Ranicho sirup 60 ml

14 Okt 2019| Lenny Tan

Deskripsi obat

Ranicho dapat dijadikan pengobatan jangka pendek tukak usus dua belas jari, tukak lambung, dan mengurangi gejala refluks esofagus. Obat ini merupakan golongan obat keras dan harus dengan resep dokter. Ranicho mengandung ranitidine HCl sebagai zat aktif.

Ranicho sirup 60 ml
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 69.700/botol (60 ml) per Oktober 2019
Kemasan1 botol @ 60 ml
ProdusenNicholas laboratories Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

  • Ranitidine tidak untuk digunakan dalam jangka panjang. Hanya untuk pengobatan jangka pendek pada tukak usus dua belas jari.
  • Pengobatan pada luka dinding lambung (tukak lambung).
  • Untuk mengurangi gejala peradangan pada kerongkongan (refluks esofagitis).
  • Penyakit pada saluran pencernaan yang langka yang disebabkan oleh kemunculan tumor pada pankreas atau pada duodenum (sindroma zollinger ellison).
  • Penumpukan salah satu jenis sel darah putih, yaitu sel mast, pada organ atau jaringan tubuh (mastositosis sitemik).

Komposisi obat

Tiap 5 ml: Ranitidine HCl yang setara ranitidine 75 mg

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 150 mg (2 sendok takar atau 10 ml) sebanyak 2 kali/hari.

Anak-anak: 2-4 mg/kg BB sebanyak 2 kali/hari, dosis maksimal 300 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan malam atau sebelum tidur

Efek samping obat

  • Reaksi hipersensitifitas
  • Gangguan sistem saraf pusat: Lemas, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo, kaku, depresi, halusinasi
  • Gangguan jantung: gangguan irama jantung.
  • Gangguan pencernaan: Konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut.
  • Gangguan muskuloskeletal: Nyeri otot.
  • Gangguan darah: Leukopenia, granulositopenia, trombositopenia.
  • Gangguan Sistem endokrin: Pembesaran payudara pada pria (ginekomastia), impotensi, dan hilangnya libido.
  • Gangguan kulit: Kemerahan pada kulit. 

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan riwayat porfiria akut.
  • Wanita hamil dan Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Lansia

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Penderita yang hipersensitif terhadap ranitidine.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Akibat Menahan BAB dan Menahan Kentut bagi Kesehatan Tubuh

Akibat menahan BAB cukup berbahaya. Selain dapat menyebabkan konstipasi, kemampuan otot rektum untuk merasakan sensasi ingin BAB juga bisa menghilang.
14 Jan 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Akibat Menahan BAB dan Menahan Kentut bagi Kesehatan Tubuh

9 Gangguan Kesehatan yang Jadi Penyebab BAB Keluar Darah

Keluar darah saat BAB pasti membuat Anda panik. Apakah itu karena luka atau tanda penyakit serius? Cari tahu penyebab BAB berdarah Anda di SehatQ!
02 Sep 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
9 Gangguan Kesehatan yang Jadi Penyebab BAB Keluar Darah

Tak Perlu Khawatir, Diare Saat Hamil Tidak Berisiko Keguguran

Diare saat hamil kerap terjadi pada trimester ketiga kehamilan, ketika tubuh bersiap menuju tugas selanjutnya yaitu persalinan. Tidak sembarang obat bisa dikonsumsi karena bisa berpengaruh terhadap janin.
12 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Tak Perlu Khawatir, Diare Saat Hamil Tidak Berisiko Keguguran