Quetiapine

28 Agu 2019| Arif Putra
Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Quetiapine merupakan obat untuk menangani gangguan mental seperti skizofrenia

Seroquel dan Seroquel XR

Quetiapine adalah obat yang dikonsumsi untuk menangani gangguan mental, seperti gangguan skizofrenia. Quetiapine juga digunakan untuk mengatasi atau mencegah episode mania dan depresi pada penderita gangguan bipolar.

Quetiapine tersedia dalam dua jenis, tablet immediate-release dan tablet extended-release. Tablet immediate-release melepaskan zat aktifnya ke aliran darah, begitu dikonsumsi. Sementara itu, tablet extended-release melepaskan zat aktifnya secara perlahan.

Quetiapine jenis tablet extended-release juga digunakan bersama obat antidepresan, untuk mengatasi depresi mayor.

Quetiapine (Quetiapine)
Golongan

Antipsikotik

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita; atau belum ada penelitian pada wanita hamil atau binatang percobaan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya risiko yang mungkin timbul pada janin.

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan atau mengonsumsi obat.

Oral

Skizofrenia

Immediate-release untuk dewasa

  • Hari ke-1: 25 mg dua kali sehari
  • Hari ke-2 dan 3: tingkatkan dosis menjadi 25-50 mg, dalam dosis yang dibagi 2-3 kali per hari
  • Hari ke-4: 300-400 mg dalam dosis yang dibagi
  • Regimen titrasi: Penyesuaian dosis dengan meningkatkan dosis antara 25-50 mg dua kali sehari, dalam interval tidak lebih dari dua hari
  • Dosis pemeliharaan: 150-750 mg per hari, dalam dosis terbagi
  • Dosis maksimal: 750 mg per hari

Extended-release untuk dewasa

  • Hari ke-1: 300 mg sekali sehari
  • Dosis titrasi: Peningkatan dosis maksimal 300 mg pada interval sesering 1 hari
  • Dosis pemeliharaan:400-800 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 800 mg per hari

Immediate-release untuk lansia

  • Hari ke-1: 25 mg dua kali sehari
  • Hari ke-2 dan ke-3: peningkatan dosis antara 25-50 mg, dibagi dalam 2-3 kali sehari
  • Hari ke-4: 300-400 mg sehari sekali, dalam dosis terbagi
  • Terapi titrasi: Peningkatan dosis antara 25-50 mg dua kali sehari, dalam interval tidak lebih dari dua hari
  • Dosis pemeliharaan: 150-750 mg per hari, dalam dosis yang dibagi
  • Dosis maksimal: 750 mg per hari

Extended-release untuk lansia

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Peningkatan dosis maksimal 50 mg pada interval sesering 1 hari, tergantung respons pasien
  • Dosis pemeliharaan: 400-800 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 800 mg per hari

Immediate-release untuk anak dan remaja berusia 10-17 tahun

  • Hari ke-1: 25 mg dua kali sehari
  • Hari ke-2: 50 mg dua kali sehari
  • Hari ke-3: 100 mg dua kali sehari
  • Hari ke-4: 150 mg dua kali sehari
  • Hari ke-5: 200 mg dua kali sehari
  • Setelah hari ke-5: Peningkatan dosis maksimal 100 mg sehari
  • Dosis pemeliharaan:400-800 mg sekali sehari, dalam dosis yang dibagi 2-3 kali
  • Dosis maksimal: 800 mg per hari

Extended-release untuk anak 10-17 tahun 

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari.
  • Hari ke-2: 100 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 200 mg sekali sehari
  • Hari ke-4: 300 mg sekali sehari
  • Hari ke-5: 400 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan:400-800 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 800 mg per hari

Episode mania gangguan bipolar

Immediate-release untuk dewasa

  • Hari ke-1: 50 mg dua kali sehari
  • Hari ke-2: 100 mg dua kali sehari
  • Hari ke-3: 150 mg dua kali sehari
  • Hari ke-4: 200 mg dua kali sehari
  • Dosis selanjutnya disesuaikan dengan respons pasien. Kenaikan dosis maksimal 200 mg sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 400-800 mg sehari dalam dosis yang dibagi.
  • Dosis maksimal: 800 mg sehari.

Immediate-release untuk lansia

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 100 mg dua kali sehari
  • Hari ke-3: 150 mg dua kali sehari
  • Hari ke-4: 200 mg dua kali sehari
  • Peningkatan dosis maksimal 50 mg/hari
  • Dosis pemeliharaan: 400-800 mg sehari dalam dosis yang dibagi
  • Dosis maksimal: 800 mg sehari

Immediate-release untuk anak dan remaja berusia 10-17 tahun

  • Hari ke-1: 25 mg dua kali sehari.
  • Hari ke-2: 50 mg dua kali sehari.
  • Hari ke-3: 100 mg dua kali sehari.
  • Hari ke-4: 150 mg dua kali sehari
  • Hari ke-5: 200 mg dua kali sehari
  • Setelah hari ke-5, dosis disesuaikan dengan peningkatan tidak lebih dari 100 mg sehari.
  • Dosis pemeliharaan: 400-600 mg sehari dengan pembagian 2-3 dosis.
  • Dosis maksimal: 600 mg sehari.

Episode campuran gangguan bipolar 1

Extended-release untuk dewasa

  • Hari ke-1: 300 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 600 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 400-800 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 400-800 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal 800 mg sehari

Extended-release untuk lansia

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 100 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 150-200 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 400-800 mg sekali sehari.
  • Dosis maksimal 800 mg sehari.

