Pim-Tra-Kol Sirup 60 ml

Ditinjau oleh Dea Febriyani
Pim-Tra-Kol sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti demam dan sakit kepala

Deskripsi obat

Pim-Tra-Kol sirup adalah obat untuk meringankan gejala flu, seperti a href="https://www.sehatq.com/penyakit/demam" target="_blank" rel="noopener">demamsakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin yang disertai batuk. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Pim-Tra-Kol sirup mengandung zat aktif paracetamol, guaiphenesin, ephedrine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleate.
Paracetamol adalah obat penurun demam (antipiretik) dan pereda nyeri (analgesik) untuk meringankan rasa sakit ringan hingga sedang. Guaiphenesin adalah obat pengencer dahak yang bertujuan agar dahak mudah dikeluarkan saat batuk. Ephedirne HCl bertujuan untuk meringankan hidung tersumbat, sedangkan chorpheniramine maleat bekerja dengan meredakan reaksi alergi yang dapat menjadi salah satu penyebab flu.

Pim-Tra-Kol Sirup 60 ml
Golongan ObatObat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
Kandungan utamaParacetamol, guaiphenesin, ephedrine hydrochloride, dan chlorpheniramine maleate.
Kelas terapiObat batuk dan flu.
Klasifikasi obatAnalgesik non-opioid.
Kemasan1 box isi 1 botol @ 60 ml
ProdusenPIM pharmaceuticals

Informasi zat aktif

Paracetamol berperan dalam mengurangi produksi senyawa di otak yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan. Senyawa ini disebut prostaglandin.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, paracetamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik setelah pemberian oral. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu puncak konsentrasi plasma) sekitar 10-60 menit (oral).
  • Distribusi: Didistribusikan ke sebagian besar jaringan tubuh. Melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 10-25%.
  • Metabolisme: Terutama dimetabolisme di hati melalui konjugasi asam glukuronat dan sulfat, selanjutnya dimetabolisme melalui konjugasi dengan glutathione di hati dan ginjal.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine kurang dari 5% sebagai obat yang tidak berubah; 60-80% sebagai metabolit glukuronida dan 20-30% sebagai metabolit sulfat). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) sekitar 1-3 jam.

Guaiphenesine bertindak sebagai ekspektoran, yaitu membuat kelengketan dan kekentalan dahak berkurang, sehingga mudah dikeluarkan melalui batuk.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, guaiphenesine diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran gastrointestinal atau pencernaan. Waktu saat obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 15 menit.
  • Distribusi: Memasuki ASI (dalam jumlah kecil).
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Terutama melalui urine. Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi) Kira-kira 1 jam.

Ephedrine HCl bekerja dengan cara mengurangi pembengkakan dan penyempitan pembuluh darah di saluran hidung, serta memperlebar saluran udara paru-paru untuk memudahkan pernapasan.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, ephedrine HCl diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dan sempurna setelah pemberian oral.
  • Distribusi: Tersebar luas ke seluruh tubuh.
  • Metabolisme: Secara perlahan dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Dosis sebagian besar diekskresikan tidak berubah dalam urine; kecepatan ekskresi tergantung pada pH urine.

Chlorpheniramine maleate termasuk dalam kelompok obat yang disebut antihistamin. Obat ini mampu membantu mengurangi gejala alergi dengan mencegah efek histamin, yaitu zat yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap zat asing yang membuat tubuh alergi.

Berdasarkan proses kerja obat dalam tubuh, chlorpheniramine maleate diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran cerna. Makanan di perut menunda penyerapan, tetapi tidak mempengaruhi kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati).
  • Distribusi: Didistribusikan secara luas ke dalam tubuh; obat itu sekitar 72% terikat protein.
  • Metabolisme: Metabolisme sebagian besar di sel mukosa saluran cerna dan hati (efek lintasan pertama).
  • Ekskresi: Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh) adalah 12 hingga 43 jam pada orang dewasa dan 10 hingga 13 jam pada anak-anak. Obat diekskresikan dalam urine.

Indikasi (manfaat) obat

  • Membantu meringankan gejala flu.

