Phardex Tablet 2 mg

20 Jan 2021| Ajeng Prahasta
Phardex tablet adalah obat untuk meredakan kejang dan peningkatan ketegangan otot (tonus otot).

Deskripsi obat

Phardex tablet adalah obat untuk meredakan kejaang dan peningkatan tonus otot yang disebabkan oleh multiple sklerosis dan gangguan saraf. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Phardex tablet mengandung zat aktif tizanidin hidroklorida.

Phardex Tablet 2 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 385.000/box per Agustus 2020
Produk HalalYa
Kandungan utamaTizanidin hidroklorida.
Kelas terapiRelaksan otot.
Klasifikasi obatAgonis alfa-2 adrenergik.
Kemasan1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg)
ProdusenPharos Indonesia

Informasi zat aktif

Tizanidin merupakan relaksan otot yang termasuk dalam golongan agonis alfa2-adrenergik yang bekerja pada tingkat tulang belakang dan supraspinal untuk memblokir interneuron. Obat ini dapat mengurangi spastisitas dengan meningkatkan penghambatan presinaptik dan memiliki efek yang besar pada jalur polisinaptik dan juga memiliki efek analgesik sentral sedang.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, tizanidin diketahui memiliki status

  • Absorpsi: Diserap dengan baik dari saluran pencernaan. Makanan dapat mengubah penyerapan dan bioekuivalensi. Ketersediaan hayati sekitar 40%. Waktu untuk konsentrasi plasma puncak kira-kira selama 1 jam.
  • Distribusi: Volume distribusi sebesar 2,4 L/kg. Pengikatan protein plasma sekitar 30%.
  • Metabolisme: Melakukan metabolisme hati lintasan pertama yang ekstensif oleh CYP1A2 menjadi metabolit yang tidak aktif.
  • Ekskresi: Terutama melalui urin (60%); feses (20%). Waktu paruh eliminasi selama 2,5 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Meringankan kram otot, kejang otot, dan kekakuan pada otot yang disebabkan karena multiple sklerosis ataupun penyakit di mana saraf tidak berfungsi dengan baik dan pasien mungkin mengalami kelemahan, mati rasa, kehilangan koordinasi otot dan masalah dengan penglihatan, bicara, dan kontrol kandung kemih, stroke, atau cedera otak atau tulang belakang.

Tizanidin termasuk dalam golongan obat yang disebut agonis alfa-2-adrenergik. Tizanidin merupakan relaksan otot rangka. Obat ini bekerja dengan memperlambat aksi di otak dan sistem saraf untuk memungkinkan otot rileks. Tizanidin dapat mengurangi aktivitas saraf di sumsum tulang belakang yang mengontrol otot, sehingga dapat membantu mengurangi kejang otot.

Komposisi obat

Tizanidin hidroklorida 2 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Kram otot yang sangat nyeri: 2-4 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • Kasus berat: dosis ekstra 2-4 mg dapat dikonsumsi pada malam hari.

  • Terapi tambahan untuk spastisitas karena gangguan pada sistem saraf:
    • Dosis awal: tidak boleh melebihi 6 mg dalam 3 dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sebesar 2-4 mg dengan selang waktu pemberian tiap ½ minggu.
    • Dosis maksimal: 36 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Mengantuk, lelah, pusing, atau lemas.
    Istirahatlah hingga merasa lebih baik, jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari menguonsumsi alkohol.
  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap manisan bebas gula.
  • Mual atau sakit perut.
    Makan makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau makanan pedas.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).

Perhatian Khusus

  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan gangguan kejiwaan.
  • Pasien dengan gangguan kardiovaskular.
  • Pasien penderita penyakit arteri koroner.
  • Hindari penghentian penggunaan obat ini secara mendadak.

Kategori kehamilan

Kategori C: Belum terdapat penelitian terkontrol untuk penggunaan phardex tablet pada ibu hamil, namun ada efek samping yang mungkin dapat mengganggu perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, penggunaannya pada ibu hamil hanya dapat dilakukan jika manfaat yang diberikan melebihi risiko yang mungkin timbul pada janin. Konsultasikan penggunaan obat ini dengan dokter sebelum digunakan.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien yang mengonsumsi inhibitor CYP1A2 seperti siprofloksasin dan fluvoksamin.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Benzodiazepin, TCA, dan opioid.
    Penggunaan tizanidin dengan obat penenang dan depresan susunan saraf pusat seperti obat di atas dapat menyebabkan peningkatan efek SSP.
  • Penghambat adrenoreseptor beta dan digoksin.
    Penggunaan bersama tizanidin dapat menyebabkan peningkatan efek penurunan tekanan darah (hipotensi), peningkatan tekanan darah hingga melebihi tekanan darah ketika sebelum pengobatan (hipertensi rebound) dan denyut jantung di atas normal (takikardia) dengan penghambat adrenoseptor beta dan digoksin.
  • Kontrasepsi oral.
    Peningkatan kadar plasma dengan kontrasepsi oral.
  • Fluvoksamin dan siprofloksasin.
    Penggunaan tizanidin dengan penghambat CYP1A2 yang kuat seperti obat di atas dapat menyebabkan peningkatan kadar serum sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda merasa pusing, sepert akan pingsan, pernapasan lemah atau pendek, kebingungan, halusinasi, dan sakit atau seperti rasa terbakar saat buang air kecil.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phardex?type=brief&lang=id
Diakses pada 26 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tizanidine?mtype=generic
Diakses pada 26 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1024/tizanidine-oral/details
Diakses pada 26 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/tizanidine-oral-tablet#about
Diakses pada 26 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601121.html
Diakses pada 26 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/tizanidine-for-muscle-spasm-zanaflex
Diakses pada 26 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email