Pirotop krim digunakan untuk pengobatan topikal lesi kulit traumatik infeksi sekunder dan luka terinfeksi
Pirotop krim digunakan untuk pengobatan topikal lesi kulit traumatik infeksi sekunder dan luka terinfeksi
Pirotop krim digunakan untuk pengobatan topikal lesi kulit traumatik infeksi sekunder dan luka terinfeksi
Pirotop krim digunakan untuk pengobatan topikal lesi kulit traumatik infeksi sekunder dan luka terinfeksi
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 72.841/tube per April 2019
Kemasan 1 tube @ 10 g
Produsen Surya Dermato Medica Laboratories

Pirotop adalah obat oles yang digunakan untuk menangani infeksi kulit seperti impetigo atau infeksi sekunder lainnya. Obat ini merupakan obat keras yang membutuhkan resep dokter yang mengandung zat aktif mupirocin calcium.

Pengobatan topikal lesi kulit traumatik infeksi sekunder, luka terinfeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes.

Tiap 1 g: mupirocin calcium 20 mg.

Dewasa dan anak-anak: oleskan 3 kali/hari selama 10 hari.

Oleskan tipis dan merata pada kulit, bila perlu tutup dengan menggunakan perban.

Nyeri, kemerahan, kulit kering, infeksi kulit yang menyebabkan peradangan (selulitis), ruam, pusing, mual, rasa terbakar pada tempat pemakaian, peradangan pada kulit (dermatitis), kulit gatal (pruritus), biduran (urtikaria), pembengkakan, benjolan berisi nanah (furunkulosis).

Hipersensitif terhadap komponen obat.

  • Luka bakar, gangguan ginjal, anak, kehamilan dan menyusui.
  • Hentikan pengobatan jika terjadi iritasi, gatal, dan ruam.

Kloramfenikol.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/mupirocin/
Diakses pada 27 November 2019

Artikel Terkait