Provelyn kapsul 75 mg

29 Okt 2019| Arif Putra

Deskripsi obat

Provelyn adalah obat yang digunakan untuk mengobati nyeri akibat gangguan saraf, biasa digunakan dalam pengobatan nyeri saraf pada penyakit diabetes, dan fibromyalgia. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Provelyn mengandung zat aktif pregabalin.

Provelyn kapsul 75 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 204.583/strip (75 mg) per Oktober 2019
Kemasan1 box isi 1 strip @ 14 kapsul (75 mg)
ProdusenKalbe Farma

Indikasi (manfaat) obat

  • Pengobatan:
    • Nyeri karena gangguan yang terjadi akibat kerusakan pada sistem saraf tepi (neuropati perifer) pada pasien dewasa.
    • Terapi tambahan pada kejang parsial dengan atau tanpa generalisasi sekunder pada pasien dewasa.
    • Terapi untuk gangguan kecemasan (ansietas) umum pada pasien dewasa.
    • Mengurangi nyeri pada tulang dan otot yang menjalar ke bagian dalam tubuh dari lokasi nyeri tersebut berasal (Fibromyalgia).

Komposisi obat

Pregabalin 75 mg

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dosis disesuaikan dengan tujuan terapi dan respon terapi setiap individu.

  • Nyeri neuropatik:
    • Dosis awal: 1 tablet (75 mg) sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis optimum: 2 tablet (150 mg) sebanyak 2 kali/hari.
  • Epilepsi:
    • Dosis awal: 1 tablet (75 mg) sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis optimum: 2 tablet (150 mg) sebanyak 2 kali/hari.
  • Gangguan ansietas umum:
    • 2-8 tablet (150-600 mg)/hari diberikan dalam 2 atau 3 dosis terbagi.
  • Fibromialgia:
    • Dosis awal: 1 tablet (75 mg) sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis yang direkomendasikan: 4-6 tablet (300-450 mg)/hari diberikan dalam 2 dosis terbagi.

 

Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda untuk memastikan informasi yang ditampilkan pada halaman ini berlaku untuk keadaan pribadi Anda.

Aturan pakai obat

  • Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.
  • Simpan pada suhu di bawah 30°C

Efek samping obat

  • Pusing dan mengantuk
  • Gangguan pada darah dan kelainan sistem limpatik: Kondisi di mana jumlah neutrofil yang merupakan bagian dari sel darah putih dalam darah menurun (neutropenia)
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi: meningkatnya nafsu makan, anoreksia dan hipoglikemia
  • Gangguan psikiatrik: mood euforia, bingung, meningkat dan menurunnya libido, iritabilitas, gelisah, depresi
  • Gangguan sistem imun: hipersensitif, reaksi alergi
  • Gangguan siste saraf: pusing, somnolen, tremor, gangguan daya ingat, sensasi terbakar, kehilangan kesadaran, gangguan mental
  • Gangguan pada mata: pengelihatan kabur, diplopia, gangguan pengelihatan, mata kering, mata bengkak
  • Gangguan telinga dan labirin: vertigo, hiperakusis
  • Gangguan jantung: takikardia
  • Gagal jantung kongestif
  • Gangguan respirasi: hidung kering, batuk, rhinitis, mendengkur
  • Gangguan kulit: berkeringat, rash papular, keringat dingin, ruam
  • Gangguan umum dan kondisi tempat pemberian: Kondisi yang memiliki tanda berkurangnya kapasitas yang dimiliki seseorang untuk bekerja dan mengurangi efisiensi prestasi, dan biasanya hal ini disertai dengan perasaan letih dan lemah (fatique), edema, rasa mabuk, berjalan abnormal, jatuh, rasa haus, sesak nafas

Perhatian Khusus

Pasien dengan kelainan herediter yg jarang berupa intoleransi galaktosa, defisiensi Lapp-lactase atau malabsorpsi glukosa-galaktosa.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang sensitif terhadap pregabalin atau komponen zat penyertanya.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

Sesuai kemasan per Oktober 2019

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/provelyn/provelyn?type=brief&lang=id
Diakses pada tanggal 28 Oktober 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Epilepsi pada Anak bisa Berpengaruh pada Perkembangannya

Epilepsi pada anak bisa memberikan dampak yang berbeda, pada masing-masing penderitanya. Meski pada beberapa kasus perkembangan anak tidak terganggu, tapi untuk kasus lainnya, epilepsi juga bisa memengaruhi.
13 Jun 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Epilepsi pada Anak bisa Berpengaruh pada Perkembangannya

Sederet Makanan Penyebab Epilepsi yang Sebaiknya Dihindari

Makanan penyebab epilepsi perlu dihindari untuk meredakan kejang agar gejala epilepsi dapat mereda. Beberapa contoh makanan untuk pengidap epilepsi yang sebaiknya dibatasi atau dikurangi adalah makanan tinggi gula dan makanan mengandung MSGBaca selengkapnya
Sederet Makanan Penyebab Epilepsi yang Sebaiknya Dihindari

Gejala Gangguan Saraf dan Pilihan Pengobatannya

Gangguan saraf bisa menimbulkan berbagai gejala, mulai dari kesemutan, kejang, hingga lumpuh dan nyeri. Kondisi ini bisa bertambah parah jika tidak segera diobati. Karena itu, Anda perlu lebih waspada.
20 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Gejala Gangguan Saraf dan Pilihan Pengobatannya