Postinor 2 tablet 0,75 mg obat yang digunakan sebagai kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.
Postinor 2 tablet 0,75 mg obat yang digunakan sebagai kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.
Postinor 2 tablet 0,75 mg obat yang digunakan sebagai kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.
Postinor 2 tablet 0,75 mg obat yang digunakan sebagai kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 27.500/box (0,75 mg) per Oktober 2019
Kemasan 1 box isi 1 strip @ 2 tablet (0,75 mg)
Produsen Tunggal Idaman Abdi

Postinor 2 adalah obat dan alat kontrasepsi termasuk didalamnya kontrasepsi darurat untuk mencegah kehamilan setelah berhubungan seks yang tidak menggunakan pelindung, atau akibat kegagalan alat kontrasepsi lainnya. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Postinor 2 mengandung zat aktif levonorgestrel.

Sebagai kontrasepsi darurat yang dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.

Levonorgestrel 0,75 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2 tablet/72 jam.

Dikonsumsi setelah melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan.

  • Sakit perut bagian bawah.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Sakit pada payudara.
  • Kehamilan yang terjadi diluar rahim yang membahayakan (ektopik).
  • Mual.
  • Muntah.

Wanita hamil.

  • Pasien penderita asma.
  • Pasien penderita gagal jantung.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien penderita sakit kepala yang terasa berdenyut, dan biasanya terjadi pada satu sisi kepala saja (migrain).
  • Pasien penderita ayan (epilepsi).
  • Pasien penderita kerusakan ginjal.
  • Pasien penderita penyakit yang berlangsung lama atau kronis serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal (diabetes melitus).
  • Pasien penderita penyakit gangguan sumbatan pembuluh darah.
  • Ampisilim.
  • Rifampisism.
  • Kloramfenikol.
  • Neomisin.
  • Sulfonamide.
  • Tetrasiklin.
  • Barbiturat.
  • Fenibutasan.
  • Natrium fenitoin.
  • Griseofulvin.
  • Carbamazepine.
  • Pirimidin.

Sesuai kemasan per Oktober 2019.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus tetap sesuai dengan anjuran dokter.

Artikel Terkait