Phenobarbital

Phenobartial dapat digunakan untuk memperlambat sistem otak dan saraf.

Phenobarbital merupakan obat yang dapat memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf Anda. Obat ini digunakan untuk mengobati atau mencegah penyakit kejang. Selain itu, Phenobarbital juga digunakan dalam jangka pendek sebagai obat penenang untuk membantu badan Anda menjadi rileks.

Obat ini tidak dapat dibeli bebas. Penggunaan obat ini harus dengan resep dokter. Perhatikan petunjuk penggunaan obat sesuai saran dokter.

Obat ini dapat Anda konsumsi dengan atau tanpa makanan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Penggunaan bentuk cairan pada obat ini, harus dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten.

Phenobarbital (Fenobarbital)
Golongan

Antikonvulsan golongan barbiturat

Kategori obat

Obat resep

Bentuk sediaan obat

Tablet dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori D: Telah ditemukan bukti positif adanya risiko terhadap janin, namun penggunaan oleh wanita hamil dapat dipertimbangkan apabila ada manfaat dari penggunaan obat (Contoh: obat diperlukan dalam situasi mengancam jiwa atau pada penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Dosis obat

Dosis setiap orang pasti berbeda-beda. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat.

Sedasi preoperatif (pemberian intramuskular)

  • Dewasa: Sebagai fenobarbital Na: 100-200 mg, 60-90 menit sebelum pembedahan. 
  • Anak: Sebagai fenobarbital Na: 16-100 mg, 60-90 menit sebelum pembedahan. 
  • Lansia: Kurangi dosis.

Sedasi preoperatif (pemberian intravena)

  • Anak: 1-3 mg/kg sebelum pembedahan.

Manajemen darurat pada kejang akut, Status epileptikus (pemberian oral)

  • Dewasa: 100-300 mg setiap hari sebelum tidur. 
  • Anak: 3-5 mg/kg atau 125 mg/m2setiap hari. 
  • Lansia: Kurangi dosis.

Hipnotis (pemberian oral)

  • Dewasa: 100-320 mg. Jangan diberikan lebih dari 2 minggu untuk pengobatan insomnia. 
  • Lansia: Kurangi dosis.

Sedasi preoperatif (pemberian oral)

  • Anak: 1-3 mg/kg sebelum pembedahan.

Sedasi (pemberian oral)

  • Dewasa: 30-120 mg setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. 
  • Anak: 6 mg/kg sehari atau 180 mg/m2hari dalam 3 dosis terbagi. 
  • Lansia: Kurangi dosis.

Hipnotik (pemberian Parenteral)

  • Dewasa: 100-320 mg. Jangan diberikan lebih dari 2 minggu untuk pengobatan insomnia. 
  • Lansia: Kurangi dosis.

Manajemen darurat pada kejang akut, Status epileptikus (Parenteral)

  • Dewasa: Sebagai fenobarbital Na: 200-600 mg. 
  • Anak: Sebagai fenobarbital Na: 100-400 mg. 
  • Lansia: Kurangi dosis.

Di setiap pemakaian obat selalu mempunyai efek samping tertentu. Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat akan tetapi jika terjadi efek samping yang berlebihan, harus langsung ditangani oleh medis.

Obat Phenobarbital dapat menyebabkan efek samping yang sering terjadi jika dikonsumsi seperti: bradikardia, sinkop/pingsan, hipotensi, ataksia, depresi, hiperkinesia, konstipasi/sembelit, mual muntah, kelainan sistem darah (agranulositosis, trombositopenia, anemia megaloblastik) oligouria, nyeri pada area suntik, tromboflebitis pada area suntikan, spasme laring, sesak nafas, henti nafas pada pemberian intravena yang terlalu cepat/segera, gangren bila pemberian masuk ke arteri, kantuk, kebingungan, sakit kepala, muntah, dan kecemasan. Jika efek samping semakin memburuk, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan medis.

Segera cari bantuan medis jika terjadi efek samping jarang terjadi, namun serius seperti:

  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Nekrolisis epidermal toksik

Hindari penghentian obat tiba-tiba. Konsultasi dengan dokter terlebih dahulu atau jika Anda memiliki kondisi medis seperti:

  • Pasien dengan riwayat ketergantungan obat penenang
  • Masalah pernapasan
  • Riwayat gangguan kejiwaan depresi, atau percobaan bunuh diri
  • Gangguan ginjal dan hati ringan sampai sedang
  • Pasien lanjut usia atau kondisi sangat lemah
  • Kehamilan dan menyusui

Kontraindikasi

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Depresi berat
  • Gangguan ginjal dan hati berat
  • Porfiria intermiten akut

Interaksi pada obat mungkin akan terjadi jika mengonsumsi beberapa obat secara bersamaan. Jika ingin menggunakan obat secara bersamaan harap konsultasi ke dokter Anda, dokter akan mengganti dosis obat tersebut jika memang harus digunakan secara bersamaan

Mengonsumsi obat Phenobarbital dengan obat lain secara bersamaan dapat menyebabkan beberapa interaksi seperti:

  • Dapat menurunkan konsentrasi antikoagulan oral (warfarin, dicoumarol, acenocoumarol, phenprocoumon) dalam darah.
  • Dapat meningkatkan efek depresan SSP (susunan saraf pusat) bila digunakan bersama dengan fenitoin, obat penenang lainnya.
  • Dapat memperpanjang efek kerja bila digunakan bersama dengan penghambat monoamin oksidase.
  • Dapat mengurangi efek estradiol, progesteron, estron, dan hormone steroid lainnya.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MIMS. http://www.mims.com/indonesia/drug/info/beriplast%20p%20combi-set/?type=brief
Diakses pada 10 Januari 2019 

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Seberapa Bahaya Kejang Demam pada Anak?

Saat mengalami kejang demam, anak akan menjadi kaku, mengejang, dan matanya terbelalak. Anak juga akan mengalami gangguan pernapasan. Kondisi ini dapat terjadi pada anak berusia 6 bulan-5 tahun, meski paling sering pada anak berusia 12-18 bulan. Akan tetapi, hanya sebagian kecil anak-anak yang mengalami kejang demam.
07 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Seberapa Bahaya Kejang Demam pada Anak?

Mengenal 10 Cara Menghilangkan Kejang pada Anak Tanpa Harus Panik

Menghilangkan kejang pada anak dari rumah penting diketahui oleh orang tua agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tak perlu khawatir, Anda bisa mencoba 10 langkah berikut.
17 May 2019|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Mengenal 10 Cara Menghilangkan Kejang pada Anak Tanpa Harus Panik

Mengenal Kejang pada Bayi dan Gejala yang Ditimbulkan

Kejang pada bayi biasanya hanya terjadi di bagian tubuh tertentu. Kejang pada bayi terlihat seperti gerakan bayi pada umumnya, namun biasanya gerakannya berulang dan identik setiap kali terjadi.Baca selengkapnya
Mengenal Kejang pada Bayi dan Gejala yang Ditimbulkan