Polidemisin Salep Mata 3,5 g

12 Jun 2020| Maria Yuniar

Deskripsi obat

Polidemisin salep mata digunakan untuk mengatasi peradangan mata yang responsif terhadap steroid dan infeksi bakteri pada mata. Salep ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Polidemisin salep mata mengandung zat aktif polimiksin B sulfat, neomisin sulfat, dan deksametason.

Polidemisin Salep Mata 3,5 g
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 34.600/tube per Juni 2020
Kemasan1 box isi 1 tube @ 3,5 g
ProdusenSanbe Vision

Indikasi (manfaat) obat

Mengatasi:

  • Peradangan pada mata yang responsif terhadap steroid seperti pada konjungtiva bulbar, palpebra, kornea dan segmen anterior bola mata.
  • Infeksi bakteri pada mata.

Komposisi obat

Tiap 1 g:

  • Polimiksin B sulfat 6000 IU.
  • Neomisin sulfat 3,5 mg.
  • Deksametason 1 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Gunakan 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Ambil sedikit salep dan oleskan ke dalam sakus kelopak mata bagian dalam (konjungtiva).

Efek samping obat

  • Reaksi alergi.
  • Peningkatan tekanan intraokular pada mata.
  • Munculnya infeksi baru yang bersamaan dengan infeksi yang sebelumnya sudah ada (infeksi sekunder).
  • Penglihatan kabur.
  • Gatal pada mata.
  • Iritasi mata.
  • Mata perih.

Perhatian Khusus

  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan organisme yang tidak sensitif secara berlebih termasuk jamur dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan bola mata (glaukoma) dengan kerusakan pada saraf mata.
  • Penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan penurunan ketajaman penglihatan.
  • Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan penipisan pada kornea dan skleral mata.
  • Dalam pemakaian selama 10 hari ke atas perlu dilakukan pemantauan tekanan intraokular pada mata.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan munculnya infeksi baru yang bersamaan dengan infeksi yang sebelumnya sudah ada (infeksi sekunder).

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien yang mengalami infeksi virus herpes simpleks tipe 1 pada kornea epitel (keratitis herpes simpleks epitelial).
  • Pasien yang memiliki luka pada kornea mata.
  • Pasien penderita vaksinia.
  • Pasien penderita cacar air (varisela).
  • Pasien penderita penyakit virus lainnya pada kornea dan konjungtiva mata.
  • Pasien penderita infeksi jamur pada struktur mata.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/polidemisin%20eye%20drops-ointment?type=brief&lang=id
Diakses pada 10 Juni 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/maxitrol-dexasporin-dexamethasone-neomycin-polymyxin-343527#0
Diakses pada 10 Juni 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/dexamethasone-neomycin-polymyxin-b-ophthalmic.html
Diakses pada 10 Juni 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bahan Alami Ini Dianggap Ampuh Sebagai Obat Mata Minus Tradisional, Benarkah?

Ada sejumlah bahan-bahan alami yang dipercaya sebagai obat mata minus tradisional. Sebenarnya, bahan tersebut tidak serta-merta menghilangkan kondisi mata minus. Namun, Anda bisa mencobanya untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan mata.
07 Mar 2020|Aditya Prasanda
Baca selengkapnya
Bahan Alami Ini Dianggap Ampuh Sebagai Obat Mata Minus Tradisional, Benarkah?

Termasuk Kelainan Mata, Mari Kenali 6 Penyebab Mata Sayu

Mata sayu adalah turunnya kelopak mata baik pada satu maupun kedua mata. Penyebab mata sayu diantaranya kelainan sejak lahir,penuaan hingga kelainan otot.
20 Nov 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Termasuk Kelainan Mata, Mari Kenali  6 Penyebab Mata Sayu

Mata Cepat Lelah saat Bekerja di Depan Komputer? Waspadai Computer Vision Syndrome

Computer vision syndrome (CVS) adalah gangguan penglihatan karena mata melihat dengan pola yang sama secara berulang-ulang. Gangguan ini memiliki gejala, seperti mata lelah dan sakit kepala saat bekerja di depan komputer.
18 Jul 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Mata Cepat Lelah saat Bekerja di Depan Komputer? Waspadai Computer Vision Syndrome