Protop adalah obat yang digunakan untuk menurunkan jumlah asam di lambung dan juuga untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Protop mengandung zat aktif omeprazole.
Protop adalah obat yang digunakan untuk menurunkan jumlah asam di lambung dan juuga untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Protop mengandung zat aktif omeprazole.
Protop adalah obat yang digunakan untuk menurunkan jumlah asam di lambung dan juuga untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Protop mengandung zat aktif omeprazole.
Protop adalah obat yang digunakan untuk menurunkan jumlah asam di lambung dan juuga untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Protop mengandung zat aktif omeprazole.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 279.125/strip (20 mg) per Oktober 2019.
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 14 kapsul (20 mg).
Produsen Interbat

Protop adalah obat yang digunakan untuk menurunkan jumlah asam di lambung dan juuga untuk mengobati gejala penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan sindrom Zollinger-Ellison. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Protop mengandung zat aktif omeprazole.

  • Tukak lambung dan tukak usus dua belas jari yang kurang responsif dengan pengobatan lain.
  • Masalah pencernaan langka yang disebabkan oleh kemunculan tumor pada pankreas atau pada duodenum (bagian teratas dari usus dua belas jari) (sindroma Zollinger-Ellison).
  • Peradangan pada kerongkongan (erosif refluks esofagitis).

Omeprazole 20 mg.

  • Dewasa:
    • Dosis yang dianjurkan: 20 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Penderita sindrom Zollinger-Ellison: 3 kapsul (60 mg) sebanyak 1 kali/hari.
    • Penderita yang sukar disembuhkan dengan pengobatan lain: 40 mg sebanyak 1 kali/hari.
    • Pasien yang kurang respon terhadap terapi lain: 1-6 kapsul (20-120 mg)/hari.

Dikonsumsi utuh bersama dengan air minum.

  • Diare, pusing, mual, muntah, konstipasi.
  • Buang angin (flatulen), gatal-gatal, kondisi kulit yang lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari melebihi kondisi normal biasanya (fotosensitifitas).
  • Nyeri abdomen, ruam muka, batuk, kondisi tubuh yang mengalami kelelahan kronik (astenia), nyeri punggung.

Penderita yang hipersensitif terhadap omeprazole.

  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Anak-anak.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait