Ramipril (Alias: Ramipril)

Terakhir ditinjau oleh dr. Wisniaty pada 06 Feb 2019
Ramipril bekerja dengan merilekskan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir dengan mudah.
Pasien tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat diobati dengan ramipril.

Merk dagang yang beredar:

Anexia, Cardace, Decapril, Hyperil, Tenapril, Triatec, Prohytens, Ramipril, Ramixal, Redutens, Vivace.

Ramipril adalah ACE inhibitor yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi. Menurunkan tekanan darah tinggi membantu mencegah masalah ginjal, serangan jantung, dan stroke. Obat ini juga dapat digunakan untuk mengobati gagal jantung pada pasien yang baru saja mengalami serangan jantung. Ramipril bekerja dengan merilekskan pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir dengan mudah.

Ramipril (Ramipril)
Golongan

ACE inhibitor

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Kapsul

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Hipertensi

  • Dewasa: dosis awal 2,5 mg sekali sehari. Dosis pertama sebaiknya dikonsumsi pada waktu tidur. Dosis Pemeliharaan: 2,5-5 mg/hari sekali sehari, hingga 10 mg/hari jika diperlukan.

Gagal jantung

  • Dewasa: dosis awal 1,25 mg sekali sehari. Maksimal: 10 mg/hari. Dosis lebih dari 2,5 mg dapat diberikan dalam dosis tunggal atau dua dosis terbagi.

Post-myocardial infarction

  • Dewasa: dosis awal 2,5 mg diberikan 2 kali sehari, dapat ditingkatkan hingga 5 mg diberikan dua kali sehari setelah 2 hari. Mulai pengobatan 3-10 hari setelah infark jantung terjadi. Dosis Pemeliharaan: 2,5-5 mg 2 kali sehari.

Pencegahan timbulnya serangan jantung pada pasien berisiko tinggi

  • Dewasa: dosis awal 2,5 mg sekali sehari. Dapat ditingkatkan menjadi 5 mg sekali sehari setelah 1 minggu jika ditoleransi. Dosis pemeliharaan: 10 mg sekali sehari setelah 3 minggu berikutnya.

Aturan pakai Ramipril dengan benar

Ikuti aturan carai pakai yang tertera pada kemasan sebelum menggunakan obat ini. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai dosis yang sesuai dengan kondisi Anda.

Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Dosis yang diberikan oleh dokter berdasarkan pada kondisi medis dan respon terhadap pengobatan. Minum obat ini secara teratur dan gunakan pengingat waktu (alarm) agar Anda dapat mengonsumsi obat ini diwaktu yang sama setiap hari sesuai yang dianjurkan oleh dokter agar Anda mendapatkan manfaat yang maksimal.

Dokter akan memberikan obat ini dengan dosis rendah kepada Anda dan secara bertahap meningkatkan dosis untuk mengurangi risiko efek samping. Pada pengobatan tekanan darah tinggi, diperlukan beberapa minggu untuk mendapatkan manfaat maksimal dari obat ini.

Efek Samping

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Batuk kering persisten, pusing, sakit kepala, vertigo
  • Kelelahan
  • Mual, muntah diare
  • Hipotensi
  • Anemia, hiperkalemia, neutropenia, pancytopenia
  • Reaksi anafilaksis
  • Angioedema pada wajah dan lidah, glotis, angioedema usus

Segera hubungi dokter jika efek samping tidak membaik atau semakin memburuk.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi medis seperti:

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Berisiko tekanan darah rendah atau hipotensi
  • Stenosis arteri ginjal bilateral atau stenosis arteri renal tunggal
  • Stenosis katup aorta atau mitral
  • Alergi dengan obat jenis ACE inhibitor, ramipril atau obat lainnya

Jangan menggunakan obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Memiliki riwayat angioedema (pembengkakan jaringan di bawah kulit atau mukosa)
  • Penggunaan bersamaan dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes atau gangguan ginjal
  • Kehamilan dan menyusui.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Menggunakan ramipril dengan obat-obatan lain dapat menyebabkan terjadinya interaksi.

  • Dapat meningkatkan efek hipotensi apabila digunakan bersama dengan diuretik dan obat antihipertensi lainnya
  • Meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal dengan OAINS
  • Meningkatnya risiko hipotensi, hiperkalemia dan nefrotoksisitas dengan aliskiren pada pasien dengan diabetes atau gangguan ginjal
  • Meningkatkan efek hiperkalemia jika digunakan bersamaan dengan diuretik hemat kalium dan suplemen.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

BPOM. http://pionas.pom.go.id/monografi/ramipril
Diakses pada 17 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/ramipril-oral-route/description/drg-20069179
Diakses pada 17 Desember 2018

MIMS.  https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ramipril?mtype=generic
Diakses pada 17 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8843/ramipril-oral/details
Diakses pada 17 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top