Extended-release untuk anak dan remaja berusia 10-17 tahun

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 100 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 200 mg sekali sehari
  • Hari ke-4: 300 mg sekali sehari
  • Hari ke-5: 400 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 400-600 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 600 mg sehari

Episode depresif gangguan bipolar

Extended-release untuk dewasa

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 100 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 200 mg sekali sehari
  • Hari ke-4: 300 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 300 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 300 mg sehari

Extended-release untuk lansia

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 100 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 200 mg sekali sehari
  • Hari ke-4: 300 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 300 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 300 mg sehari

Depresi

Extended-release untuk dewasa

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 150 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 150-300 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 300 mg sehari

Extended-release untuk lansia

  • Hari ke-1: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-2: 50 mg sekali sehari
  • Hari ke-3: 100 mg sekali sehari
  • Hari ke-4: 150 mg sekali sehari
  • Dosis pemeliharaan: 150-300 mg sekali sehari
  • Dosis maksimal: 300 mg sehari

Selalu ikuti anjuran dari dokter atau baca petunjuk di kemasan Quetiapine sebelum penggunaan.

  • Tablet immediate-release:
    Boleh dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Tablet extended-release:
    Harus dikonsumsi dengan perut kosong, atau dengan makanan dengan maksimal 300 kalori. Obat harus ditelan keseluruhan dan tidak boleh dikunyah

Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan bersifat individual. Efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Quetiapine dapat menyebabkan efek samping umum, yang meliputi:

  • Menggigil
  • Keringat dingin
  • Kebingungan
  • Pusing atau rasa ingin pingsan, saat bangun tiba-tiba dari berbaring

Ada beberapa efek samping lain yang mungkin belum terdaftar. Jika mengalami efek samping selain dari yang terdaftar di atas, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Beritahukan dan konsultasikan dengan dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Penyakit jantung ataupun penyakit cerebrovascular
  • Kondisi yang dapat menimbulkan hipotensi
  • Riwayat kejang atau kondisi yang menurunkan ambang kejang
  • Kondisi yang dapat meningkatkan risiko perpanjangan interval QT
  • Demensia yang berkaitan dengan gangguan psikotik pada lansia
  • Gangguan ginjal atau hati
  • Sedang hamil
  • Sedang menyusui

Hindari penghentian konsumsi obat secara tiba-tiba.

 

 

Interaksi obat mungkin terjadi jika Anda menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum menggunakannya. Bila perlu, dokter mungkin akan mengurangi dosis atau mengganti obat dengan alternatif obat lainnya.

Mengonsumsi quetiapine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi yang meliputi:

  • Peningkatan efek sentral jika digunakan dengan obat penekan sistem saraf pusat
  • Peningkatan kinerja obat yang dapat memperpanjang interval QT, atau menimbulkan ketidakseimbangan elektrolit
  • Peningkatan efek obat antihipertensi
  • Peningkatan efek ekstrapiramidal
  • Efek kantuk dan pertambahan berat badan, jika digunakan dengan lithium
  • Penurunan efektivitas kinerja obat jenis dopaminergik (seperti levodopa)
  • Penurunan level plasma jika dikonsumsi dengan perangsang CYP3A4 (seperti fenitoin, carbamazepin)
  • Peningkatan level plasma jika dikonsumsi dengan penghambat CYP3A4 (seperti ketoconazole, eritromisin)
  • Peningkatan klirens jika dikonsumsi dengan thioridazine

 

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus sesuai dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Drugs.com. https://mims.com/indonesia/drug/info/quetiapine/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 26 Agustus 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/quetiapine-oral-tablet

Diakses pada 26 Agustus 2019

 

MIMS. https://mims.com/indonesia/drug/info/quetiapine/?type=brief&mtype=generic

Diakses pada 26 Agustus 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Memahami Gejala Ekstrapiramidal, Gangguan Motorik yang Berisiko Terjadi Setelah Konsumsi Antipsikotik

Gejala ekstrapiramidal adalah ‘gangguan’ pada ekstrapiramidal di otak. Gangguan ini bisa terjadi sebagai efek samping dari penggunaan obat antipsikotik tipikal. Gejala ekstrapiramidal tersebut dapat timbulkan gerakan tidak terkontrol yang berisiko mengganggu aktivitas pasien.
21 Aug 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Memahami Gejala Ekstrapiramidal, Gangguan Motorik yang Berisiko Terjadi Setelah Konsumsi Antipsikotik

Disforia Adalah Lawannya Euforia, Apa Penyebabnya?

Disforia adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa tak bahagia, rasa frustasi, dan ketidakpuasan menghadapi masalah hidup. Disforia bukanlah gangguan mental yang berdiri sendiri – namun bisa menjadi gejala gangguan kejiwaan tertentu.
18 Oct 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Disforia Adalah Lawannya Euforia, Apa Penyebabnya?

Cabin Fever Rawan Menjangkiti yang Terlalu Lama di Rumah

Cabin fever adalah adalah penyakit yang muncul akibat terlalu lama "terisolasi" di dalam satu tempat, tanpa adanya hubungan dengan "dunia luar".
06 Apr 2020|Fadli Adzani
Baca selengkapnya
Cabin Fever Rawan Menjangkiti yang Terlalu Lama di Rumah