Progyl Tablet 500 mg

22 Agu 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
0
Kemasan
1 box isi 5 strip @ 10 tablet (500 mg)
Produsen
Promedrahadjo Farmasi Industri
Progyl tablet adalah obat untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri dari ringan hingga sedang seperti infeksi usus besar, infeksi vagina, infeksi usus halus. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Progyl tablet mengandung zat aktif metronidazol.

Metronidazol bekerja dengan berinteraksi dengan DNA mikroba untuk memutuskan untai dan struktur heliksnya yang menyebabkan penghambatan sintesis protein, degradasi, dan kematian sel. Sehingga, metronidazol dapat mengatasi:

  • Infeksi usus besar (amebasis).
  • Penyakit menular seksual (trikomoniasis).
  • Infeksi vagina (vaginosis).
  • Infeksi parasit pada usus halus (giardiasis).
  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum.
  • Infeksi gusi yang sangat nyeri (gingivitis ulseratif akut).
  • Infeksi gigi akut.
  • Penyakit arteri, vena, kapiler dan pembuluh darah limfe yang menyebabkan kelainan pada kulit (ulkus tungkai) dan luka akibat tekanan pada kulit (luka tekanan).
  • Infeksi bakteri anaerob.
  • Pencegahan infeksi bakteri anaerob setelah operasi.

Metronidazol 500 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Infeksi usus besar (amebasis): 800 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5 hari (infeksi usus); 5-10 hari (infeksi ekstra usus).
    • Dosis maksimal: 2,4 g/hari.
  • Penyakit menular seksual (trikomoniasis): 2 g dalam dosis tunggal atau 200 mg sebanyak 3 kali/hari selama 7 hari atau 400 mg sebanyak 2 kali/hari selama 5-7 hari.
  • Infeksi vagina (vaginosis): 2 g dalam dosis tunggal atau 400 mg sebanyak 2 kali/hari selama 5-7 hari.
  • Infeksi parasit pada usus halus (giardiasis): 2 g/hari selama 3 hari atau 400 mg sebanyak 3 kali/hari selama 5 hari atau 500 mg sebanyak 2 kali/hari selama 7-10 hari.
  • Infeksi bakteri Helicobacter pylori terkait dengan penyakit ulkus peptikum:
    • Dosis kombinasi dengan obat antibakteri lain dan obat penghambat pompa proton: 400 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Dosis kombinasi dengan omeprazole dan amoksisilin: 400 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Infeksi gusi yang sangat nyeri (gingivitis ulseratif akut): 200 mg sebanyak 3 kali/hari selama 3 hari.
  • Infeksi gigi akut: 200 mg sebanyak 3/kali sehari selama 3-7 hari.
  • Penyakit arteri, vena, kapiler dan pembuluh darah limfe yang menyebabkan kelainan pada kulit (ulkus tungkai) dan luka akibat tekanan pada kulit (luka tekanan): 400 mg sehari selama 7 hari.
  • Infeksi bakteri anaerob:
    • Dosis awal: 800 mg kemudian 400 mg setiap 8 jam selama 7 hari.
    • Dosis maksimal: 4 g/hari.
  • Pencegahan infeksi bakteri anaerob setelah operasi: 400 mg setiap 8 jam dalam 24 jam sebelum operasi:
    • Dosis maksimal: 4 g/hari.
Dikonsumsi bersama makanan.
  • Muntah atau diare.
    Cobalah minum banyak cairan seperti air dan buah labu untuk menghindari dehidrasi, minumlah secara perlahan, dan sesering mungkin. Tanda-tanda dehidrasi terdiri dari buang air kecil lebih sedikit dari biasanya atau urin berwarna gelap dan berbau tajam. Jika diare dan muntah berlanjut selama lebih dari 24 jam, segera hubungi dokter untuk berkonsultasi masalah Anda. Jangan mengonsumsi obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berkonsultasi kepada apoteker atau dokter.
  • Rasa logam pada mulut atau lidah berambut.
    Cobalah minum banyak air dan mengonsumsi makanan yang Anda sukai. Jika lidah Anda sangat berambut, dapat menjadi tanda sariawan. Segera hubungi dokter untuk berkonsultasi.
  • Mual.
    Cobalah mengonsumsi makanan sederhana dan hindari mengonsumsi makanan yang berat atau pedas dan cobalah mengonsumsi metronidazol setelah makan.
  • Sakit kepala.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap metronidazol dan nitroimidazol lain.
  • Pasien yang menggunakan disulfiram secara bersama dalam 14 hari terakhir.
  • Wanita hamil selama trimester pertama dalam pengobatan penyakit menular seksual (trikomoniasis).
  • Pasien dengan atau riwayat gangguan kejang.
  • Pasien dengan atau riwayat kelainan pada darah (diskrasia darah) misalnya susum tulang gagal membentuk granulosit (agranulositosis), rendahnya jumlah sel darah putih (leukopenia), rendahnya jumlah neutrofil (neutropenia).
  • Penuaan dini selama bayi atau pada remaja (sindrom cockayne).
  • Pasien dengan gangguan hati dan gangguan ginjal berat atau gagal ginjal stadium akhir (ESRD).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Dronabinol.
    Penggunaan bersama metronidazol meningkatkan keracunan pada dronabinol. Hentikan penggunaan metronidazol setidaknya selama 14 hari sebelum mengonsumsi larutan dronabiol dan jangan mengonsumsi metronidazol dalam 7 hari saat menyelesaikan pengobatan dengan larutan dronabinol.
  • Flibanserin.
    Penggunaan bersama metronidazol meningkatkan kadar atau efek dari flibanserin dengan mempengaruhi metabolisme dari enzim hati CYP3A4.
  • Lomitapid.
    Penggunaan bersama metronidazol meningkatkan kadar dari lomitapid dengan mempengaruhi metabolisme enzim hati CYP3A4.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/metronidazole
Diakses pada 19 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/flagyl-metronidazole-342566#3
Diakses pada 19 Agustus 2020

Nhs. https://www.nhs.uk/medicines/metronidazole/
Diakses pada 19 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

11 Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak yang Mungkin Pernah Anda Alami

Ketiak adalah salah satu bagian tubuh yang jarang diperhatikan, namun memiliki banyak masalah kesehatan. Salah satunya adalah benjolan. Penyebab benjolan di ketiak yaitu infeksi bakteri atau virus, limfoma, hingga pertumbuhan sel kanker.
03 Sep 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
11 Penyebab Munculnya Benjolan di Ketiak yang Mungkin Pernah Anda Alami

Ciri-ciri Paru-paru Basah dan Sederet Penyakit yang Jadi Penyebabnya

Paru-paru basah adalah kondisi menumpuknya cairan pada area di sekitar paru-paru dan rongga dada. Ciri-cirinya adalah sakit dada, batuk kering, demam, sesak napas, napas pendek, sering cegukan, dan cepat merasa lelah. Paru-paru basah paling sering disebabkan karena adanya kebocoran dari organ lain, kanker, infeksi bakteri, dan penyakit autoimin.
12 Aug 2019|Armita Rahardini
Baca selengkapnya
Ciri-ciri Paru-paru Basah dan Sederet Penyakit yang Jadi Penyebabnya

Tentang Penyakit Disentri, Ini Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui

Penyakit disentri adalah infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri maupun amoeba. Penderitanya bisa mengalai BAB berdarah, kram perut, hingga demam dan lemas. Penyakit ini bisa diobati dengan obat.
10 Jul 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Tentang Penyakit Disentri, Ini Segala Hal yang Perlu Anda Ketahui