Primadex suspensi 50 ml

24 Des 2019| Aby Rachman
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 7.480/botol (50 ml) per Desember 2019
Kemasan
1 botol @ 50 ml
Produsen
Pyridam Farma

Primadex adalah obat golongan antibiotik yang berguna untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, saluran pencernaan, saluran kemih. Obat ini merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter. Primadex mengandung zat aktif trimethoprim dan sulfamethoxazole.

  • Infeksi saluran kemih (traktus urinarius) yang disebabkan oleh kuman yang sensitive seperti E.coli, klebsiella, enterobacter dan proteus mirabilis seperti:
    • Infeksi pada ginjal (pielonefritis).
    • Pielitis.
    • Prostates akut dan kronis.
  • Infeksi saluran pencernaan (traktus gastrointestinal), terutama yang disebabkan oleh kuman salmonella dan shigella seperti:
  • Infeksi saluran pernafasan (traktus respiratorius) seperti:
    • Radang pada saluran utama pernapasan atau bronkus (bronchitis) akut.
    • Infeksi dan pembengkakan pada sinus akibat adanya penyumbatan (sinusitis) akut yang disebabkan oleh kuman H.Influenzae atau S.Pneumoniae.
  • Infeksi THT seperti:
    • Infeksi pada telinga bagian tengah (otitis media) akut dan sinusitis akut yang disebabkan oleh kuman H.Influenzae atau S.Pneumoniae.

Tiap 5 ml:

  • Trimethoprim 40 mg.
  • Sulfamethoxazole 200 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Anak 2 bulan atau lebih:
    • BB 10 kg: 1 sendok takar (5 ml)/12 jam
    • BB 20 kg: 2 sendok takar (10 ml)/12 jam
    • BB 30 kg: 3 sendok takar (15 ml)/12 jam
    • BB 40 kg: 4 sendok takar (20 ml)/12 jam
  • Penderita gangguan fungsi ginjal, dosis sebagai berikut:
    • Creatinine clearance 30 ml ke atas/menit: dosis lazim.
    • Creatinine clearance 15-30 ml/menit: ½ dosis lazim.
    • Creatinine clearance 15 ml ke bawah/menit: pemberian tidak dianjurkan.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Mual.
  • Muntah.
  • Ruam kulit.
  • Rendahnya jumlah sel darah putih yang ada di dalam tubuh (leukopenia).
  • Kondisi saat jumlah keping darah (trombosit) rendah (trombositopenia).
  • Kondisi akut dari leukopenia (agranulositosis).
  • Anemia aplastik.
  • Gangguan yang terjadi pada salah satu atau beberapa bagian darah sehingga memengaruhi jumlah dan fungsinya (diskrasia darah).
  • Pada penggunaan jangka panjang adanya megaloblastik anemia.
  • Reaksi hipersensitivitas yang fatal pada kulit atau darah seperti sindrom steven-johnson, toxic epidermal dan diskrasia darah lainnya.
  • Penderita yang diketahui sensitif terhadap golongan sulfonamid atau trimethoprim.
  • Bayi 2 bulan ke bawah.
  • Penderita anemia megaloblastik yang terjadi karena kekurangan folat.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Saat menggunakan obat ini perbanyak minum air putih untuk mencegah kristaluria
  • Penderita dengan kegagalan fungsi ginjal.
  • Tidak untuk mengobati inflamasi atau peradangan pada faring (faringitis).
  • Hentikan penggunaan kotrimoksazol bila sejak awal penggunaan ditemukan ruam kulit atau tanda-tanda efek samping lain yang serius.
  • Phenytoin.
  • Kotrimoksazol.
  • Pirimetamin.
  • Diuretik.

Sesuai kemasan per Desember 2019

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Infeksi Lambung Menyerang, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Infeksi lambung disebabkan oleh bakteri H. Pylori dan tidak selalu menimbulkan gejala. Terdapat berbagai pengobatan yang dapat Anda tempuh, di antaranya dengan antibiotik dan berbagai jenis obat lainnya.
16 Mar 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Infeksi Lambung Menyerang, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Tidak Mau Disunat? Siap-Siap Terkena Fimosis dan 3 Penyakit Penis Ini

Penis yang disunat maupun tidak, memiliki fungsi yag sama. Namun, penis yang tidak disunat akan memunculkan berbagai dampak negatif, salah satunya meningkatkan risiko kanker penis.
15 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Tidak Mau Disunat? Siap-Siap Terkena Fimosis dan 3 Penyakit Penis Ini

Nyeri di Perut Bawah? Bisa Jadi itu Gejala Radang Panggul

Rasa nyeri pada bagian panggul atau nyeri perut bagian bawah dapat menjadi gejala dari berbagai penyakit seperti radang panggul, infeksi saluran kemih, radang usus buntu, hingga kista ovarium. Pemeriksaan panggul dan tes darah dapat membantu untuk mengetahui kondisi penyakit lebih cepat.
30 Aug 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Nyeri di Perut Bawah? Bisa Jadi itu Gejala Radang Panggul