Pirofel gel 5 mg obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit seperti bengkak, peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan sendi.
Pirofel gel 5 mg obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit seperti bengkak, peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan sendi.
Pirofel gel 5 mg obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit seperti bengkak, peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan sendi.
Pirofel gel 5 mg obat yang digunakan untuk meredakan rasa sakit seperti bengkak, peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan sendi.
Golongan obat Merah Obat keras: diharuskan menggunakan resep dokter.
HET Rp 22.963/tube (5 mg) per November 2019
Kemasan 1 tube @ 20 g (5 mg)
Produsen Caprifarmindo Labs

Pirofel adalah obat yang digunakan untuk eredakan rasa sakit seperti bengkak, peradangan, nyeri sendi, dan kekakuan sendi. Obat ini merupakan golongan obat keras yang membutuhkan resep dokter. Pirofel mengandung piroxicam sebagai zat aktifnya.

  • Meredakan nyeri yang disertai inflamasi seperti:
  • Meredakan gangguan otot dan sendi (muskuloskeletal):
    • Kondisi peradangan atau iritasi pada tendon (tendonitis).
    • Peradangan selubung tendon (tenosinovitis).
    • Nyeri bahu (periartritis).
    • Cedera yang terjadi karena regangan berlebihan (sprains).
    • Keseleo (strains).
    • Nyeri punggung belakang.

Tiap 1 g: Piroxicam 5 mg

3-4 kali/hari

Dioleskan pada tempat yang sakit kemudian digosok secara perlahan-lahan.

  • Kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan atau ruam (eritema).
  • Ruam.
  • Pengelupasan kulit (pityroid desquamation).
  • Gatal-gatal (pruritus).
  • Reaksi lokal pada tempat pemakaian.
  • Perubahan warna kulit.
  • Pasien yang sensitif terhadap aspirin.
  • Pasien dengan riwayat tukak atau perdarahan gastrointestinal.
  • Jangan gunakan pada daerah mata, mukosa, dan luka kulit terbuka.
  • Wanita hamil.
  • Ibu menyusui.
  • Pasien gangguan fungsi ginjal.
  • Pasien penyakit jantung.
  • Pasien usia lanjut.

Sesuai kemasan per November 2019.

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/pirofel/pirofel?type=brief&lang=id
Dikases 31 November 2019.

Artikel Terkait