Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Piroxicam (Alias: Piroxicam)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri pada 22 Mar 2019
Piroxicam meredakan rasa sakit seperti bengkak, peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan sendi
Piroxicam guna meredakan rasa sakit

Merk dagang yang beredar:

Campain, Felcam, Fleroxi, Feldco / Feldco Gel, Feldene Flash, FeldeneGel, Grazeo, Infeld, Kifadene, Pirocam, Pirofel, Pirofel Gel, Rexicam, Xicalom

Piroxicam digunakan untuk meredakan rasa sakit seperti bengkak, peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan sendi. Obat ini termasuk golongan antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang bekerja dengan cara mencegah tubuh memproduksi zat alami tertentu yang menimbulkan peradangan.

Piroxicam (Piroxicam)
Golongan

Antiinflamasi nonsteroid

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, kapsul, gel

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan lansia

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis obat bersifat individual. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Osteoarthritis, rheumatoid arthritis, ankylosing spondilitis

  • Dewasa: 20 mg diminum setiap hari sebagai dosis tunggal, maupun dosis terbagi. Lakukan evaluasi pengobatan setelah 14 hari.
  • Lansia: gunakan dosis paling rendah dalam durasi tersingkat

Radang dan nyeri

  • Dewasa: Oleskan gel dengan kandungan 0,5% piroxicam pada kulit, 3-4 kali sehari. Lakukan evaluasi pengobatan setelah 4 minggu.

Aturan pakai Piroxicam dengan benar

Baca petunjuk dari kemasan atau ikuti sesuai dari anjuran dari dokter sebelum menggunakan obat piroxicam.

Obat ini sebaiknya dikonsumsi bersama dengan makan. Biasanya satu kali sehari dengan segelas air putih atau sesuai yang diarahkan dokter.

Dosis akan diberikan sesuai indikasi medis. Jangan menambahkan dosis, karena hal ini dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan. Beri tahu dokter jika kondisi Anda memburuk.

Efek Samping

Setiap pemakaian obat berpotensi menimbulkan efek samping. Meski belum tentu terjadi, efek samping yang berlebihan harus segera mendapat penanganan medis.

Obat piroxicam dapat menyebabkan efek samping berupa mual, pusing, sakit perut, sakit kepala, nyeri ulu hati, nyeri saat buang air kecil (dysuria), sembelit, diare, mulut kering, perut kembung, maag (dyspepsia), kecemasan, kebingungan, gugup, dan vertigo. Jika efek samping memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari pertolongan medis jika mengalami efek samping berikut ini, yang meski jarang, tapi sifatnya serius.

  • Gagal jantung
  • Hipertensi
  • Sinkop/pingsan
  • Takikardia
  • Anoreksia
  • Nyeri perut
  • Gangguan saluran cerna (sulit BAB, diare)
  • Perdarahan saluran cerna (BAB berwarna hitam, muntah darah)
  • Kencing berdarah (hematuria)
  • Gangguan pembekuan darah
  • Mudah memar
  • Perubahan pendengaran
  • Perubahan penglihatan
  • Kenaikan berat badan yang tidak biasa
  • Kehilangan nafsu makan
  • Muntah terus-menerus
  • Sakit perut yang parah
  • Gagal ginjal
  • Insomnia
  • Vertigo

Ada beberapa efek samping lain yang belum disebutkan di atas. Jika Anda mengalami efek samping lain, tanyakan pada tenaga kesehatan.

Peringatan

Beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit sebelumnya, terutama jika Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut ini.

  • Gangguan ginjal dan hati
  • Asma
  • Gagal jantung
  • Dalam masa kehamilan dan menyusui
  • Tekanan darah tinggi
  • Stroke
  • Riwayat pendarahan saluran cerna atau penyakit saluran cerna lainnya

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas terhadap piroxicam
  • Sedang menddunakan aspirin atau obat antipembekuan darah lainnya
  • Memiliki riwayat penyakit saluran cerna atau pendarahan saluran cerna

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan obat.

Interaksi

Interaksi mungkin terjadi jika Anda menggunakan beberapa obat bersamaan. Apabila ingin menggunakan piroxicam bersama dengan obat lain, harap konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter mungkin saja mengubah dosisnya.

Berikut ini jenis obat yang akan menimbulkan interaksi tertentu saat digunakan bersamaan dengan piroxicam.

Jenis obat Interaksi
Antidepresan SSRI, antiplatelet Peningkatan risiko pendarahan saluran pencernaan
Ciclosporin, tacrolimus Peningkatan risiko nefrotoksisitas
Cimetidine Peningkatan penyerapan cimetidine
Diuretik Gangguan proses natriuresis
Antihipertensi Penurunan efektivitas antihipertensi
Metotreksat Penurunan pembuangan metotreksat, yang bisa memicu keracunan akut
Quinolone Peningkatan risiko gangguan kesehatan
Mifepristone Gangguan efektivitas mifepristone
Antikoagulan (misalnya warfarin) Peningkatan efektivitas antikoagulan, yang bisa berakibat fatal
Aspirin, NSAID lainnya Peningkatan risiko gangguan saluran pencernaan, yang bisa berakibat fatal

Penggunaan piroxicam bersamaan dengan obat lain juga berpotensi memperparah kondisi gagal jantung, menurunkan laju filtrasi glomerulus (GFR), dan meningkatkan kadar plasma glikosida.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-10942/piroxicam-oral/details
Diakses pada 3 Desember 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/piroxicam-oral-route/description/drg-20069771
Diakses pada 3 Desember 2018

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/piroxicam/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 3 Desember 2018

Artikel Terkait:
Back to Top