Primet adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi parasit seperti toksoplasmosis
Primet adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi parasit seperti toksoplasmosis
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 15.000/strip (10 tablet) per April 2019
Kemasan 1 box isi 10 strip @ 10 tablet ( 25 mg)
Produsen Kimia Farma

Primet adalah obat yang digunakan untuk pengobatan infeksi parasit seperti toksoplasmosis. Primet merupakan obat keras dan harus dengan resep dokter. Obat ini mengandung pyrimethamine sebagai zat aktif. 

Terapi kombinasi dengan sulfonamide untuk pengobatan infeksi pada manusia yang disebabkan oleh parasit toksoplasmosis gondii (toksoplasmosis).

Dosis awal: 200 mg, dibagi menjadi beberapa dosis.
Dosis pemeliharaan: 1-2 tablet sehari.

Sebaiknya dikonsumsi bersama makanan.

Hipersensitivitas, kondisi yang menyerang kulit, selaput lendir, kelamin dan mata (sindrom Stevens-Johnson), gangguan kulit yang jarang terjadi (nekrolisis epidermal toksik), gangguan kulit yang ditandai dengan lesi berbentuk lingkaran (eritema multiformis) dan reaksi alergi yang cukup parah (anafilaksis), hiperfenilalaninemia dapat terjadi pada pemberian bersama sulfonamid. Gangguan makan  (anoreksia), muntah, anemia megaloblastik, kekurangan sel darah putih (leukopenia), trombositopenia, pansitopenia, glositis atrofi, kencing berdarah (hematuria) dan gangguan irama jantung.

Hipersensitif terhadap pyrimethamine atau terhadap komponen dari formula, anemia megaloblastik.

Pasien gangguan fungsi ginjal, hati, pasien dengan kemungkinan defisiensi seperti sindrom malabsorbsi, alkoholisme, wanita hamil dan pasien yang menerima terapi yang mempengaruhi kadar folat seperti phenintoin.

Obat antifolat seperti sulfonamid atau kombinasi trimetoprim-sulfometoksasol, proguanil, zidovudin, atau sitostatik (metotreksat), pyrimethamine, lorazepam.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/primet/primet?type=brief&lang=id
Diakses pada 26 April 2019

Artikel Terkait