Prolaxan Tablet 5 mg

27 Okt 2020| Ajeng Prahasta
Prolaxan tablet adalah obat untuk mengatasi kesulitan buang air besar.

Deskripsi obat

Prolaxan tablet adalah obat untuk mengatasi kesulitan buang air besar dan dapat membantu mengosongkan lambung sebelum melakukan operasi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Prolaxan tablet mengandung zat aktif bisakodil.
Prolaxan Tablet 5 mg
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Produk HalalYa
Kandungan utamaBisakodil.
Kelas terapiLaksatif.
Klasifikasi obatDerivat Diphenylmethane.
Kemasan1 box isi 25 strip @ 4 tablet (5 mg)
ProdusenHarsen

Informasi zat aktif

Bisakodil atau obat turunan diphenilmethan bekerja secara langsung merangsang pergerakan peristaltik otot polos usus sehingga merangsang kontraksi dan mempermudah pengeluaran feses atau buang air besar.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, bisakodil diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Disistem sistemik sebanyak 5%.
  • Distribusi: Volume distribusi sebanyak 289 L dalam bentuk metabolit aktif.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di usus besar menjadi metabolit aktif menjadi bis-(-p-hydroxyphenyl)-pydidyl-2-methane (BHPM) dan selanjutnya di dalam hati menjadi garam glukoronid.
  • Ekskresi: Melalui urin dan empedu dalam bentuk bis-(-p-hydroxyphenyl)-pydidyl-2-methane (BHPM). Waktu paruh eliminasi sekitar 8 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengatasi kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Membantu mengosongkan lambung sebelum tindakan operasi.

Bisacodil bekerja secara langsung merangsang pergerakan peristaltik otot polos usus sehingga merangsang kontraksi dan mempermudah pengeluaran feses atau buang air besar.

Komposisi obat

Bisakodil 5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Kesulitan buang air besar (konstipasi):

  • Dewasa: 5-10 mg/hari sebelum tidur. Dosis maksimal 20 mg.
  • Anak-anak usia di bawah 4-10 tahun: 5 mg sebelum tidur.


Pengosongan lambung sebegai persiapan sebelum tindakan operasi:

  • Dewasa: 10 mg dalam dua dosis terbagi di pagi dan siang hari, diikuti dengan 10 mg dalam bentuk suppositoria pada pagi hari selanjutnya.
  • Anak-anak usia di bawah 4-10 tahun: 5 mg di sore hari diikuti dengan 5 mg dalam bentuk supppositoria pada pagi hari selanjutnya.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi pada keadaan perut kosong, tablet dikonsumsi secara utuh, dan jangan mengonsumsi obat antasida, susu, atau jenis produk susu lainnya selama 1 jam.

Efek samping obat

  • Dehidrasi.
  • Pusing.
  • Mual.
  • Muntah
  • Diare.
  • Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit: kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi (asidosis metabolik), kadar basa di dalam tubuh atau darah sangat tinggi (alkalosis), tubuh kekurangan kalium (hipokalemia).
  • Peradangan usus besar (kolitis).
    Berhenti mengonsumsi bisakodil dan minum banyak air. Konsultasi pada profesional kesehatan Anda jika mengalami gejala dehidrasi seperti warna urin yang gelap dan bau urin yang menyengat. Jangan konsumsi obat untuk mengatasi diare tanpa berkonsultasi kepada dokter.
  • Sakit perut atau kram perut.
    Kurangi dosis bisakodil yang dikonsumsi atau hentikan pemakaian sampai rasa sakit atau kram menghilang.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang menderita gangguan ginjal.
  • Pasien yang menderita peradangan usus.
  • Jangan mengonsumsi obat lebih dari 5 hari.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan prolaxan tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap bisakodil.
  • Pasien yang memiliki gangguan pencernaan seperti usus buntu (apendisitis), penyumbatan dalam usus (obstruksi usus), dan radang usus kronis pada lapisan dinding usus (penyakit Crohn).
  • Pasien yang memiliki gejala dehidrasi.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

    • Obat diuretik atau andrenokortikosteroid.
      Penggunaan bersama bisakodil dengan dosis tinggi meningkatkan risiko ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh.
    • Obat laksatif.
      Penggunaan bersama bisakodil meningkatkan efek samping gangguan pencernaan.
    • Obat antasida.
      Penggunaan bersama bisakodil menurunkan efek terapi dan meningkatkan rasa tidak nyaman pada perut (dispepsia) dan iritasi pada saluran pencernaan.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.

Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.

  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.

Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.

  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.

Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.

  • Sering lupa mengonsumsi obat.

Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Terasa pusing.
  • Terdapat darah pada feses.
  • Terasa mual.

MIMS https://www.mims.com/indonesia/drug/info/bisacodyl Diakses pada 29 Juli 2020 Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/bisacodyl/ Diakses pada 29 Juli 2020 Webmd. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12263/bisacodyl-oral/details Diakses pada 29 Juli 2020 Rxlist. https://www.rxlist.com/consumer_bisacodyl_dulcolax/drugs-condition.htm Diakses pada 29 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email