalui feses sekitar 90% dan urin sekitar 5% dalam bentuk tidak aktif. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 19 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengontrol kolesterol LDL (low density lipoprotein) dan trigliserida.
  • Menurunkan kolesterol dan lemak jahat serta meningkatkan kolesterol HDL (high density lipoprotein) dalam darah.

Rosuvastatin adalah golongan obat yang disebut HMG-CoA reductase inhibitors (statin). Rosuvastatin bekerja memperlambat produksi kolesterol dalam tubuh sehingga dapat menurunkan jumlah kolesterol yang mungkin menumpuk di dinding arteri dan menghalangi aliran darah ke jantung, otak, dan bagian tubuh lainnya.

Komposisi obat

  • Recansa tablet 10 mg: rosuvastatin 10 mg.
  • Recansa tablet 20 mg: rosuvastatin 20 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Dosis awal: 5 atau 10 mg/hari, dapat ditingkatkan hingga 20 mg/hari dengan interval 4 minggu jika dibutuhkan.
  • Dosis maksimal: 40 mg/hari.
  • Pencegahan (profilaksis) pada pasien risiko tinggi penyakit kardiovaskular: 20 mg/hari.

Anak-anak 10 tahun ke atas:

  • Hiperkolesterolemia familia heterozigo:
    • Dosis awal: 5 mg/hari, dapat ditingkatkan interval 4 minggu.
    • Dosis maksimal: 20 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Efek samping obat

  • Sakit perut.
    Cobalah untuk beristirahat dan rileks. Cobalah makan dan minum secara perlahan dan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dalam frekuensi yang lebih sering. Cobalah menggunaan handuk hangat atau botol air yang berisi air hangat ke atas perut untuk meringankan rasa sakitnya. Namun, jika Anda merasa sangat kesakitan, segera hubungi dokter Anda.
  • Lemah atau pusing.
    Jika rosuvastatin dapat membuat anda pusing dan merasa lemah, hentikan apa yang sedang Anda lakukan dan duduk atau berbaring sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat dan mesin jika Anda merasa lelah. Jangan minum alkohol karena akan memperburuk kondisi Anda.
  • Sakit kepala.
    Cobalah untuk berisitirahat dan minum banyak air dan jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit dan bicaralah kepada dokter jika gejala berlangsung lebih dari satu minggu atau semakin memburuk.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Cobalah mengonsumsi makanan dengan kandungan serat tinggi seperti buah, sayuran, dan sereal serta minumlah banyak air. Cobalah berolahraga secara rutin, seperti berjalan atau berlari. Jika tidak dapat membantu, bicaralah kepada apoteker atau dokter.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan ringan dan jangan mengonsumsi makanan berat atau pesan. Cobalah konsumsi rosuvastatin setelah makan. Hubungi dokter Anda jika gejala terus berlangsung lebih dari beberapa hari atau semakin memburuk.
  • Protein dalam urin Anda.
    Hal ini biasanya kembali normal dengan sendirinya tanpa Anda harus berhenti minum rosuvastatin. Dokter Anda mungkin akan memantau Anda untuk memastikan hal ini terjadi.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan kadar tiorid yang rendah (hipotirodisme).
  • Pasien dengan faktor kelemahan otot (miopati).
  • Pasien dengan riwayat penyakit hati.
  • Pasien dengan kegagalan pernapasan.
  • Pasien yang mengonsumsi bersama siklosporin, gemfibrozil, atazanavir, ritonavir, lopinavir, ritonavir, simeprevir.

