Puricemia Tablet 300 mg

16 Agu 2020| Ajeng Prahasta

Deskripsi obat

Puricemia tablet adalah obat untuk menurunkan kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh karena pengobatan kanker dan mangatasi batu ginjal. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Puricemia tablet mengandung zat aktif allopurinol.

Puricemia Tablet 300 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (300 mg)
ProdusenSanbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati kadar asam urat yang tinggi dalam darah (hiperurisemia).
  • Menurunkan kadar asam urat yang tinggi (hiperurisemia) akibat pengobatan kanker.
  • Mengatasi batu saluran kemih.

Allopurinol digunakan untuk mengobati asam urat dan batu ginjal jenis tertentu. Obat ini juga digunakan untuk mencegah peningkatan kadar asam urat pada pasien yang menjalani kemoterapi. Pasien-pasien ini dapat mengalami peningkatan kadar asam urat karena pelepasan asam urat dari sel-sel kanker. Allopurinol adalah obat asam urat bekerja dengan cara menurunkan kadar asam urat melalui mekanisme penghambat xanthine oxidase, enzim xanthine oxidase ini bekerja dengan menghambat hipoksantin menjadi xanthine dan selanjutnya menjadi asam urat. Peningkatan kadar asam urat dapat menyebabkan masalah asam urat dan ginjal.

Komposisi obat

Allopurinol 300 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Hiperurisemia:
    • Dosis awal: 100 mg/hari.
    • Perawatan:
      • Ringan: 100-300 mg/hari.
      • Cukup parah: 600 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 900 mg/hari. Dosis 300 mg ke atas harus dikonsumsi dalam dosis terbagi.
  • Hiperurisemia akibat pengobatan kanker: 600-800 mg/hari dalam dosis terbagi, dikonsumsi selama 2-3 hari sebelum dilakukan pengobatan kanker.
  • Batu saluran kemih: 200-300 mg/hari dalam dosis tunggal atau terbagi.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia).
  • Demam.
  • Nyeri sendi.
  • Gagal ginjal.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Nyeri otot.
  • Sakit kepala.
  • Penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia).
  • Tingginya kadar eosinofil dalam darah (eosinofilia).
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Nyeri pada perut.
  • Kesemutan (parestesia).
  • Kelelahan.
  • Gatal pada sebagian atau seluruh tubuh (pruritus).
  • Kerontokan rambut (alopecia).
  • Kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson). Sindrom Stevens-Johnson adalah efek samping langka dari allopurinol yang ditandai dengan gejala seperti flu, diikuti oleh ruam merah atau ungu yang menyebar, dan membentuk lepuh. Kulit yang terkena akhirnya mati dan mengelupas dapat terjadi dalam 8 minggu pertama penggunaan allopurinol, atau ketika dosis ditingkatkan terlalu cepat. Ini juga dapat terjadi jika allopurinol dihentikan tiba-tiba selama beberapa hari dan kemudian dimulai kembali dengan dosis yang sama seperti sebelumnya. Hentikan penggunaan obat ini secara perlahan.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan tiroid.
  • Pasien yang mengalami serangan asam urat akut.
  • Pasien yang menggunakan allopurinol (300-600 mg) bersamaan dengan merkaptopurin atau azatioprin.
  • Pasien dengan gangguan penyimpanan zat besi termasuk penyakit ketika kadar zat besi di dalam tubuh terlalu berlebihan (hematokromatosis).
  • Pasien dengan gangguan ginjal atau hati.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Anak-anak.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Aziatiopirin dan merkaptopurin.
    Allopurinol dapat mengurangi metabolisme aziatiopirin dan merkaptopurin sehingga meningkatkan risiko terjadinya kerusakan sumsum tulang yang parah.
  • Dikumarol, klorpropamid, dan vidarabin.
    Allopurinol dapat memperpanjang waktu paruh dari obat-obat di atas.
  • Siklosporin.
    Allopurinol dapat meningkatkan kadar siklosporin.
  • Diuretik tiazid.
    Allopurinol dapat meningkatkan risiko alergo [ada pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal.
  • Teofilin.
    Allopurinol dapat menghambat metabolisme teofilin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/allopurinol
Diakses pada 28 Juli 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/allopurinol/
Diakses pada 28 Juli 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682673.html
Diakses pada 28 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8610/allopurinol-oral/details
Diakses pada 28 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Nyeri Sendi Lutut Tak Harus ke Dokter, Begini Cara Menyembuhkannya

Nyeri sendi lutut dapat terjadi jika terlalu aktif bergerak. Cara mengobatinya adalah dengan mengistirahatkan lutut, kompres es, perban, atau obat pereda nyeri.
13 Jun 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Nyeri Sendi Lutut Tak Harus ke Dokter, Begini Cara Menyembuhkannya

Pilihan Obat Batu Ginjal Alami yang Bisa Dicoba di Rumah

Obat batu ginjal alami bisa dicoba di rumah setelah berkonsultasi dengan dokter. Pilihan bahannya pun amat mudah dicari, mulai dari perasan lemon, daun basil, kacang merah, hingga buah delima. Yang terpenting, jaga asupan air putih Anda untuk atasi batu ginjal dan mencegah kambuhnya lagi di kemudian hari.
18 May 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Pilihan Obat Batu Ginjal Alami yang Bisa Dicoba di Rumah

Kenali Penyebab Nyeri Sendi yang Umum Terjadi

Penyebab nyeri sendi yang biasanya timbul tidak hanya berkisar pada asam urat saja, tetapi juga bisa dipicu oleh ankylosing spondylitis ataupun bursitis. Nyeri sendi yang timbul pada tulang belakang ini umumnya membuat ruas-ruas tulang belakang menyatu dan terasa sakit, hingga menimbulkan postur membungkuk.
04 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Kenali Penyebab Nyeri Sendi yang Umum Terjadi