Pro TB 2 Tablet

06 Nov 2020| Dina Rahmawati
Ditinjau oleh Ajeng Prahasta
Pro TB 2 tablet adalah obat untuk mengobati tuberkulosis (TB).

Deskripsi obat

Pro TB 2 tablet adalah obat untuk mengobati tuberkulosis (TB). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Pro TB 2 mengandung zat aktif rifampisin dan isoniazid.

Pro TB 2 Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 253.619/box per November 2019
Produk HalalYa
Kandungan utamaRifampisin dan isoniazid.
Kelas terapiRifampisin dan isoniazid.
Klasifikasi obatAgen Antituberkulosis. Turunan semisintetik dari rifampisin Agen antituberkulosis asam isonicotinic sintetis.
Kemasan1 box isi 1 strip @ 28 tablet
ProdusenPharpros

Informasi zat aktif

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan pro TB 2 tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Indikasi (manfaat) obat

Pengobatan pasien penderita tuberkulosis (TBC) positif yang telah diobati sebelumnya:

  • Pasien kambuh.
  • Pasien gagal.
  • Pasien dengan pengobatan setelah default (terputus).

Isoniazid dan rifampisin adalah obat kombinasi yang digunakan untuk mengobati tuberkulosis (TB). Isoniazid dan rifampisin termasuk golongan obat yang disebut antibiotik dan bekerja untuk membunuh atau mencegah pertumbuhan bakteri.
Isoniazid menghambat sintesis asam mikoloat, komponen penting dari dinding sel bakteri. Pada tingkat terapeutik isoniazid bersifat bakteriosidal melawan organisme Mycobacterium tuberculosis intraseluler dan ekstraseluler yang tumbuh secara aktif.
Rifampisin digunakan dengan obat lain untuk mengobati tuberkulosis (TB; infeksi serius yang mempengaruhi paru-paru dan terkadang bagian tubuh lainnya). Rifampisin juga digunakan untuk mengobati beberapa orang yang menderita Neisseria meningitidis (sejenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi serius yang disebut meningitis) infeksi di hidung atau tenggorokan mereka. Orang-orang ini belum menunjukkan gejala penyakitnya, dan pengobatan ini digunakan untuk mencegah mereka menulari orang lain. Rifampisin tidak boleh digunakan untuk mengobati orang yang telah mengembangkan gejala meningitis. Rifampisin berada dalam kelas obat yang disebut antimikobakteri. Ia bekerja dengan membunuh bakteri penyebab infeksi.

Komposisi obat

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Pasien dengan berat badan:

  • 30 kg ke bawah: sesuai petunjuk dokter.
  • 30-37 kg: 2 tablet/hari.
  • 38-54 kg: 3 tablet/hari.
  • 55-70 kg: 4 tablet/hari.
  • 71 kg: 5 tablet/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengonsumsi permen bebas gula atau permen karet bebas gula.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda beristirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Jika sakit kepala terjadi selama satu minggu lebih mintalah rekomendasi obat penghilang rasa sakit kepada apoteker.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda mengalami efek samping seperti pusing.
  • Kekurangan darah (anemia).
  • Mengantuk.
  • Kejang.
  • Gangguan penglihatan akibat peradangan pada saraf mata (saraf optik) (neuritis optik).
  • Nyeri sendi.
  • Gangguan fungsi hati dan susunan syaraf.
  • Gangguan yang terjadi pada salah satu atau beberapa bagian darah sehingga memengaruhi jumlah dan fungsinya (dikrasia darah).
  • Sindrom rematik.
  • Gejala yang menyerupai lupus eritematosus.
  • Ruam.
  • Gangguan buang air kecil.
  • Gangguan pencernaan.