Kategori kehamilan

Kategori X: Penggunaan recansa tablet tidak disarankan pada ibu hamil. Penelitian menunjukkan adanya dampak berupa kelainan pada janin, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta risiko efek sampingnya lebih besar pada wanita hamil daripada manfaatnya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Khususnya bagi ibu hamil pada trimester pertama, harus lebih berhati-hati mengingat efek sampingnya dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan organ janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien dengan gangguan ginjal berat.
  • Pasien dengan penyakit hati aktif.
  • Pasien dengan kelainan otot (miopati).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Leflunomid.
    Leflunomide dapat menyebabkan masalah hati, dan menggunakannya dengan obat lain yang juga dapat mempengaruhi hati seperti rosuvastatin dapat meningkatkan risiko tersebut. Selain itu, leflunomide dapat meningkatkan kadar dan efek rosuvastatin dalam darah karena leflunomide dapat tinggal dalam darah Anda untuk waktu yang lama setelah dosis terakhir dan interaksi dengan obat lain dapat terjadi untuk beberapa waktu bahkan setelah Anda berhenti meminumnya.
  • Fenofibrat, amprenavir, atazanvir, klofibrat, darolutamid, darunavir, asam fenofibrat, idinavir, lenalidomid, nelfinavir, ritonavir,
    Penggunaan bersama dengan rosuvastatin dapat meningkatkan risiko efek samping seperti kerusakan hati dan kondisi langka namun serius yang disebut rhabdomyolysis yang melibatkan kerusakan jaringan otot rangka. Dalam beberapa kasus, seperti cedera otot (rhabdomyolysis) dapat menyebabkan kerusakan ginjal bahkan kematian.
  • Kolkisin.
    Bicaralah dengan dokter Anda sebelum menggunakan kolkisin bersama dengan rosuvastatin. Penggunaan obat-obatan ini dapat meningkatkan risiko kondisi langka namun serius dan berpotensi fatal yang memengaruhi otot dan ginjal Anda. Risikonya paling besar jika Anda sudah tua atau memiliki penyakit ginjal yang sudah ada sebelumnya.
  • Siklosporin, gemfibrozil.
    Penggunaan bersama dengan rosuvastatin dapat meningkatkan kadar rosuvastatin dalam darah dan dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya pada otot Anda.
  • Lomitapid.
    Bicaralah dengan dokter Anda sebelum menggunakan lomitapide bersama dengan rosuvastatin. Lomitapide dapat menyebabkan kerusakan hati, dan mengonsumsi dengan obat lain yang juga dapat mempengaruhi hati seperti rosuvastatin dapat meningkatkan risiko tersebut.
  • Warfarin.
    penggunaan warfarin bersama dengan rosuvastatin dapat menyebabkan Anda lebih mudah berdarah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Nyeri otot, nyeri sendi, kelemahan atau kram.
  • Hal ini bisa menjadi tanda kerusakan otot dan kerusakan ginjal.
  • Kulit atau bagian putih mata Anda menguning.
  • Hal ini bisa menjadi tanda masalah hati.
  • Sakit perut yang parah.
  • Hal ini bisa menjadi tanda masalah pankreas.
  • Batuk, sesak napas, dan penurunan berat badan.
  • Hal ini bisa menjadi tanda penyakit paru-paru.

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala, segera informasikan kepada dokter Anda. Jangan menghentikan obat tanpa persetujuan dari dokter.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rosuvastatin?mtype=generic
Diakses pada 8 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/rosuvastatin/
Diakses pada 8 September 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/rosuvastatin-index.html
Diakses pada 8 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a603033.html
Diakses pada 8 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Lingkar Perut Normal Sebagai Indikator Kesehatan Kita

Perut buncit bukanlah sekedar masalah penampilan, tapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius. Gunakan ukuran lingkar perut normal sebagai patokan untuk menjaga kadar lemak tubuh Anda agar terhindar dari penyakit jantung.
09 Oct 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Lingkar Perut Normal Sebagai Indikator Kesehatan Kita

Bahaya Santan Ternyata Tak Sebesar Manfaatnya

Banyak orang takut dengan bahaya santan yang konon bisa memperburuk kesehatan. Padahal cairan dari kelapa ini juga punya manfaat yang tak kalah banyaknya untuk tubuh Anda.
10 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Bahaya Santan Ternyata Tak Sebesar Manfaatnya

8 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Perlu Dijauhi dan Dihindari

Mengenali penyebab kolesterol tinggi dapat membantu lebih waspada menghindari risiko penyakit seperti stroke dan jantung. Maka dari itu, penting menjaga kadar kolesterol.
13 Aug 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
8 Penyebab Kolesterol Tinggi yang Perlu Dijauhi dan Dihindari