Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Phenylephrine (Alias: Phenylephrine)

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Terakhir ditinjau oleh dr. Irene Gabriela, M.Gizi
Phenylephrine dapat mengurangi pembengkakan di hidung dan telinga
Phenylephrine digunakan untuk melegakan hidung tersumbat.

Merk dagang yang beredar:

Bodrex Flu, Cendo Statrol, Conal, Contrexyn Flu, Decolgen Pe, Donexan DX, Fludexin, Nipe, Samcodryl, Wicold

Phenylephrine merupakan obat yang digunakan untuk membantu melegakan hidung tersumbat akibat flu, alergi, atau gangguan pernapasan lainnya (infeksi sinus, infeksi bronkus). Obat ini bekerja dengan mengurangi pembengkakan di hidung dan telinga, sehingga mengurangi ketidaknyamanan dan membuat lebih mudah untuk bernapas.

Phenylephrine (Phenylephrine)
Golongan

Dekongestan

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Tablet, sirup, dan tetes mata

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Hidung Tersumbat

  • Dewasa: Larutan 0,25 hingga 1%: Teteskan atau semprotkan ke setiap lubang hidung setiap 4 jam sesuai kebutuhan.
  • Anak: 2-6 tahun: Larutan 0,125% atau 0,16% : 2-3 tetes ke setiap lubang hidung setiap 4 jam sesuai kebutuhan; 6-12 th: Larutan 0,25%: 2-3 tetes, atau 1-2 semprotan, ke setiap lubang hidung setiap 4 jam sesuai kebutuhan.

Conjunctival Decongestant

  • Dewasa: Biasanya 0,12%. Teteskan 1-2 tetes ke mata yang sakit, diberikan hingga 4 kali sehari 

Mydriasis

  • Dewasa: Hingga 10%. Teteskan 1 tetes, dapat diulang dalam 10-60 menit sesuai kebutuhan. Anak: Larutan 2,5%. Kurang dari 1 tahun: Teteskan 1 tetes 15-30 menit sebelum prosedur. Umur lebih dari 1 tahun: Teteskan 1 tetes, dapat diulang dalam 10-60 menit sesuai kebutuhan.

Aturan pakai Phenylephrine dengan benar

Baca petunjuk dari kemasan atau ikuti sesuai dari anjuran dari dokter sebelum menggunakan obat phenylephrine. Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan, atau seperti yang diarahkan oleh dokter. Dosis sesuai dengan kondisi medis. Jangan meningkatkan dosis atau mengonsumsinya lebih sering dari yang ditentukan oleh dokter karena dapat mengakibatkan bahaya yang serius seperti halusinasi, kejang, dan kematian. Beritahu dokter jika kondisi semakin memburuk atau tidak membaik.

Efek Samping

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat, namun efek samping yang terjadi bisa berakibat serius dan membutuhkan penanganan medis segera. Efek samping yang sering terjadi pada konsumsi phenylephrine, di antaranya: kesulitan tidur, pusing, sakit kepala, gugup, gemetar, dan detak jantung cepat. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping yang jarang terjadi namun serius, seperti:

  • Denyut jantung cepat/tidak teratur
  • Kejang
  • Perubahan mental
  • Kesulitan buang air kecil

Ada beberapa efek samping lain yang belum terdaftar. Jika Anda mempunyai efek lain seperti di atas, tanyakan kepada dokter Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Hipertiroid berat
  • Penyakit jantung iskemik
  • Diabetes mellitus
  • Hipertensi
  • Kejang

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi

Interaksi obat mungkin terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan dengan obat ini. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat phenylephrine dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi, seperti:

  • Dapat meningkatkan efek hipertensi beta-blocker (non selektif)
  • Methyldopa dan TCA dapat meningkatkan tekanan darah.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/phenylephrine-nasal-route/description/drg-20067912
diakses pada 30 November 2018.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phenylephrine/?type=brief&mtype=generic
diakses pada 30 November 2018.

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-21821/phenylephrine-oral/details
diakses pada 30 November 2018.

Artikel Terkait:
Back to Top