Ranicho sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek tukak usus dua belas jari aktif, tukak lambung, dan keadaan hipersekresi patologis, mengurangi gejala refluks esofagitis.
Ranicho sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek tukak usus dua belas jari aktif, tukak lambung, dan keadaan hipersekresi patologis, mengurangi gejala refluks esofagitis.
Ranicho sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek tukak usus dua belas jari aktif, tukak lambung, dan keadaan hipersekresi patologis, mengurangi gejala refluks esofagitis.
Ranicho sirup 60 ml adalah obat yang digunakan untuk pengobatan jangka pendek tukak usus dua belas jari aktif, tukak lambung, dan keadaan hipersekresi patologis, mengurangi gejala refluks esofagitis.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 69.700/botol (60 ml) per Oktober 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Nicholas laboratories Indonesia

Ranicho adalah mengobati pengobatan jangka pendek luka pada saluran pencernaan bagian atas dari usus halus (tukak usus dua belas jari) aktif, pengobatan pada luka pada dinding lambung (tukak lambung), untuk mengurangi gejala peradangan pada kerongkongan (refluks esofagitis), pengobatan keadaan hiperskresi patologis: masalah pencernaan langka yang disebabkan oleh kemunculan tumor pada pankreas atau pada duodenum (bagian teratas dari usus 12 jari) (sindroma zollinger ellison), penumpukan salah satu jenis sel darah putih, yaitu sel mast, pada organ atau jaringan tubuh (mastositosis sitemik). Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Ranicho mengandung zat aktif ranitidine HCl.

  • Pengobatan jangka pendek luka pada saluran pencernaan bagian atas dari usus halus (tukak usus dua belas jari) aktif.
  • Pengobatan pada luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Untuk mengurangi gejala peradangan pada kerongkongan (refluks esofagitis).
  • Pengobatan keadaan hiperskresi patologis:
    • Masalah pencernaan langka yang disebabkan oleh kemunculan tumor pada pankreas atau pada duodenum (bagian teratas dari usus 12 jari) (sindroma zollinger ellison).
    • Penumpukan salah satu jenis sel darah putih, yaitu sel mast, pada organ atau jaringan tubuh (mastositosis sitemik).

Tiap 5 ml: Ranitidine HCl yang setara ranitidine 75 mg

Dewasa:

  • Refluks gastroesofagitis: 150 mg (2 sendok takar atau 10 ml) sebanyak 2 kali/hari.
  • Esofagitis erosif: 150 mg (2 sendok takar atau 10 ml) sebanyak 4 kali/hari.
  • Pemeliharaan dan penyembuhan esofagitis erosif: 150 mg (2 sendok takar atau 10 ml) sebanyak 2 kali/hari.
  • Terapi pemeliharaan pada penyembuhan tukak usus dua belas jari dan tukak lambung: 150 mg (2 sendok takar atau 10 ml) sebanyak 1 kali/hari.
  • Keadaan hipersekresi patologis: 150 mg (2 sendok takar (10 ml) sebanyak 2 kali/hari.
  • Tukak usus dua belas jari: 150 mg (2 sendok takar atau 10 ml) sebanyak 2 kali/hari atau 300 mg sebanyak 1 kali/hari selama 4-8 minggu.
  • Tukak lambung aktif: 150 mg (2 sendok takar atau 10 ml) sebanyak 2 kali/hari selama 2 minggu.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal:
    • Creatinin clearence dibawah 50 ml/menit: 150 mg ( 2 sendok takar atau 10 ml) selama 24 jam

Anak-anak: 2-4 mg/kg BB sebanyak 2 kali/hari, dosis maksimal 300 mg/hari.

Dikonsumsi sesudah makan malam atau sebelum tidur

  • Sakit kepala
  • Gangguan sistem saraf pusat: Malaise, pusing, mengantuk, insomnia, vertigo, agitasi, depresi, halusinasi
  • Gangguan jantung: Aritmia seperti takikardia, bradikardia, atrioventricular block, premature ventricular beats.
  • Gangguan pencernaan: Konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut; jarang dilaporkan: pankreatitis
  • Gangguan muskuloskeletal: Artralgia dan mialgia.
  • Gangguan darah: Leukopenia, granulositopenia, trombositopenia.
  • Gangguan Sistem endokrin: Ginekomastia, impoten, dan hilangnya libido pernah dilaporkan pada penderita pria.
  • Gangguan kulit: Ruam, eritema multiforme, alopesia.
  • Gangguan lainnya seperti: Bronkospasme, demam, eosinofilia, anafilaksis, edema angioneurotik, sedikit peningkatan kadar dalam kreatinin serum.

Penderita yang hipersensitif terhadap ranitidine.

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan riwayat porfiria akut.
  • Wanita hamil dan Ibu menyusui.
  • Anak-anak.
  • Lansia

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Artikel Terkait