Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Pseudoephedrine (Alias: Pseudoefedrin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Pseudeophedrine mengobati hidung tersumbat dan nyeri sinus dengan mempersempit pembuluh darah
Pseudoephedrine digunakan untuk mengobati hidung tersumbat

Merk dagang yang beredar:

Alco, Devosix, Disudrin, Edorisan, Neo Triaminic, Rhinos Neo

Pseudoephedrine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati sementara hidung tersumbat dan nyeri sinus oleh infeksi. Obat ini bekerja dengan mempersempit pembuluh darah untuk mengurangi pembengkakan dan kemacetan.

Pseudoephedrine (Pseudoefedrin)
Golongan

Dekongestan

Kategori Obat

Obat bebas dan resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral

Hidung tersumbat

  • Dewasa: 60 mg tiap 4-6 jam. Maks: 240 mg setiap hari. Sebagai tablet terurai lambat : 120 mg tiap 12 jam atau 240 mg tiap 24 jam.
  • Anak: >12 tahun Sama dengan dosis dewasa.

Aturan pakai Pseudoephedrine dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Minum obat ini dengan atau tanpa makanan.
  • Dosis didasarkan pada pada usia, kondisi medis, dan respons.
  • Telan kapsul secara utuh, jangan dihancurkan.
  • Jangan mengonsumsi kafein karena dapat meningkatkan efek samping.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Efek Samping

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. pusing, kesulitan tidur, dan mual merupakan efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Bila Anda mengalami gejala berat/serius sebagai berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • Signifikan: Reaksi kulit yang parah (mis. Pustulosis eksantematosa generalisata akut).
  • Gangguan jantung: Takikardi, aritmia jantung, jantung berdebar.
  • Gangguan mata: Glaukoma sudut tertutup.
  • Gangguan pencernaan: Mulut kering, mual, muntah.
  • Gangguan sistem saraf: Tremor, sakit kepala.
  • Gangguan kejiwaan: Halusinasi, susah tidur, gangguan tidur, gelisah, gelisah, lekas marah, rangsangan.
  • Gangguan ginjal dan urin: Retensi urin.
  • Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam.
  • Gangguan pembuluh darah: Hipertensi

 

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Perawatan dengan obat-obatan dingin pada anak-anak harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena potensi risiko dan bukti terbatas pada kemanjuran.
  • Kehamilan dan menyusui.

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipertensi, penyakit jantung iskemik, penyakit vaskular oklusif, gangguan ginjal berat, diabetes mellitus, glaukoma sudut tertutup.
  • Anak-anak kurang dari 12 tahun.
  • Bersamaan atau dalam 14 hari penggunaan MAOI.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Konsumsi Pseudoephedrine dapat terjadi peningkatan aktivitas alat pacu jantung ektopik ketika diberikan dengan digitalis. Dapat menurunkan efek farmakologi obat  antihipertensi yang mempengaruhi aktivitas simpatis (contoh reserpin, metildopa), dapat mengakibatkan peningkatan penyerapan dengan aluminium hidroksida. Dapat meningkatkan efek kerja doxapram dan oksitosin, meningkatkan efek antidepressants trisiklik, menurunkan absorbsi kaolin, menurunkan efek terapeutik antipsikosis, meningkatkan efek vasokonstriktor dari alkaloid ergot, krisis hipertensi dapat terjadi ketika pseudoephedrine diberikan dengan MAOI.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Artikel Terkait:
Back to Top