Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Probenecid (Alias: Probenecid)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Probenecid digunakan untuk mencegah asam urat
Probenecid merupakan obat untuk mencegah asam urat

Probenecid merupakan obat yang digunakan untuk mencegah asam urat. Obat ini termasuk golongan uricosurics yang bekerja menurunkan kadar asam urat tinggi dalam tubuh dengan membantu ginjal untuk menyingkirkan asam urat. Obat ini tidak dapat menyembuhkan, tetapi hanya mencegah datangnya asam urat.

Probenecid (Probenecid)
Golongan

Urikosurik

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak usia lebih dari 2 tahun

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Pengobatan Hiperurisemia dengan Gejala Gout (Asam Urat)

  • Dewasa: 250 mg 2 kali sehari selama 1 minggu, diikuti dengan 500 mg 2 kali sehari sesudahnya. Dapat ditingkatkan dosis hingga 2 g setiap hari dengan pertambahan 500 mg setiap 4 minggu jika diperlukan.

Tambahan untuk Terapi Antibakteri

  • Dewasa: 500 mg 4 kali sehari. Sebagai terapi untuk Gonore (raja singa): 1 g dosis tunggal dengan kombinasi antibakterial, atau 30 menit sebelum pemberian obat suntik antibakterial.
  • Anak: Umur lebih dari 2 tahun awalnya, 25 mg/kg, dilanjutkan denga 40 mg/kg dalam 4 dosis terbagi.

Aturan pakai Probenecid dengan benar

Baca petunjuk sesuai aturan pada kemasan dan ikuti anjuran dokter sebelum menggunakan obat probenecid.

Obat ini dapat dikonsumsi dengan makan atau dengan antasida. Pastikan asupan cairan cukup selama mengonsumsi obat ini.

Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Dokter akan memberikan dosis awal rendah, lalu akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan kondisi yang dialami oleh pasien. Dosis akan diturunkan sampai ke dosis terendah jika kondisi sudah sehat atau membaik.

Beri tahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Jika terjadi efek samping yang berlebihan, segera cari penanganan medis.

Obat probenecid dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi, seperti: mual, kehilangan nafsu makan, pusing, muntah, sakit kepala, sakit gusi, dan sering buang air kecil. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius, seperti:

  • Reaksi hipersensitivitas: sindrom Stevens Johnson
  • Sulit buang air kecil
  • Mudah memar
  • Sakit perut yang parah
  • Nyeri punggung bawah
  • Pengendapan asam urat
  • Nekrosis hati
  • Anemia

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada dokter Anda.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Penyakit ulkus peptikum
  • Masalah ginjal
  • Kehamilan dan menyusui

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Riwayat batu ginjal dan asam urat
  • Gangguan ginjal berat

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini. Jika ingin menggunakan probenecid secara bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi probenecid secara bersamaan dengan obat lain dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat meningkatkan risiko toksisitas metotreksat
  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma parasetamol, naproksen, indometasin, ketoprofen, meclofenamate, lorazepam, rifampisin, asiklovir, gansiklovir, dan zidovudine
  • Dapat menurunkan ekskresi sulfonamid terkonjugasi ginjal
  • Dapat memperpanjang kerja sulfonilurea sehingga terjadi hipoglikemia
  • Penggunaan dengan pirazinamid dapat menghambat kerja probenecid

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Penyakit
Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-8697/probenecid-oral/details
Diakses pada 03 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/probenecid-oral-route/description/drg-20065625
Diakses pada 03 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/probenecid/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 03 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top