Phenytoin bekerja pada jaringan saraf otak untuk menghentikan kejang

Curelepz, Decatona, Dilantin, Ikaphen, Kutoin, Phenytoin Sodium, Phenitin, Zentropil

Phenytoin merupakan obat yang digunakan untuk mencegah kejang pada penderita epilepsi. Obat ini termasuk golongan antikonvulsan yang bekerja pada jaringan saraf otak untuk menghentikan kejang.

Phenytoin (Fenitoin)
Golongan

Antikonvulsan

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Kapsul dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Oral
Epilepsi

  • Dewasa: Awalnya, 3-4 mg/kg per hari atau 150-300 mg per hari, jika diperlukan dapat ditingkatkan secara progresif menjadi 600 mg per hari dengan selang waktu 7-10 hari. Dosis pemeliharaan: 200-500 mg per hari.
  • Anak: Awalnya, 5 mg/kg sehari dalam 2-3 dosis terbagi. Maksimal: 300 mg per hari. Dosis pemeliharaan: 4-8 mg/kg sehari dalam dosis terbagi.

Intravena
Kejang tonik-klonik status epilepticus

  • Dewasa: Sebagai fenitoin Na: Sebagai tambahan pada terapi benzodiazepine (misalnya diazepam): 10-15 mg/kg diberikan dengan injeksi lambat atau infus intermiten dengan kecepatan tidak lebih dari 50 mg/menit. Dosis pemeliharaan: 100 mg IV (atau per oral) diberikan tiap 6-8 jam.
  • Anak: 15–20 mg/kg dengan kecepatan tidak melebihi 1-3 mg/kg/menit.

Baca petunjuk dari kemasan atau ikuti sesuai dari anjuran dari dokter sebelum menggunakan obat phenytoin. Obat ini biasanya dikonsumsi bersama makanan. Biasanya diberikan 2 atau 3 kali sehari atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Dosis diberikan sesuai dengan kondisi medis. Jangan meningkatkan dosis atau mengonsumsinya lebih sering dari yang ditentukan oleh dokter, serta jangan berhenti mengonsumsi obat ini secara tiba-tiba karena kejang bisa menjadi lebih buruk. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping yang bersifat serius harus segera mendapatkan penanganan medis. Efek samping yang umum terjadi pada pemakaian obat phenytoin, antara lain: sakit kepala, mual, muntah, konstipasi, pusing, dan sulit tidur. Jika efek samping semakin memburuk segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping berikut:

  • Gangguan keseimbangan/koordinasi
  • Penglihatan kabur/gangguan penglihatan
  • Gangguan bicara
  • Kesemutan pada kaki atau tangan

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mengalami gejala selain yang disebutkan di atas, konsultasikan pada dokter Anda.

Beritahukan dokter mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Penyakit jantung
  • Gangguan hati dan ginjal
  • Hipotiroidisme
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

  • Kerusakan pada sumsum tulang
  • Gangguan irama jantung

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan dengan obat ini harap konsultasikan terlebih dahulu ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat phenytoin dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat meningkatkan kadar serum dengan amiodarone
  • Dapat menurunkan kadar serum albendazole, ciclosporin, dan digoxin
  • Dapat meningkatkan efektivitas amprenavir bila diberikan kombinasi fosamprenavir dan ritonavir

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/phenytoin-oral-route/description/drg-20072875
diakses pada 30 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenytoin/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 30 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-4159-1057/phenytoin-oral/phenytoin-suspension-oral/details
diakses pada 30 November 2018.

Artikel Terkait