Proris kaplet 200 mg

Golongan
Obat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HET
Rp 9.434/strip (10 kaplet) per April 2019
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 kaplet (200 mg)
Produsen
Pharos

Proris adalah obat untuk meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri saat  haid, nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri setelah operasi, sakit kepala, gejala nyeri ringan sampai sedang pada penyakit rematik tulang sendi dan non sendi, terkilir. Proris mengandung ibuprofen yang termasuk obat antiinflamasi non steroid dan antidemam. Obat ini termasuk dalam obat bebas terbatas yang dapat dibeli secara bebas.

Meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri saat haid, nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, nyeri setelah operasi, sakit kepala, gejala nyeri ringan sampai sedang pada penyakit rematik tulang sendi dan non sendi, terkilir.

Ibuprofen 200 mg

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 3-4 kali/hari 

Anak-anak 1-2 tahun: 3-4 x ¼ kaplet (50 mg)/hari

Anak-anak 3-7 tahun: 3-4 x ½ kaplet (100 mg)/hari

Anak-anak 8-12 tahun: 3-4 x 1 kaplet (200 mg)/hari

  • Minum obat setiap 4-6 jam dengan segelas (240 ml) air, atau sesuai petunjuk dokter.
  • Jangan berbaring, setidaknya 10 menit setelah mengonsumsi obat.
  • Jika perut terasa sakit setelah minum obat ini, konsumsilah makanan, susu, atau antasida.
  • Penyerapan obat akan berkurang jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
  • Hindari konsumsi alkohol

Mual, muntah, diare, perut kembung, sembelit, pencernaan yg terganggu, mulas, sakit perut.

Hipersensitivitas (termasuk asma) terhadap ibuprofen atau NSAID lain. Riwayat perdarahan pencernaan, usus bocor atau ulkus yang berkaitan dengan terapi NSAID. Gagal jantung berat atau pasien yang sedang menjalani pembedahan bypass jantung. Gangguan hati dan ginjal berat. Kehamilan trimester ketiga.

Pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah atau dengan risiko tinggi (darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes melitus), gangguan perdarahan, penyakit lupus, pada saat pembedahan, gangguan hati dan ginjal, lansia dan anak-anak, kehamilan trimester ke 1 dan 2, ibu menyusui, NSAID lain, pengencer darah, tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

NSAID lain, misalnya aspirin. Obat pengencer darah, misalnya warfarin. Kortikosteroid dan obat gangguan psikologis. Siklosporin, takrolimus, lithium, metotreksat, obat-obat darah tinggi.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/ibuprofen/
Diakses pada 20 Agustus 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Daftar Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Pengobatan Tusuk Jarum

Pengobatan tusuk jarum diklaim bisa meredakan sakit punggung, leher kaku, hingga osteoarthritis dan sakit kepala. Benarkah demikian?
17 Sep 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Daftar Penyakit yang Bisa Sembuh dengan Pengobatan Tusuk Jarum

Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Skala nyeri digunakan untuk menilai tingkat keparahan rasa sakit yang dirasakan seseorang. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan angka, gambar, hingga penjelasan yang lebih rinci dengan berbagai dimensi.
07 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Sakit dan Lesu Tanpa Pemicu Jelas, Mungkin Gejala Gangguan Somatoform

Gangguan somatoform umumnya ditandai dengan rasa nyeri atau lemas tanpa penyebab fisik yang jelas. Kondisi ini bisa disembuhkan melalui terapi perilaku kognitif dan validasi emosinya.
29 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sakit dan Lesu Tanpa Pemicu Jelas, Mungkin Gejala Gangguan Somatoform