Pumpisel bubuk injeksi 40 mg untuk pengobatan tukak usus dua belas jari, lambung, peradangan esofagus.
Pumpisel bubuk injeksi 40 mg untuk pengobatan tukak usus dua belas jari, lambung, peradangan esofagus.
Pumpisel bubuk injeksi 40 mg untuk pengobatan tukak usus dua belas jari, lambung, peradangan esofagus.
Pumpisel bubuk injeksi 40 mg untuk pengobatan tukak usus dua belas jari, lambung, peradangan esofagus.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 198.550/box (40 mg) per Oktober 2019.
Kemasan 1 botol @ 40 mg.
Produsen Sanbe Farma

Pumpisel adalah obat yang digunakan untuk mengobati penyakit akibat peningkatan asam lambung serta menjaga dinding lambung dari kerusakan. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Pumpisel mengandung zat aktif pantoprazole.

Pengobatan:

  • Tukak usus dua belas jari.
  • Tukak lambung.
  • Peradangan esofagus sedang dan parah.
  • Kondisi hipersekresi patologis yang berhubungan dengan kondisi yang ditandai dengan kemunculan satu atau beberapa tumor gastrinoma di pankreas atau di usus dua belas jari (sindrom Zollinger-Ellison) atau kondisi neoplastik.

Pantoprazol natrium setara pantoprazol 40 mg.

1 vial/hari.

Pemberian secara intravena sesuai petunjuk dokter.

  • Darah dan sistem limfatik: Rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia), keadaan dimana jumlah trombosit dalam tubuh menurun (trombositopenia).
  • Gangguan gastrointestinal: Nyeri perut bagian atas, diare, sembelit dan perut kembung, mual atau muntah, mulut kering.
  • Gangguan umum: Peradangan pada pembuluh darah balik (tromboflebitis) di tempat suntikan
  • Gangguan hati: Kerusakan hati (hepatoseluler) yang mengarah pada penyakit kuning dengan atau tanpa kegagalan hati.
  • Gangguan sistem imun: Reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba (anafilaktik).
  • Pemeriksaan: peningkatan enzim hati, meningkatkan trigliserida dan peningkatan suhu tubuh.
  • Gangguan jaringan ikat: Nyeri otot (mialgia).
  • Gangguan sistem saraf: Sakit kepala, pusing, pengelihatan kabur.
  • Gangguan psikiatrik: Depresi mental.
  • Gangguan ginjal dan saluran kemih: Peradangan dan pembengkakan di ruang sekitar jaringan dalam ginjal.
  • Gangguan kulit: Reaksi alergi seperti ruam kulit, pembengkakan (angioedema).

Hipersensitivitas terhadap salah satu komponen obat ini.

  • Pasien gangguan pencernaan (gastrointestinal) ringan seperti nervous dispepsia.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien geriatrik dosis harian sebaiknya tidak melebihi 40 mg.
  • Anak-anak.
  • Kehamilan.
  • Ketoconazole.
  • Obat atau senyawa lainnya yg dimetabolisme oleh sistem enzim sitokrom P450.

Sesuai kemasan per Oktober 2019

Artikel Terkait