Pariet

Rabeprazole adalah obat jenis proton pump inhibitor yang digunakan untuk pengobatan GERD dalam jangka pendek.

Selain sebagai pengobatan GERD, rabeprazole juga digunakan untuk mengatasi sindrom Zollinger-Ellison serta mengobati ulkus duodenum dan esofagitis yang bersifat erosif pada orang dewasa.

Rabeprazole mengurangi kadar asam lambung dan umumnya digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak yang berusia setidaknya 1 tahun. Rabeprazole dapat diberikan bersama dengan antibiotik untuk menghindari ulkus duodenum yang disebabkan oleh infeksi H.pylori.

Rabeprazole (-)
Golongan

Antacid, antireflux agents, antiulcerant

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan kapsul lepas lambat

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Keamanan penggunaan rabeprazole selama menyusui belum diketahui. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

GERD

  • Dewasa: Konsumsi rabeprazole dengan dosis 20 mg per harinya selama 4-8 minggu. Untuk dosis pemeliharaan, konsumsi rabeprazole dengan dosis 10 atau 20 mg per harinya. Seluruh dosis obat yang diberikan harus dikonsumsi dalam sekali makan di pagi hari.
  • Anak-anak di atas 12 tahun: Konsumsi rabeprazole dengan dosis 20 mg sehari sekali di pagi hari selama 8 minggu.

Sindrom Zollinger-Ellison

  • Dewasa: Konsumsi rabeprazole dengan dosis 60 mg satu kali sehari di pagi hari. Bila diperlukan dosis dapat ditambah dengan dosis maksimal 120 mg per hari. Dosis harian yang lebih dari 100 mg harus dibagi menjadi dua dosis.

Esofagitis yang bersifat erosif

  • Dewasa: Konsumsi rabeprazole dengan dosis 20 mg per hari selama 4-8 minggu. Jika belum sembuh, lanjutkan pemberian rabeprazole selama 8 minggu lagi.
  • Untuk dosis pemeliharaan, konsumsi rabeprazole dengan dosis 10 atau 20 mg per hari. Seluruh dosis yang diberikan harus dikonsumsi dalam sekali makan di pagi hari.

Infeksi H.pylori

  • Dewasa: Untuk terapi satu minggu dengan tiga jenis obat, konsumsi 20 mg rabeprazole bersama dengan obat clarithromycin 500 mg dan amoxicillin 1 g dua kali sehari.
  • Alternatif lain adalah mengonsumsi 20 mg rabeprazole dengan obat clarithromycin 250 mg dan metronidazole 400 mg dua kali sehari.

Radang dinding lambung

  • Dewasa: Untuk penderita ulkus duodenum, konsumsi rabeprazole dengan dosis 20 mg sekali di pagi hari selama 4-8 minggu.
  • Sementara untuk penderita tukak lambung, konsumsi rabeprazole dengan dosis 20 mg sekali di pagi hari selama 6-12 minggu.

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan rabeprazole sebelum penggunaan. Tetap konsumsi rabeprazole sesuai instruksi yang telah diberikan meskipun gejala yang dialami semakin berkurang.

Rabeprazole dalam bentuk tablet harus dikonsumsi seutuhnya tanpa dihancurkan, dikunyah, atau dipatahkan serta dikonsumsi dengan segelas air.

Rabeprazole dalam bentuk kapsul lepas lambat tidak boleh dikonsumsi langsung. Buka kapsul rabeprazole dan taburkan di satu sendok makanan lembut. Langsung telan campuran rabeprazole dengan makanan lembut tanpa dikunyah. Jangan menyimpan campuran rabeprazole untuk dikonsumsi nantinya.

Konsumsi rabeprazole setelah makan, apabila rabeprazole digunakan untuk mengobati ulkus duodenum. Rabeprazole yang dikonsumsi untuk mencegah ulkus yang disebabkan oleh infeksi H.pylori harus dikonsumsi dengan makanan. Untuk kondisi medis lainnya, rabeprazole dapat dikonsumsi tanpa atau dengan makanan.

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera ditangani oleh tenaga medis.

Segera hubungi dokter apabila terjadi reaksi alergi, seperti pembengkakan pada wajah, tenggorokan, lidah, atau bibir, kesulitan bernapas, ruam-ruam.

Rabeprazole dapat menyebabkan efek samping yang umumnya meliputi:

Konsumsi rabeprazole dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya polip kelenjar fundus. Terdapat juga peningkatan risiko patah tulang jika mengonsumsi rabeprazole dalam jangka panjang atau lebih dari sekali per harinya.

Penggunaan rabeprazole selama lebih dari tiga tahun berpotensi membuat kekurangan vitamin B-12. Oleh karenanya, diskusikan dengan dokter untuk penggunaan rabeprazole dalam jangka panjang.

Segera konsultasikan ke dokter apabila terjadi efek samping, seperti:

  • Rasa sakit atau kesulitan menggerakkan pergelangan tangan, punggung, atau pinggul
  • Munculnya atau bertambah parahnya gejala lupus, seperti sakit di persendian dan ruam di pipi atau lengan yang bertambah parah saat terpapar sinar matahari
  • Kejang
  • Sakit perut yang parah, diare yang cair atau mengandung darah
  • Adanya tanda-tanda pendarahan, seperti rasa sakit atau pembengkakan, sakit kepala, urine yang berwarna merah atau merah muda, pusing, pendarahan yang tidak biasa (mimisan, gusi yang berdarah), memar, lemas, tinja yang mengandung darah atau seperti dilapisi tar, batuk berdarah atau memiliki muntahan yang serupa dengan bubuk kopi, pendarahan saat menstruasi yang banyak, atau adanya pendarahan yang tidak bisa berhenti
  • Gangguan pada ginjal, seperti adanya darah dalam urine, buang air kecil yang lebih sedikit, kenaikan berat badan yang cepat, pembengkakan
  • Kadar magnesium yang rendah, seperti kram otot, pusing, kejang otot di tangan dan kaki, merasa gelisah, tremor, batuk atau mengalami sensasi tercekik, detak jantung yang cepat atau tidak beraturan, pusing, atau gerakan otot yang menyentak

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Kontraindikasi

Jangan menggunakan rabeprazole jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi rabeprazole dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Berpotensi mengurangi konsentrasi plasma dan efek obat rilpivirine dan atazanavir
  • Berisiko mengurangi konsentrasi serum dari itraconazole, ketoconazole, dan clopidogrel
  • Meningkatkan peluang mengalami hipomagnesemia atau kekurangan magnesium bila dikonsumsi dengan obat diuretik dan digoxin
  • Dapat meningkatkan waktu protrombin dan INR dari warfarin
  • Berpeluang meningkatkan konsentrasi plasma dari methotrexate dan saquinavir
  • Menurunkan kadar serum bila dikonsumsi dengan sucralfate

Informasi yg diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Drugs.com. https://www.drugs.com/mtm/rabeprazole.html
Diakses pada 28 Agustus 2019

MIMS Indonesia. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rabeprazole/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 28 Agustus 2019