Praxion Forte 250 mg/5 ml suspensi 60 ml

Praxion Forte suspensi adalah obat untuk menurunkan demam, meringankan sakit kepala, dan sakit gigi.

Deskripsi obat

Praxion Forte suspensi adalah obat untuk menurunkan demam, meringankan sakit kepala, dan sakit gigi. Obat ini termasuk dalam golongan obat bebas yang tidak memerlukan resep dokter. Praxion Forte suspensi mengandung zat aktif parasetamol.
Parasetamol adalah obat yang mampu menurunkan demam (antipiretik), pereda nyeri (analgetik) seperti sakit gigi dan nyeri haid. Obat ini bekerja dengan menghambat enzim siklooksigenase sehingga mengurangi produksi zat penyebab peradangan (prosaglandin), penurunan prostaglandin akan mengurangi gejala dari peradangan yaitu seperti demam dan nyeri.

Praxion Forte 250 mg/5 ml suspensi 60 ml
Golongan ObatObat bebas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter.
HETRp 38.016/botol (60 ml) per September 2019
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenPharos Indonesia

Indikasi (manfaat) obat

  • Meredakan sakit kepala.
  • Menurunkan demam.
  • Meringankan nyeri sendi dan nyeri otot.
  • Meringankan sakit gigi.
  • Meringankan nyeri ringan hingga sedang.
  • Mengobati nyeri dan demam setelah melakukan vaksinasi.

Komposisi obat

Tiap 5 ml: parasetamol micronized 250 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Anak-anak:

  • 6-12 tahun: 1-2 sendok takar 5 ml (5-10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 12 tahun ke atas: 2 sendok takar 5 ml (10 ml) sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Efek samping obat

  • Reaksi alergi seperti ruam dan gatal pada kulit.
  • Pada penggunaan jangka panjang dan dosis besar dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Reaksi gangguan pada darah seperti:
    • Kondisi rendahnya jumlah sel darah putih di dalam tubuh (leukopenia).
    • Kondisi rendahnya jumlah trombosit di dalam tubuh (trombositopenia).
    • Kondisi ketika jumlah sel neutrofil dalam darah menurun (neutropenia).
    • Penurunan tekanan darah hingga dibawah batas normal (hipotensi).
  • Pembengkakan akibat penumpukan cairan pada beberapa bagian tubuh yang biasanya berada di sekitar mata, pipi, atau bibir (angioedema).
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Urin berwarna gelap.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Gatal.
  • Feses berwarna gelap.
  • Kelelahan.
  • Perubahan pada warna kulit atau sklera mata menjadi kekuningan.
  • Kehilangan nafsu makan (anoreksia).

Perhatian Khusus

  • Hentikan penggunaan jika terjadi reaksi anafilaksis atau reaksi alergi berat.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati.
  • Pasien yang mengalami gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Dapat menyebabkan kelainan serius pada kulit, serta lapisan bola mata, dalam mulut, dubur, dan alat kelamin (sindrom Stevens-Johnson).
  • Hentikan penggunaan jika selama 3 hari mengonsumsi ini demam tidak menurun atau setelah 5 hari nyeri tidak hilang.
  • Pasien yang mengalami kekurangan gizi kronis.
  • Kategori kehamilan dan menyusui:
    Kategori C. Penelitian pada binatang percobaan menunjukkan efek samping terhadap janin dan tidak ada penelitian terkontrol pada wanita. Atau, belum ada penelitian pada wanita hamil maupun hewan percobaan. Obat hanya boleh diberikan jika manfaatnya melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Penggunaan bersama dengan kolestiramin dapat menurunkan penyerapan obat ini.
  • Penggunaan bersama rifampisin, fenitoin, karbamazepin, dan fenobarbital dapat menurunkan kadar parasetamol.
  • Jika dikonsumsi bersama metoklopramid dan domperidon dapat meningkatkan absorpsi obat ini.
  • Penggunaan bersama kloramfenikol dapat meningkatkan kadar kloramfenikol dalam tubuh.

Sesuai kemasan per September 2019

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol/#Indications
Diakses pada 26 September 2019

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/tylenol-acetaminophen-343346#0
Diakses pada 13 Juli 2020

Drugs. https://www.drugs.com/acetaminophen.html
Diakses pada 13 Juli 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email