Progesteron digunakan untuk mencegah perubahan rahim pada wanita dan mengatur siklus menstruasi
Progesteron membantu mengatur siklus menstruasi

Crinone, Cygest, Utrogestan

Progesteron merupakan obat yang digunakan untuk mencegah perubahan rahim pada wanita yang menggunakan estrogen setelah menopause. Obat ini juga mengatur siklus menstruasi dan mengobati penghentian periode menstruasi (amenore) yang tidak biasa pada wanita usia reproduktif.

Progesteron (Progesteron)
Golongan

Hormon

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Pessary, kapsul lunak, tablet, dan suntik.

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak adapenelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Perdarahan uterus disfungsional, Amenorea (pemberian intramuskular)

  • Dewasa: 5-10 mg setiap hari selama 5-10 hari hingga 2 hari sebelum onset menstruasi yang diharapkan.

Keguguran berulang dengan defisiensi progesterone (intramuskular)

  • Dewasa: 25-100 mg dua kali seminggu dari hari ke 15 kehamilan sampai 8-16 minggu. Dapat ditingkatkan menjadi injeksi harian, jika perlu.

Kontrasepsi (intrauterin)

  • Dewasa: Masukkan perangkat (mengandung 38 mg progesteron) ke dalam rongga rahim, ketahanan bisa bertahan hingga 1 tahun.

Komponen progestogen dari terapi penggantian hormon

menopause (Oral)

  • Dewasa: 200 mg setiap hari sebagai dosis tunggal harian pada malam hari selama 12-14 hari setiap bulan.

Amenorea, perdarahan uterus disfungsional (Oral)

  • Dewasa: 400 mg setiap hari selama 10 hari.

Sindrom pramenstruasi

  • Dewasa: diberikan per vaginam 200 mg setiap hari, dapat ditingkatkan hingga 400 mg dua kali sehari. Pengobatan biasanya dimulai pada hari ke 12-14 dari siklus dan berlanjut sampai terjadinya menstruasi. Dosis yang sama juga dapat diberikan secara rektal.

Perdarahan uterus disfungsional, Amenorea

  • Dewasa: diberikan per vaginam dengan dosis 45 mg setiap dua hari dari hari ke-15 sampai hari ke-25 dari siklus. Dosis dapat ditingkatkan hingga 90 mg pada non-responden.

Baca petunjuk di kemasan dan ikuti perintah dari dokter sebelum menggunakan obat progesteron.

Obat sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong. Dosis diberikan sesuai kondisi medis.

Jangan menggunakan lebih banyak, lebih sering dan menggunakan lebih lama karena dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung mendapatkan penanganan medis.

Efek samping yang dapat terjadi pada pemakaian obat progesteron seperti: sakit kepala, demam, jerawat, ruam kulit, edema, perubahan siklus menstruasi, kelelahan, perubahan payudara, depresi, perubahan nafsu makan dan retensi cairan. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas , tanyakan kepada dokter yang merawat Anda.

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat progesteron dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat meningkatkan pembersihan dengan obat-obatan yang menginduksi enzim misalnya, carbamazepine, griseofulvin, phenobarbital, phenytoin dan rifampicin.
  • Ketoconazole dapat meningkatkan kadar progesteron dalam serum.
  • Dapat menghambat metabolisme ciclosporin.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Webmd. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-760/progesterone
Diakses pada 27 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/progesterone-oral-route/proper-use/drg-20075298
Diakses pada 27 Desember 2018

Mims. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/progesterone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 27 Desember 2018

Artikel Terkait