Pranza bubuk injeksi 40 mg adalah obat untuk pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum,refluks esofagitis, sindrom Zollinger-ellison.
Pranza bubuk injeksi 40 mg adalah obat untuk pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum,refluks esofagitis, sindrom Zollinger-ellison.
Pranza bubuk injeksi 40 mg adalah obat untuk pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum,refluks esofagitis, sindrom Zollinger-ellison.
Pranza bubuk injeksi 40 mg adalah obat untuk pengobatan ulkus lambung, ulkus duodenum,refluks esofagitis, sindrom Zollinger-ellison.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 191.488/botol (40 mg)
Kemasan 1 botol @ 40 mg
Produsen Dankos Farma

Pranza adalah obat untuk mengobati penyakit asam lambung. Obat ini bekerja mengurangi produksi jumlah asam dalam lambung sehingga membantu mengurangi gejala dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada dinding lambung dan kerongkongan. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Pranza mengandung zat aktif pantoprazole.

Pengobatan:

  • Luka yang muncul pada dinding lambung akibat terkikisnya lapisan dinding lambung (tukak lambung).
  • Luka terbuka yang timbul di dinding usus dua belas jari, yaitu bagian awal dari usus halus (ulkus duodenum).
  • Peradangan pada kerongkongan disebabkan oleh naiknya asam lambung (refluks esofagitis) derajat sedang dan berat.
  • Masalah pencernaan langka yang disebabkan oleh kemunculan tumor pada pankreas atau pada duodenum (bagian teratas dari usus 12 jari) (sindrom Zollinger-ellison).

Tiap vial: Pantoprazole 40 mg

  • Ulkus duodenum, lambung, refluks esofagitis sedang-berat: 1 vial (40 mg)/hari
  • Terapi jangka panjang sindrom Zollinger-elison: 2 vial (80 mg)/hari, selanjutnya dosis diatas 80 mh/hari harus diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Diinjeksikan secara intravena sesuai petunjuk dokter.

Pasien hipersensitif terhadap salah satu komponen obat.

  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien dengan gangguan fungsi hati.
  • Kehamilan.
  • Ibu menyusui.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Artikel Terkait