Quinidine

10 Mei 2019| Lenny Tan

Quinidine adalah obat untuk denyut jantung yang tidak teratur

Cardioquin, Quinaglute, Quinalan, Quinidex Extentabs

Quinidine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati jantung yang berdenyut tidak teratur, seperti fibrilasi atrium. Obat ini juga dapat meningkatkan kemampuan aktivitas jantung.

Obat ini tidak menghentikan detak jantung secara keseluruhan, melainkan hanya memblokir detak jantung yang abnormal. Quinidine juga biasa digunakan sebagai antimalaria dan sering dikenal dengan istilah kina.

Quinidine (Kuinidin)
Golongan

Antiaritmia

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan suntikan

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis dan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena

Aritmia jantung

Dewasa: 800 mg melalui infus tetesan lambat dengan laju awal sampai  0,25 mg/kgBB/menit. Hentikan pengobatan jika tirama sinus belum terjadi setelah mencapai dosis maksimal. Maksimal: 10 mg/kgBB.

Oral

Konversi dari fibrilasi atrium

Dewasa: Quinidine sulfate 400 mg tiap 6 jam, dapat ditingkatkan dengan hati-hati jika konversi tidak tercapai setelah 4 atau 5 dosis. Sebagai quinidine sulfate extended-release: dosis awal 300 mg tiap 8-12 jam, dapat ditingkatkan dengan hati-hati sampai mendapat efek yang diinginkan. Sebagai quinidine gluconate extended-release: 648 mg tiap 8 jam, dapat ditingkatkan secara berhati-hati jika konversi tidak tercapai setelah 3 atau 4 dosis.

Pengurangan kekambuhan atrial fibrilasi

Dewasa: Quinidine sulfate dosis oral 200 mg tiap 6 jam. Sebagai quinidine sulfate extended-release: 300 mg tiap 8-12 jam. Quinidine gluconate extended-release : 324 mg tiap 8-12 jam. Dosis dapat ditingkatkan secara hati-hati hingga efek yang diinginkan tercapai.

Intravena

Malaria

Dewasa: Dosis awal 24 mg/kgBB melalui infus selama 4 jam. Dosis Perawatan: 12 mg /kgBB melalui infus intermiten selama 4 jam tiap 8 jam (mulai 8 jam setelah dimulainya dosis awal ) hingga 3 dosis pemeliharaan, sampai parasitemia berkurang hingga di bawah 1%. Setelah itu, terapi oral dapat diberikan. Sebagai alternatif, dosis awal  10 mg/kgBB melalui infus selama 1-2 jam. Dosis Perawatan: 0,02 mg/kgBB/menit melalui infus dilanjutkan, setidaknya selama 24 jam hingga parasitemia berkurang hingga di bawah 1%, dan terapi oral dapat diberikan.

Malaria falciparum tanpa komplikasi

Dewasa: Quinidine sulfate dengan dosis oral 300-600 mg atau 10 mg/kgBB tiap 8 jam selama 5-7 hari.

Baca petunjuk kemasan atau ikuti anjuran dokter Anda sebelum menggunakan obat quinidine. Obat ini dapat diminum saat perut kosong atau dengan makanan.

Telan kapsul secara utuh dan jangan dikunyah. Dosis quinidine akan ditentukan oleh dokter didasarkan pada pada usia paeisn, kondisi medis, dan respons tubuh pasien terhadap obat.

Setiap pemakaian obat mempunyai efek samping tertentu dan bersifat individual. Jika terjadi efek samping yang berlebih, harus segera di tangani oleh tenaga medis.

Quinidine dapat menyebabkan efek samping yang meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Esofagitis
  • Nyeri perut
  • Gangguan pernapasan
  • Gatal
  • Kemerahan
  • Purpura trombositopenia.
  • Hepatitis
  • Telinga berdenging
  • Pingsan
  • Vertigo
  • Demam
  • Reaksi anafilaksis
  • Pusing
  • Delirium
  • Efek samping fatal: nekrolisis epidermal toksik, gangguan kelistrikan jantung berupa torsade de pointes.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien dengan AV blok derajat 2 tanpa penggunaan alat pacu jantung.
  • Penggunaan alat pacu jantung.
  • Gangguan kelistrikan jantung: Gelombang QT memanjang, Torsade de Pointes.
  • Miokarditis
  • Gagal jantung yang tidak terkompensasi.
  • Kerusakan otot jantung yang parah.
  • Asma
  • Kelemahan otot
  • Demam
  • Kerusakan ginjal dan hati
  • Hamil dan menyusui

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis di bawah ini:

  • Blok AV lengkap (tanpa alat pacu jantung fungsional).
  • Myastenia gravis
  • Thrombocytopenic purpura terkait quinidine / quinine.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum digunakan atau dikonsumsi. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi quinidine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Dapat terjadi peningkatan kadar plasma bila dikonsumsi bersamaan dengan simetidin, amiodarone, ketoconazole, dan
  • Penurunan kadar plasma dengan nifedipin.
  • peningkatan eliminasi hati dengan rifampisin, fenitoin, dan fenobarbital.
  • meningkatkan kadar plasma digoxin, haloperidol, dan
  • Menurunkan pembersihan ginjal dengan carbonic anhydrase, natrium bikarbonat, dan thiazid
  • Efek depolarisasi dapat terjadi jika digunakan bersama dengan suxamethonium.
  • Efek nondepolarisasi dengan pancuronium.
  • Jus grapefruit dapat menunda absorbsi dan menghambat metabolism quinidine
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Kegunaan Obat Beta Blocker dan Efek Sampingnya

Beta blocker adalah obat yang digunakan untuk menangani berbagai kondisi pada jantung, termasuk menurunkan tekanan darah. Sebelum menggunakan obat ini, kenali lebih jauh mengenai kegunaan dan efek sampingnya.
27 Aug 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Mengenal Kegunaan Obat Beta Blocker dan Efek Sampingnya

STEMI, Salah Satu Jenis Serangan Jantung yang Sering Terjadi

STEMI adalah salah satu jenis serangan jantung yang paling sering terjadi. Kenali seluk beluk bahaya dari STEMI, serangan jantung yang perlu dihindari.
10 May 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
STEMI, Salah Satu Jenis Serangan Jantung yang Sering Terjadi

Ini 9 Buah yang Baik untuk Jantung Agar Hidup Lebih Sehat

Menurut badan kesehatan World Health Organization (WHO), penyakit jantung masih menjadi "pembunuh" nomor satu di dunia. Untuk menjauhkan diri dari penyakit tersebut, konsumsilah buah-buahan. Apa saja buah yang baik untuk jantung?
21 Jan 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Ini 9 Buah yang Baik untuk Jantung Agar Hidup Lebih Sehat