Prozac Kapsul 20 mg

08 Jan 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 14 kapsul (20 mg)
Produsen
Eli Lilly

Prozac tablet adalah obat yang digunakan untuk mengobati depresi, Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yaitu suatu gangguan yang membuat seseorang terus berpikir dan melakukan suatu tindakan secara berulang, gangguan untuk selalu memuntahkan kembali makanan yang telah dimakannya (bulimia), dan serangan panik. Obat ini merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter. Prozac tablet mengandung zat aktif fluoksetin hidroklorida.

Fluoksetin merupakan obat golongan Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRI) yang bekerja dengan cara meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Serotonin membantu menjaga keseimbangan kesehatan mental sehingga dapat mengatasi gejala:

  • Depresi.
  • Obsessive Compulsive Disorder (OCD) yaitu suatu gangguan yang membuat seseorang terus berpikir dan melakukan suatu tindakan secara berulang.
  • Gangguan untuk selalu memuntahkan kembali makanan yang telah dimakannya (bulimia).
  • Serangan panik.

Fluoksetin hidroklorida 20 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Depresi:
    • Dosis awal: 20 mg/hari
    • Dosis maksimal: 80 mg/hari terbagi menjadi dua dosis.
  • Bulimia: 60 mg/hari dalam dosis tunggal atau dosis terbagi.
  • Obsessive Compulsive Disorder (OCD):
    • Dosis awal: 20 mg/hari, bila perlu dapat ditingkatkan menjadi 60 mg/hari.
    • Dosis maksimal: 80 mg/ terbagi menjadi dua dosis.
  • Serangan panik: 10 mg/hari, setelah seminggu dapat ditingkatkan menjadi 20 mg/hari. Selanjutnya, dapat ditingkatkan menjadi 60 mg/hari.

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Mual.
    Konsumsi fluxetine dengan atau setelah makan dan konsumsi makanan yang ringan serta hindari makanan yang pedas.
  • Sakit kepala.
    Istirahat dan minum banyak air, jangan minum terlalu banyak alkohol, lakukan konsultasi pada apoteker untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit dan jika rasa sakit tidak hilang dalam waktu lebih dari seminggu segera konsultasikan kepada dokter.
  • Gangguan kesulitan tidur.
    Konsumsi fluoxetine di pagi hari.
  • Diare.
  • Minum banyak air untuk mencegah dehidrasi yang ditandai dengan sulit buang air kecil atau kencing yang berbau kuat. Jangan mengonsumsi obat untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
  • Mudah merasa lelah dan lemas.
    Hentikan seluruh aktivitas dengan cara duduk atau berbaring sampai merasa lebih baik, jangan berkendara atau menjalankan mesin, jangan meminum alkohol karena akan memperburuk keadaan.
  • Gangguan kesulitan tidur.
    Jika Anda mengalami kesulitan tidur pada malam hari yang disebabkan oleh fluoksetin, cobalah untuk mengonsumsi fluoksetin pada pagi hari.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang memiliki gangguan jantung sebab fluoksetine dapat meningkatkan detak jantung.
  • Pasien yang pernah mengonsumsi obat antidepresi lain sebab beberapa obat dapat berinteraksi dengan fluoxetine sehingga menyebabkan tekanan darah tinggi.
  • Wanita yang berencana hamil atau wanita yang telah hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki gangguan mata berupa tekanan pada mata (glaukoma) sebab fluoxetine dapat meningkatkan tekanan pada mata.
  • Pasien yang memiliki penyakit epilepsi.
  • Pasien dengan riwayat gangguan perubahan suasana hati yang sangat drastis seperti merasa sangat senang atau sangat sedih (mania atau hipomania).
  • Pasien dengan riwayat kejang.
  • Pasien diabetes melitus.
  • Pasien yang memiliki gangguan tekanan bola mata yang terlalu tinggi (glaukoma sudut sempit akut).
  • Pasien yang memiliki gangguan hati dan ginjal.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Lansia.
  • Triptofan.
    Pengunaan bersama fluoksetin dapat menyababkan agitasi, gelisah, dan sakit perut.
  • Obat golongan benzodiazepin seperti triazolam dan midazolam.
    Pengunaan bersama fluoksetin dapat menyebabkan kantuk.
  • Warfarin, obat golongan NSAID, dan aspirin.
    Pengunaan bersama fluoxetine dapat menyebabkan perdarahan.
  • Aripiprazol, dekstrometorfan, metadon, paliperidon, dan risperidon.
    Pengunaan bersama fluoksetin dapat menyebabkan gangguan pada jantung dan gerakan otot tak sadar.
  • Lithium.
    Lakukan monitor terhadap kadar lithium dalam darah.
  • Fenitoin.
    Pengunaan bersama fluoksetin dapat kebingunan, pusing, dan demam.
  • Karbamazepin.
    Pengunaan bersama fluoksetin dapat menyebabkan pengelihatan yang buram, sakit kepala sampai seperti berputar (vertigo), dan gerakan tak terkontrol pada salah satu bagian tubuh (tremor).
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Berbagaimacam Phobia dan Cara Mengatasinya

Fobia merupakan gangguan kecemasan yang menyebabkan seseorang memiliki ketakutan berlebihan dan terkesan tidak masuk akal terhadap situasi tertentu.
10 Sep 2019|Grace Ratnasari
Baca selengkapnya
Kenali Berbagaimacam Phobia dan Cara Mengatasinya

Gangguan Kepribadian Ganda Bisa Muncul Akibat KDRT pada Anak

KDRT pada anak bisa menjadi gangguan mental pada anak hingga dewasa. Salah satu yang umum terjadi adalah gangguan identitas disosiatif atau gangguan kepribadian ganda.
26 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Gangguan Kepribadian Ganda Bisa Muncul Akibat KDRT pada Anak

Gejala Trikotilomania Adalah Menarik Rambut Bahkan Hingga Botak

Trikotilomania adalah gangguan mental kronis dengan kebiasaan menarik rambut di seluruh area tubuh. Penderita tikotilomania atau hair-pulling disorder merasakan kepuasan dan kelegaan setelah mencabut rambutnya.
07 Feb 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Gejala Trikotilomania Adalah Menarik Rambut Bahkan Hingga Botak