Prohiper Tablet 10 mg

Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 150.000/box per April 2020
Kemasan
1 box isi 3 strip @ 10 tablet (10 mg)
Produsen
Mersifarma TM

Prohiper tablet digunakan untuk mengatasi gangguan mental yang menyebabkan seorang anak sulit memusatkan perhatian dan kondisi narkolepsi. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Prohiper mengandung methylphenidate HCl.

Methylphenidate HCl 10 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa: 20-30 mg/hari, diberikan dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Anak-anak 6 tahun ke atas:
    • Dosis awal: 5 ml sebanyak 2 kali/hari.

Sebaiknya dikonsumsi pada saat perut kosong atau 30-40 menit sebelum makan.

  • Gugup.
  • Gangguan tidur yang menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan tidur (insomnia).
  • Sakit kepala.
  • Mengantuk.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).
  • Pusing.
  • Gangguan medis berupa gerakan yang tidak terkendali pada lidah, bibir dan wajah (diskinesia).
  • Detak jantung melebihi 100 kali per menit (takikardia).
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia).
  • Perubahan pada tekanan darah dan denyut jantung.
  • Nyeri perut (abdomen).
  • Mual dan muntah.
  • Mulut kering.
  • Ruam kulit.
  • Rasa gatal pada sebagain atau seluruh badan (pruritus).
  • Biduran (urtikaria).
  • Demam.
  • Nyeri pada satu atau lebih sendi (atralgia).
  • Kerontokan rambut.
  • Cemas.
  • Tegang.
  • Perasaan seperti jengkel, kesal ataupun gelisah (agitasi).
  • Pasien dengan kadar hormon tiroid terlalu tinggi di dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien yang memiliki gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia jantung).
  • Pasien penderita nyeri dada akibat penyakit jantung koroner (angina pektoris berat).
  • Peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang melakukan gerakan yang sama secara berulang (TIK motorik).
  • Riwayat keluarga atau didiagnosa memiliki gangguan yang menyebabkan penderitanya tiba-tiba melakukan gerakan atau ucapan berulang yang tidak disengaja dan di luar kendali (sindroma tourette).
  • Tidak untuk terapi depresi eksogen atau endogen dan keadaan lelah yang normal.
  • Pasien penderita penyakit pada sistem saraf pusat, dimana aktivitas otak menjadi tidak normal dan menyebabkan kejang (epilepsi).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Hindari penggunaan dalam jangka panjang.
  • Anak 6 tahun ke bawah.
  • Penghambat monoamine oksidase (MAOI).
  • Antikoagulan kumarin.
  • Fenobarbiton.
  • Fenotoin.
  • Primidon.
  • Fenilbutazon.
  • Imipramin.
  • Klomipramin.
  • Despiramin.
  • Guanetidin.
  • Alkohol.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/prohiper%2010/prohiper%2010?type=brief&lang=id
Diakses pada 21 April 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Makanan untuk Anak ADHD: Mana yang Baik dan Harus Dihindari?

Makanan untuk ADHD perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi gejala ADHD, seperti kurang fokus, banyak bergerak, mudah bosan, dan perhatian mudah teralihkan. Apa saja makanan untuk anak ADHD yang sebaiknya dikonsumsi dan dihindari?Baca selengkapnya
Makanan untuk Anak ADHD: Mana yang Baik dan Harus Dihindari?

Jenis Terapi Perilaku Sebagai Perawatan Anak dengan ADHD

Terapi perilaku pada dasarnya adalah perawatan yang dilakukan untuk mengubah perilaku yang dinilai menyimpang pada seseorang.
25 Sep 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Jenis Terapi Perilaku Sebagai Perawatan Anak dengan ADHD

Efek Sugar Rush pada Anak, Mitos atau Fakta?

Sugar rush adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelebihan energi akibat asupan gula yang tinggi dalam waktu yang singkat. Hal ini sering dikaitkan dengan penyebab anak hiperaktif. Namun apakah efek ini memang benar ada atau sekadar mitos?
06 Apr 2020|Rieke Saraswati
Baca selengkapnya
Efek Sugar Rush pada Anak, Mitos atau Fakta?