Prozine Expectorant Sirup 60 ml

13 Feb 2020| Arif Putra
Golongan
Obat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HET
Rp 12.075/botol (60 ml) per Februari 2020
Kemasan
1 box isi 1 botol @ 60 ml
Produsen
Balatif Pharmaceutical Division

Prozine Expectorant sirup adalah obat untuk meringankan batuk berdahak yang disebabkan oleh alergi. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas terbatas. Prozine Expectorant sirup mengandung zat aktif prometazin HCl dan guaifenesin.
Prometazin HCl adalah obat untuk mengatasi gejala demam, alergi, serta dapat mencegah mual dan muntah. Obat ini bekerja dengan menghambat zat kimia yang diproduksi tubuh ketika mengalami reaksi alergi (histamin), serta mempengaruhi asetilkolin untuk meringankan mual, nyeri, dan mampu memberikan efek menenangkan.
Guaifenesin adalah obat yang dapat mengatasi batuk yang disebabkan akibat flu, peradangan pada paru, dan gangguan pernapasan lainnya, guaifenesin bekerja dengan dengan mengencerkan dahak pada saluran pernapasan sehingga melancarkan pernapasan.

Mengurangi dan meringankan batuk berdahak yang disebabkan oleh alergi.

Tiap 5 ml:

  • Prometazin HCl 5mg.
  • Guaifenesin 50 mg.
  • Natrium sitrat 200 mg.
  • Etanol 2%.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 2-3 sendok takar 5 ml (10-15 ml) sebanyak 3 kali/hari.
  • Anak 6-10 tahun: 1 sendok takar 5 ml sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan.

  • Gangguan pada sistem saraf:
    • Sedasi.
    • Mengantuk.
    • Penglihatan kabur.
    • Mulut kering.
    • Sakit kepala.
  • Ganggaan kardiovaskular: peningkatan tekanan darah.
  • Gangguan pada kulit: kemerahan pada kulit.
  • Gangguan pada darah:
    • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia).
    • Jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal (trombositopenia).
  • Gangguan pada saluran pencernaan:
    • Mual.
    • Muntah.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Bayi baru lahir.
  • Bayi prematur.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Pasien yang mengalami koma.
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi dan menjalankan mesin.
  • Anak-anak 6 tahun ke bawah.
  • Penderita dengan riwayat peningkatan tekanan intraokular (glaukoma).
  • Pasien penderita penyakit akibat kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita asma bronkial.
  • Pasien penderita penyakit jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien lanjut usia.
  • Penderita gangguan fungsi hati atau ginjal.
  • Penderita yang sedang menderita asma, penyakit kronis akibat kerusakan kantong udara atau alveolus pada paru-paru sehingga membuat pernapasan menjadi pendek (emfisema), sesak nafas, penyakit paru-paru kronis, tukak lambung dan kesulitan buang air.
  • Selama minum obat ini tidak boleh minum alkohol dan obat-obat lain yang menyebabkan depresi SSP atau obat penenang.
  • Jangan melampaui dosis yang dianjurkan.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
  • Depresan SSP seperti fluoksetin, escitalopram, dan fluvoksamin.
  • Alkohol.
  • Narkotik.
  • Pereda nyeri (analgesik).
  • Penenang (sedatif).
  • Hipnotik.
  • Anti depresan trisiklik.
  • Tranquilizer.
  • Antidepresan tipe penghambat monoamin oksidase seperti fenelzin, furazolidon, dan linezolid.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Drugs. https://www.drugs.com/guaifenesin.html
Diakses pada 7 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-160881/cough-formula-guaifenesin-oral/details
Diakses pada 7 Juli 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8895/promethazine-oral/details
Diakses pada 7 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/promethazine.html
Diakses pada 7 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Gatal-Gatal Usai Minum Kopi? Alergi Kafein Bisa Jadi Penyebabnya

Tak semua orang bisa menikmati secangkir kopi. Ada sebagian orang yang langsung gatal-gatal setelah mengonsumsi minuman berkafein tersebut. Kondisi ini dinamakan dengan alergi kafein.
13 Jan 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Gatal-Gatal Usai Minum Kopi? Alergi Kafein Bisa Jadi Penyebabnya

Terbilang Unik dan Langka, Apa itu Alergi Ayam?

Meski tidak sebanyak alergi telur atau kacang-kacangan, ada orang yang memiliki alergi ayam. Jenis alergi ini pun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga berbahaya pada sebagian orang. Ini terjadi karena sistem imun justru menyerang alergen sebagai substansi yang berbahaya.
21 Aug 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Terbilang Unik dan Langka, Apa itu Alergi Ayam?

Skin Test Antibiotik: Apa Manfaat dan Bagaimana Prosedurnya?

Antibiotik termasuk jenis obat yang paling umum menimbulkan alergi. Menjalani skin test antibiotik adalah satu-satunya cara untuk tahu cara mengatasinya.
08 Jul 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Skin Test Antibiotik: Apa Manfaat dan Bagaimana Prosedurnya?