Probiotin Kapsul

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 kapsul (150 mg; 200 mg)
Produsen
Tropica Mas Pharmaceuticlas
Probiotin kapsul adalah obat untuk mengatasi berbagai infeksi akibat bakteri Gram positif aerob atau anaerob yang rentan seperti pada infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit, dan infeksi saluran pencernaan. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Probiotin kapsul mengandung zat aktif klindamisin hidroklorida.

Mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri seperti pada:

Klindamisin merupakan antibiotik golongan linkomisin. Obat ini bekerja dengan memperlambat atau menghentikan pertumbuhan bakteri. Klindamisin menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat ke 23S RNA dari subunit 50S ribosom bakteri. Klindamisin menghambat pembentukan ribosom dan proses translasi.

  • Probiotin kapsul 150 mg: klindamisin hidroklorida 150 mg.
  • Probiotin kapsul 300 mg: klindamisin hidroklorida 300 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Infeksi serius: 150-300 mg dikonsumsi setiap 6 jam.
  • Infeksi lebih serius: 300-450 mg dikonsumsi setiap 6 jam.

Anak-anak 12 tahun ke bawah: 3-6 mg/kgBB/6 jam.
Dosis dihitung dengan mengalikan berat badan pasien.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Kapsul ditelan secara utuh dengan segelas penuh air dan dalam posisi tegak.
  • Merasa mual atau muntah dan rasa tidak nyaman pada perut.
    Tetaplah mengonsumsi makanan sederhana, hindari makanan yang kaya rasa atau makanan pedas. Cobalah untuk mengonsumsi obat ini setelah makan untuk mengurangi rasa mual.
  • Ruam dan gatal pada kulit.
    Jika ini menjadi masalah atau parah, segera hubungi dokter Anda.
  • Iritasi pada tenggorokan.
    Ingatlah untuk meminum kapsul dengan segelas penuh air. Jika iritasi menjadi mengganggu, segera hubungi dokter Anda.
  • Sensasi rasa terbakar pada dada yang disebabkan karena naiknya asam lambung ke kerongkongan (heartburn).
  • Kegagalan sumsum tulang membentuk granulosit (agranulositosis).
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap klindamisin, linkomisin, dan antibiotik sejenisnya.
  • Pasien yang menerima vaksin atau imunisasi.
  • Pasien dengan riwayat penyakit pada saluran pencernaan seperti kolitis.
  • Pasien yang mengalami peradangan pada selaput otak (meningitis).
  • Pasien penderita gangguan hati yang parah.
  • Pasien dengan kondisi lemah.
  • Anak-anak.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien dengan riwayat asma.
  • Agen penghambat neuromuskuler seperti vekuronium bromida.
    Klindamisin dapat meningkatkan kerja dari agen penghambat neuromuskuler sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping obat di atas.
  • Parasimpatomimetik.
    Klindamisin dapat menghasilkan efek yang berlawanan dari parasimpatomimetik.
  • Makrolida, ketolides, streptogramins, linezolid, dan kloramfenikol.
    Klindamisin dapat menghambat efek dari obat di atas sehingga akan menurunkan efektivitas obat tersebut.
  • Warfarin, fluindion, dan asenokumarol.
    Klindamisin jika dikonsumsi bersama obat di atas dapat meningkatkan tes koagulasi seperti waktu protombin dan meningkatkan risiko terjadinya perdarahan.
  • Rifampisin.
    Klindamisin dapat menurunkan kadar dan efek dari rifampisin.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/clindamycin
Diakses pada 31 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682399.html
Diakses pada 31 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/clindamycin.html
Diakses pada 31 Agustus 2020

Rxlist. https://www.rxlist.com/clindamycin-drug.htm#side_effects
Diakses pada 31 Agustus 2020

MedicalNewsToday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/clindamycin-oral-capsule#about
Diakses pada 31 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/clindamycin-capsules-for-infection-dalacin-c
Diakses pada 31 Agustus 2020

Drugbank. https://www.drugbank.ca/drugs/DB01190
Diakses pada 31 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-12235/clindamycin-hcl-oral/details
Diakses pada 31 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email