Pletaal Tablet 50 mg

11 Feb 2020| Maria Yuniar

Deskripsi obat

Pletaal tablet adalah obat untuk melebarkan pembuluh darah dan menurunkan aktivitas penggumpalan pada sel darah yaitu trombosit di dalam pembuluh darah. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Pletaal tablet menandung cilostazol sebagai zat aktifnya.

Pletaal Tablet 50 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 113.801/strip (50 mg) per Februari 2020
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (50 mg)
ProdusenOtsuka Pharmaceuticals

Indikasi (manfaat) obat

Pengobatan gejala iskemik termasuk uclerasi, nyeri dan kedinginan pada eksteremitas, pada oklusif arteri kronis dan pencegahan dari kambuhnya infark serebral (tidak termasuk emboli serebral kardiogenik).

Komposisi obat

Cilostazol 50 mg.

 

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

Efek samping obat

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan masalah jantung yang berat.
  • Pasien dengan masalah tekanan darah.
  • Pasien yang akan melakukan pembedahan termasuk pencabutan gigi.
  • Pasien yang mudah mengalami memar atau perdarahan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Alergi atau hipersensitif terhadap cilostazol atau kandungan dalam obat ini.
  • Pasien dalam kondisi gagal jantung.
  • Pasien yang pernah pingsan karena penyakit jantung, atau ganngguan parah apapun pada denyut jantung.
  • Pasien dalam kondisi dimana dapat meningkatkan resiko pendarahan atau dapat menimbulkan luka memar, seperti luka lambung yang aktif, serangan stroke enam bulan lalu, masalah pada mata akibat diabetes, tekanan darah tidak terkontrol dengan baik.
  • Pasien penyakit ginjal parah atau sedang.
  • Pasien penyakit hati serius.
  • Wanita hamil.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat pengurang rasa nyeri.
  • Obat peradangan otot, tulang dan sendi.
  • Obat penggumpalan darah (aspirin, clopidrogel, warfarin, ticlopidine, hydrochloride).
  • Obat-obat trombosis urokinase.
  • Alteplase.
  • Alposiradil.
  • Limaprost alfadex.
  • Erytromycin.
  • Ritonovir.
  • Itraconazole.
  • Cimetidine.
  • Jus jeruk bali merah.
  • Omeprazol.
  • Diltiazem.

Sesuai kemasan per Februari 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Skala nyeri digunakan untuk menilai tingkat keparahan rasa sakit yang dirasakan seseorang. Pengukuran ini bisa dilakukan dengan angka, gambar, hingga penjelasan yang lebih rinci dengan berbagai dimensi.
07 May 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Mengenal 11 Jenis Skala Nyeri dan Cara Menilainya

Hidup Harmonis di Tubuh, Ternyata Ada Bakteri yang Menguntungkan Manusia

Tak semua bakteri itu jahat. Beberapa di antaranya diperlukan manusia dan hidup harmonis di dalam tubuh. Bakteri yang menguntungkan manusia tersebut bahkan juga dapat melawan penyakit, lho.
12 Dec 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Hidup Harmonis di Tubuh, Ternyata Ada Bakteri yang Menguntungkan Manusia

Antasida Adalah Obat Penetralisir Asam Lambung, tapi Apakah Aman?

Antasida adalah penetralisir asam lambung, namun penderita penyakit tertentu harus waspada dengan efek sampingnya.
22 Jan 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Antasida Adalah Obat Penetralisir Asam Lambung, tapi Apakah Aman?