Phardex Tablet 2 mg

16 Sep 2020| Ajeng Prahasta
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Rp 385.000/box per Agustus 2020
Kemasan
1 box isi 10 strip @ 10 tablet (2 mg)
Produsen
Pharos Indonesia
Phardex tablet adalah obat untuk meredakan kejaang dan peningkatan tonus otot yang disebabkan oleh multiple sklerosis dan gangguan saraf. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Phardex tablet mengandung zat aktif tizanidin hidroklorida.
  • Meringankan kram otot, kejang otot, dan kekakuan pada otot yang disebabkan karena multiple sklerosis ataupun penyakit di mana saraf tidak berfungsi dengan baik dan pasien mungkin mengalami kelemahan, mati rasa, kehilangan koordinasi otot dan masalah dengan penglihatan, bicara, dan kontrol kandung kemih, stroke, atau cedera otak atau tulang belakang.

Tizanidin termasuk dalam golongan obat yang disebut agonis alfa-2-adrenergik. Tizanidin merupakan relaksan otot rangka. Obat ini bekerja dengan memperlambat aksi di otak dan sistem saraf untuk memungkinkan otot rileks. Tizanidin dapat mengurangi aktivitas saraf di sumsum tulang belakang yang mengontrol otot, sehingga dapat membantu mengurangi kejang otot.

Tizanidin hidroklorida 2 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Kram otot yang sangat nyeri: 2-4 mg sebanyak 3 kali/hari.
    • Kasus berat: dosis ekstra 2-4 mg dapat dikonsumsi pada malam hari.

  • Terapi tambahan untuk spastisitas karena gangguan pada sistem saraf:
    • Dosis awal: tidak boleh melebihi 6 mg dalam 3 dosis terbagi. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sebesar 2-4 mg dengan selang waktu pemberian tiap ½ minggu.
    • Dosis maksimal: 36 mg/hari.
Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
  • Mengantuk, lelah, pusing, atau lemas.
    Istirahatlah hingga merasa lebih baik, jangan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin. Hindari menguonsumsi alkohol.
  • Mulut kering.
    Cobalah untuk mengunyah permen karet bebas gula atau menghisap manisan bebas gula.
  • Mual atau sakit perut.
    Makan makanan sederhana dan hindari makanan kaya rasa atau makanan pedas.
  • Gangguan kesulitan tidur (insomnia).
  • Pasien penderita gangguan hati.
  • Pasien yang mengonsumsi inhibitor CYP1A2 seperti siprofloksasin dan fluvoksamin.
  • Pasien penderita gangguan fungsi ginjal atau hati.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan mengemudi kendaraan atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien lanjut usia.
  • Pasien dengan gangguan kejiwaan.
  • Pasien dengan gangguan kardiovaskular.
  • Pasien penderita penyakit arteri koroner.
  • Hindari penghentian penggunaan obat ini secara mendadak.
  • Benzodiazepin, TCA, dan opioid.
    Penggunaan tizanidin dengan obat penenang dan depresan susunan saraf pusat seperti obat di atas dapat menyebabkan peningkatan efek SSP.
  • Penghambat adrenoreseptor beta dan digoksin.
    Penggunaan bersama tizanidin dapat menyebabkan peningkatan efek penurunan tekanan darah (hipotensi), peningkatan tekanan darah hingga melebihi tekanan darah ketika sebelum pengobatan (hipertensi rebound) dan denyut jantung di atas normal (takikardia) dengan penghambat adrenoseptor beta dan digoksin.
  • Kontrasepsi oral.
    Peningkatan kadar plasma dengan kontrasepsi oral.
  • Fluvoksamin dan siprofloksasin.
    Penggunaan tizanidin dengan penghambat CYP1A2 yang kuat seperti obat di atas dapat menyebabkan peningkatan kadar serum sehingga dapat menyebabkan terjadinya toksisitas.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/phardex?type=brief&lang=id
Diakses pada 26 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/tizanidine?mtype=generic
Diakses pada 26 Agustus 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1024/tizanidine-oral/details
Diakses pada 26 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/tizanidine-oral-tablet#about
Diakses pada 26 Agustus 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a601121.html
Diakses pada 26 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/tizanidine-for-muscle-spasm-zanaflex
Diakses pada 26 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Ini Penyebab dan Obat Nyeri Otot Paha yang Efektif

Kram otot adalah penyebab utama nyeri otot paha. Kondisi ini disebabkan karena otot terlalu sering dipakai sehingga otot menjadi tegang dan timbul rasa sakit. Beruntung, saat ini ada berbagai obat nyeri otot paha yang efektif untuk atasi keluhan ini.
18 Oct 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Ini Penyebab dan Obat Nyeri Otot Paha yang Efektif

Nyeri Punggung Bawah: Kenali Penyebabnya!

Nyeri punggung bawah, yang disebut juga work related musculoskeletal disorders. Penyebab nyeri punggung bawah merupakan sindroma sakit nyeri yang ditimbulkan akibat pekerjaan atau aktivitas, dan lebih banyak terjadi pada laki-laki.Baca selengkapnya
Nyeri Punggung Bawah: Kenali Penyebabnya!

Penyebab Sakit Pundak dan Leher, Akibat Cedera Hingga Masalah Medis

Salah satu bagian tubuh dengan cakupan gerakan terluas sekaligus leluasa adalah pundak. Sayangnya, sakit pundak dan leher juga termasuk yang paling sering terjadi. Penyebab sakit pundak beragam, menyebabkan seseorang tak bisa bergerak leluasa hingga merasakan nyeri yang mengganggu aktivitas.
05 Aug 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penyebab Sakit Pundak dan Leher, Akibat Cedera Hingga Masalah Medis