Pyrazinamide

29 Agu 2019| Olivia
Pyrazinamide adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis

Pyrazinamide digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis

Daftar merek obat yang beredar di Indonesia

Corsazinamid, Neotibi, Prazina, Pezeta-Ciba 500, Sanazet, Siramid, TB Zet, Tibicel

Deskripsi obat

Pyrazinamide merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis. Obat ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri tuberculosis dalam tubuh manusia.

Pyrazinamide (Pirazinamid)
Golongan

Antituberkulosis

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral

Tuberkulosis

  • Dewasa: Sebagai bagian dari terapi tuberkulosis, diberikan bersama dengan obat-obatan antituberkulosis lainnya.
    • Untuk pengobatan standar 2 bulan tanpa pengawasan: Berat badan kurang dari 50 kg: 1,5 g setiap hari; Berat badan lebih dari 50 kg: 2 g setiap hari.
    • Untuk perawatan 2 bulan yang diawasi secara intermiten: Berat badan kurang dari 50 kg: 2 g diberikan 3 kali seminggu; Berat badan lebih dari 50 kg: 2,5 g diberikan 3 kali.
  • Anak: Sebagai bagian dari terapi tuberculosis, diberikan bersama dengan obat-obatan antituberkulosis lainnya.
    • Untuk pengobatan standar 2 bulan tanpa pengawasan: 35 mg/kg setiap hari.
    • Untuk pengobatan 2 bulan yang diawasi secara intermiten: 50 mg/kg diberikan 3 kali seminggu.

Efek samping obat

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Mual, hilang nafsu makan, muntah merupakan efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Segera hubungi dokter Anda bila Anda mengalami gejala berikut ini:

  • Mata atau kulit menguning
  • Nyeri perut

Perhatian Khusus

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien dengan DM, riwayat asam urat
  • Gangguan hati dan ginjal ringan sampai sedang
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Hipersensitivitas
  • Hiperurisemia dan/atau artritis gout, porfiria akut
  • Kerusakan hati berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Konsumsi bersamaan dengan probenecid dapat menurunkan efek uricosuric. Pyrazinamide dapat mengurangi efek kontrasepsi dari estrogen, menonaktifkan vaksin tifoid oral, meningkatkan konsentrasi serum ciclosporin, meningkatkan efek hepatotoksik rifampisin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/pyrazinamide-oral-route/description/drg-20065679
Diakses pada 30 November 2018.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/pyrazinamide/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-7398/pyrazinamide-oral/details
Diakses pada 30 November 2018.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email