PGB kapsul 75 mg

31 Jan 2020| Dina Rahmawati
PGB kapsul adalah obat untuk membantu pengobatan nyeri neuropati, epilepsi, dan gangguan kecemasan.

Deskripsi obat

PGB adalah obat untuk membantu pengobatan nyeri neuropati, epilepsi, dan gangguan kecemasan. Obat ini merupakan golongan obat keras yang memerlukan resep dokter. PGB mengandung zat aktif pregabalin.

PGB kapsul 75 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HETRp 110.025/strip (10 tablet) per Desember 2019
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 kapsul (75 mg)
ProdusenDexa Medica

Indikasi (manfaat) obat

  • Pengobatan:
    • Nyeri akibat gangguan yang terjadi karena kerusakan saraf pada tubuh (nyeri neuropati)
    • Kejang akibat kerusakan saraf otak. (epilepsi) terapi tambahan pada pasien dewasa yang mengalami kejang yang berawal dari lengan dan kaki kemudian ke atas sisi tubuh yang sama (seizure parsial) dengan atau diikuti generalisasi sekunder.
    • Gangguan kecemasan (generalized anxiety disorder).

Komposisi obat

Pregabalin 75 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Nyeri neouropati:
    • Dosis awal: 75 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Setelah 3-7 hari, dosis dapat ditingkatkan: 150 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Setelah 7 hari, dosis dapat ditingkatkan ke dosis maksimal: 300 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Epilepsi:
    • Dosis awal: 75 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Setelah 1 minggu, dosis dapat ditingkatkan: 150 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Setalah beberapa minggu, dosis dapat ditinggkatkan ke dosis maksimal: 300 mg sebanyak 3 kali/hari.
  • Gangguan kecemasan (generalized anxiety disorder):
    • Rentang dosis 150-600 mg/hari diberikan dalam 2 atau 3 dosis terbagi.
      • Dosis awal: 150 mg/hari
      • Peningkatan dosis setelah 1 minggu: 300 mg/hari.
      • Setelah lebih dari beberapa minggu: 450 mg/hari.
      • Dosis maksimal: 600 mg/hari.

Aturan pakai obat

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan intoleransi laktosa.
  • Pasien penderita kencing manis (diabetes).
  • Pasien yang hipersensitif.
  • Pasien penderita gagal jantung kongestif
  • Pasien dengan terapi kerusakan terjadi pada susunan saraf pusat (neouropatik sentral).
  • Wanita hamil dan menyusui.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang hipersensitif terhadap pregabalin dan eksipien.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Obat enzim mikrosomal.
  • Obat protein.
  • Antikonvulsan.
  • Obat antidiabetes.
  • Kontrasepsi oral.
  • Kontrasepsi norethisterone.
  • Kontrasepsi ethinyl estradiol.
  • Obat sistem saraf pusat.

Sesuai kemasan per Desember 2019.

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email