Perhatian Khusus

  • Pasien gangguan fungsi hati.
  • Pasien penderita kekurangan gizi yang berat.
  • Pasien lanjut usia.
  • Hindari penghentian pengobatan secara mendadak.
  • Pasien penderita riwayat penyakit sakit sendi atau arthritis yang ditandai dengan pembengkakan pada sendi akibat kadar asam urat berlebih dalam tubuh (gout).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita peradangan yang terjadi di hati (hepatitis).
  • Pasien penderita kerusakan hati yang berat.
  • Pasien penderita gangguan penglihatan akibat peradangan pada saraf mata (saraf optik).
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penderita gangguan sistem saraf pusat yang menyebabkan terjadinya kejang (epilepsi).
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Diltiazem.
    Penggunaan pro TB 2 tablet bersama dengan diltiazem dapat mengurangi diltiazem dalam darah, sehingga kadar dan efektivitas diltiazem akan mengalami penurunan.
  • Pirazinamid.
    Penggunaan obat ini bersama dengan pirazinamid dapat menyebabkan kerusaakan pada hati. Lakukan pemantauan fungsi hati dan kadar obat dalam darah selama penggunaan obat ini.
  • Cymbalta.
    Isoniazid dapat meningkatkan kadar cymbalta dalam darah, sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Etambutol.
    Penggunaan etambutol bersama dengan isoniazid dapat eningkatkan risiko kerusakan pada saraf.
  • Vitamin D2.
    Penggunaan obat ini bersama vitamin D2 dapat menyebabkan penurunan efek dari vitamin D2.
  • Vitamin D3.
    Penggunaan obat ini bersama vitamin D3 dapat menyebabkan terjadinya penurunan efektivitas dari vitamin D3.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

Rifampisin dan isoniazid adalah obat anti-TB bakterisidal aktif yang sangat aktif melawan organisme ekstraseluler yang berkembang pesat dan juga memiliki aktivitas bakterisidal secara intraseluler. Rifampisin menghambat aktivitas polimerase RNA yang bergantung pada DNA dalam sel yang rentan. Secara khusus, ia berinteraksi dengan RNA polimerase bakteri tetapi tidak menghambat enzim mamalia. Ia memiliki aktivitas melawan M. tuberculosis yang tumbuh lambat dan sebentar-sebentar. Isoniazid bekerja melawan basil tuberkulum yang tumbuh secara aktif.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, rifampisin dan isoniazid diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Mudah diserap dari saluran GI. Makanan dapat mengurangi dan menunda penyerapan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) selama 1-2 jam (isoniazid); 2-4 jam (rifampisin).
  • Distribusi: Rifampisin: Tersebar luas di jaringan dan cairan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein plasma: Sekitar 80%. Isoniazid: Didistribusikan ke semua jaringan dan cairan tubuh, termasuk CSF. Melintasi plasenta dan memasuki ASI.
  • Metabolisme: Rifampisin: Dengan cepat dimetabolisme di hati, terutama menjadi 25-O-deacetylrifampicin yang aktif. Isoniazid: Hati, melalui asetilasi isoniazid menjadi asetlisoniazid oleh N-asetiltransferase.
  • Ekskresi: Rifampisin: Melalui urine (sampai 30%; kira-kira setengahnya sebagai obat tidak berubah) dan feses (kira-kira 60%). Waktu paruh: 2-5 jam. Isoniazid: Melalui urin (lebih dari 75% terutama sebagai metabolit) dan feses (dalam jumlah kecil). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh plasma) Kira-kira 1-6 jam.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sesuai kemasan per November 2019

Everydayhealth. https://www.everydayhealth.com/drugs/isoniazid-rifampin
Diakses pada 23 Oktober 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rifampicin%20+%20isoniazid?mtype=generic
Diakses pada 23 Oktober 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-2562/rifampin-isoniazid-oral/details
Diakses pada 23 Oktober 2020

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/isoniazid-and-rifampin.html
Diakses pada 23 Oktober 2020

Rxlist. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/rifampin-and-isoniazid-oral-route/description/drg-20062747
Diakses pada 23 Oktober 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email