Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Prednisone (Alias: Prednisone)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 22 Mar 2019
Prednisone mengobati dan meredakan pembengkakan, alergi parah, arthritis
Prednisone digunakan untuk mengobati dan meredakan peradangan

Merk dagang yang beredar:

Eltazon, Inflason, Lexacort, Pehacort

Prednisone merupakan obat yang digunakan untuk mengobati dan meredakan peradangan, seperti pembengkakan, alergi parah, arthritis, asma, masalah mata, masalah perut, dan gangguan darah. Obat ini termasuk golongan kortikosteroid yang bekerja menurunkan sistem kekebalan terhadap berbagai penyakit untuk mengurangi gejala pembengkakan atau reaksi alergi.

Prednisone (Prednisone)
Golongan

Kortikosteroid

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, sirup, dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral

Pneumonia

  • Dewasa: 40 mg dua kali sehari selama 5 hari dilanjutkan dengan 40 mg satu kali sehari selama 5 hari, kemudian 20 mg satu kali sehari selama 11 hari atau sampai dengan pengobatan infeksi diberikan. Diberikan dalam 24-72 jam setelah pemberian obat anti-infeksi.
  • Anak: 1 mg/kg dua kali sehari selama 5 hari, dilanjutkan dengan 0,5-1 mg/kg sekali sehari selama 5 hari.

Asma Akut

  • Dewasa: 40-60 mg setiap hari sebagai satu atau dua dosis terbagi selama 3-10 hari atau lebih lama.
  • Anak: 0 hingga 11 tahun 1-2 mg/kg setiap hari selama 3-10 hari. Maksimal: 60 mg setiap hari.

Rheumatoid Arthritis

  • Dewasa: Kurang dari 10 mg setiap hari.

Kondisi Alergi

  • Dewasa: 30 mg pada hari pertama, kemudian dikurangi 5 mg setiap hari hingga 21 tablet telah diberikan.

Tuberkulosis Pulmoner (Paru-paru) & Ekstrapulmoner (Selain Paru-paru)

  • Dewasa: 40-60 mg setiap hari. Kemudian diturunkan dalam 4-8 minggu.

Trombositopenik Purpura Idiopatik

  • Dewasa: 1-2 mg / kg setiap hari.

Eksaserbasi Akut dalam Multiple Sclerosis

  • Dewasa: 200 mg setiap hari selama satu minggu diikuti dengan 80 mg setiap hari selama 1 bulan.

Aturan pakai Prednisone dengan benar

Baca petunjuk dan ikuti sesuai aturan pada kemasan serta ikuti anjuran dokter sebelum menggunakan obat prednisone.

Obat ini harus dikonsumsi bersama dengan makan. Untuk mengonsumsi obat cair, sesuaikan dosis menggunakan sendok khusus. Jangan menggunakan sendok rumah karena tidak akan mendapatkan dosis yang tepat.

Minum obat sesuai yang diarahkan oleh dokter. Dosis diberikan sesuai kondisi medis. Jangan berhenti minum obat ini tanpa konsultasi pada dokter karena akan membuat kondisi semakin memburuk. Dokter akan memberi dosis secara bertahap

Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Jika terjadi efek samping yang berlebihan, segera cari penanganan medis.

Obat prednisone dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi, seperti: mual, muntah, kehilangan nafsu makan, nyeri ulu hati, kesulitan tidur, peningkatan keringat, masalah mata (katarak subkapsular, glaukoma, infeksi), perubahan hasil lab darah (leukositosis, eusinopenia, polisitemia, limfopenia), dan gangguan toleransi glukosa. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi namun serius, seperti:

  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelemahan
  • Pembengkakan pada lengan atau kaki
  • Kejang
  • Mudah memar
  • Perubahan mental
  • Insomnia
  • Peningkatan nafsu makan
  • Keparahan infeksi
  • Peningkatan ekskresi
  • Peningkatan berat badan
  • Gangguan kejiwaan
  • Depresi
  • Glukosa

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada dokter Anda.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit lambung
  • Kejang
  • Penyakit mata
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Penyakit tiroid
  • Penyakit gagal jantung

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Infeksi jamur

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan

Interaksi

Interaksi mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini. Jika ingin menggunakan prednisone secara bersamaan, harap konsultasi ke dokter Anda. Dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat prednisone dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat meningkatkan efek glikosida jantung dan siklofosfamid
  • Dapat meningkatkan ekskresi kalium dengan saluretik/laksatif
  • Dapat mengubah efek antikoagulan coumarin
  • Dapat meningkatkan risiko hipokalemi dengan amfoterisin B
  • Dapat memperpanjang efek relaksan otot
  • Dapat meningkatkan tekanan bola mata dengan atropin dan antikolinergik lain
  • Meningkatkan konsentrasi praziquantel
  • Menurunkan efek somatropin
  • Menurunkan efek rifampisin, fenitoin, barbiturat, dan primidone
  • Menurunkan penyerapan antasida yang mengandung alumunium dan magnesium

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui BPOM.

Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6007-9383/prednisone-oral/prednisone-oral/details
Diakses pada 03 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/prednisone-oral-route/description/drg-20075269
Diakses pada 03 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/prednisone/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 03 Desember 2018

Back to Top