Profenal Kaplet

15 Apr 2020| Maria Yuniar

Deskripsi obat

Profenal kaplet digunakan untuk meredakan nyeri seperti sakit gigi, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri saat menstruasi. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Profenal mengandung ibuprofen dan paracetamol.

Profenal Kaplet
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 kaplet
ProdusenYarindo Farmatama

Indikasi (manfaat) obat

Meredakan nyeri seperti sakiti gigi, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri saat menstruasi (dismenore primer).

Komposisi obat

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 1 kaplet sebanyak 3-4 kaplet/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Pada pemakaian jangka panjang dan dosis besar menyebabkan kerusakan hati.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri lambung.
  • Rasa panas pada ulu hati.
  • Diare.
  • Frekuensi buang air besar yang lebih sedikit dari biasanya (konstipasi).
  • Pendarahan lambung.
  • Ruam kulit.
  • Pusing.
  • Penyempitan saluran pernafasan menuju paru-paru (bronkospasme).
  • Kondisi saat jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal (trombositopenia).
  • Keadaan dimana jumlah limfosit di dalam darah rendah (limfopenia).
  • Gangguan hati dan ginjal.
  • Penurunan ketajaman penglihatan.
  • Kesulitan membedakan warna.

Perhatian Khusus

  • Hindari pemakaian dalam dosis berlebih.
  • Pasien yang memiliki lubang atau peradangan terbuka pada bagian atas saluran pencernaan (tukak peptik).
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien gagal jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien yang mengalami penyakit lain yang dapat menimbulkan retensi cairan tubuh.
  • Pasien gangguan pembekuan (koagulasi) darah.
  • Asma.
  • Sistemik Lupus Erythematosus (SLE).
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap paracetamol, ibuprofen atau anti inflamasi non-steroid lainnya.
  • Pasien yang memiliki lubang atau peradangan terbuka pada bagian atas saluran pencernaan (tukak peptik) berat dan aktif.
  • Pasien asma, radang dan iritasi yang terjadi di membran mukosa di dalam hidung (rinitis) atau biduran (urtikaria) akibat penggunaan asetosal atau anti inflamasi non-steroid lainnya.
  • Wanita hamil trimester ketiga.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Asetosal.
  • Warfarin.
  • Paracetamol.
  • Ibuprofen.

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/profenal/profenal?type=brief&lang=id
Diakses pada 13 April 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengetahui Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala bagian atas tentu terasa sangat mengganggu dan membuat Anda tidak nyaman. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari kurang tidur hingga hipertensi.
30 May 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Mengetahui Penyebab Sakit Kepala Bagian Atas dan Cara Mengatasinya

7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kepala Sering Sakit

Kepala sering sakit sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, tahukah Anda bahwa kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat memicu sakit kepala?
02 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kepala Sering Sakit

Kapan Kepala Terbentur Perlu Diperiksakan Ke Dokter?

Kepala terbentur umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja. Kepala terbentur yang ringan dapat sembuh dengan sendirinya dan hanya membutuhkan kompresan es batu saja. Namun, bila penderita kepala terbentur mengalami gejala lain, seperti muntah dan gangguan panca indera, maka Anda perlu membawa penderita ke dokter.
19 Dec 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Kapan Kepala Terbentur Perlu Diperiksakan Ke Dokter?