Selain meredakan nyeri, paracetamol juga mampu menurunkan demam. Caranya adalah dengan menekan pembentukan zat pirogen endogen yang diproduksi tubuh pada pusat pengatur panas, yaitu hipotalamus, yang terletak di otak bagian bawah. Hal ini menyebabkan peningkatan pembuangan panas melalui keringat dan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi).
Guaiphenesin mampu mengencerkan dahak, sedangkan ephedrine hydrochloride akan membantu melegakan saluran pernapasan.
Sementara, chlorpheniramine maleate bekerja sebagai obat antialergi untuk mengatasi gejala alergi yang mengganggu.

Komposisi obat

Tiap 5 ml:

  • Paracetamol 125 mg.
  • Guaiphenesin 50 mg.
  • Ephedrine hydrochloride 2 mg.
  • Chlorphenamine maleate 1 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa: 15 ml sebanyak 3-4 kali/ hari.

Anak-anak:

  • ½-1 tahun: 2,5 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 1-6 tahun: 5 ml sebanyak 3-4 kali/hari.
  • 6-12 tahun: 10 ml sebanyak 3-4 kali/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi sesudah makan.

Efek samping obat

  • Mual.
    Konsumsilah makanan ringan dan hindari makanan berat. Minumlah obat ini setelah makan. Hubungi dokter jika gejala berlangsung lebih dari beberapa hari atau memburuk.
  • Diare
    Minumlah sedikit air, tetapi dalam waktu yang sering. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti buang air kecil lebih jarang dari biasanya, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare tanpa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker.
  • Sakit perut.
    Istirahatkan tubuh Anda agar lebih rileks. Makan dan minum secara perlahan dalam porsi lebih sedikit, tetapi lebih sering dapat membantu mengurangi efek samping ini. Anda juga bisa mengompres perut dengan bantalan panas atau botol berisi air panas.
  • Muntah.
    Minumlah banyak air untuk menggantikan cairan yang hilang dari dalam tubuh dan mencegah dehidrasi. Kondisi dehidrasi ditandai dengan penurunan frekuensi dan jumlah urine, atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Hindari konsumsi makanan pedas.
  • Pusing.
    Jika Anda mulai merasa pusing, baringkan tubuh Anda agar tidak pingsan. Duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Berhati-hatilah saat mengemudi atau mengoperasikan mesin jika Anda mengalami efek samping ini.
  • Penggunaan vitamin B2 dalam jumlah banyak dapat menyebabkan perubahan warna urine menjadi kuning cerah.
  • Kesulitan tidur atau insomnia.
  • Biduran (urtikaria).

Cara penyimpanan obat

Simpan pada suhu di bawah 30°C dan terlindung dari sinar matahari langsung.

Perhatian Khusus

  • Hindari mengemudi kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Pasien penderita peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien dengan pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien dengan kondisi kelebihan hormon tiroid dalam tubuh (hipertiroid).
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Pasien lanjut usia.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan Pim-Tra-Kol sirup pada ibu hamil. Namun, ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin.
Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin.
Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien penderita gangguan jantung.
  • Pasien penderita fungsi hati berat.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat yang menghambat pembekuan darah (antikoagulan).
    Penggunaan obat ini bersama antikoagulan dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.
  • Obat yang menekan susunan saraf pusat.
    Penggunaan obat ini bersama obat penekan susunan saraf pusat dapat meningkatkan efek mengantuk (sedasi).
  • Obat yang mengandung alkohol.
    Penggunaan bersama obat yang mengandung alkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan hati.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutkan konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa mengonsumsi obat, cobalah menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau mintalah bantuan orang lain mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian sesuai kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hentikan penggunaan jika demam tidak turun setelah mengonsumsi obat ini selama 3 hari, nyeri tidak hilang setelah 5 hari, serta terjadi kesulitan tidur, jantung berdebar, dan pusing.

Sesuai kemasan per September 2019

Drugs. https://www.drugs.com/ephedrine.html
Diakses pada 11 Desember 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/guaifenesin?mtype=generic
Diakses pada 11 Desember 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/c049.html
Diakses pada 11 Desember 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/e010.html
Diakses pada 11 Desember 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/g020.html
Diakses pada 11 Desember 2020

GLOWM. https://www.glowm.com/resources/glowm/cd/pages/drugs/a004.html
Diakses pada 11 Desember 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email