Persidal Tablet

16 Sep 2020| Dea Febriyani
Golongan
Obat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
HET
Kemasan
1 box isi 2 strip @ 10 tablet (1 mg; 2 mg; 3 mg)
Produsen
Mersifarma Tirmaku Mercusana

Persidal tablet adalah tablet yang digunakan untuk mengatasi gangguan mental tertentu seperti skizofrenia akut dan kronis, gangguan perubahan emosi yang drastis (bipolar), serta penyakit penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, dan bicara (alzheimer). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Persidal tablet mengandung zat aktif risperidon.

Mengatasi:

  • Gangguan mental jangka panjang seperti skizofrenia akut dan kronis.
  • Perubahan emosi yang drastis (gangguan bipolar).
  • Penurunan daya ingat, kemampuan berikir, dan berbicara (penyakit alzheimer).

Risperidon bekerja dengan cara memengaruhi jumlah bahan kimia tertentu yang disebut neurotransmitter yang terjadi secara alami di otak. Pasien skizofrenia dan gangguan bipolar diperkirakan memiliki ketidakseimbangan neurotransmiter tertentu dan risperidon ini bisa memperbaiki ketidakseimbangan ini.

  • Persidal tablet 1 mg: risperidon 1 mg.
  • Persidal tablet 2 mg: risperidon 2 mg.
  • Persidal tablet 3 mg: risperidon 3 mg.

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Hari pertama: 1 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Hari kedua: 2 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Hari ketiga: 3 mg sebanyak 2 kali/hari.
  • Optimal dosis: 2-4 mg sebanyak 2 kali/hari.

Lansia, pasien gangguan ginjal dan hati: 0,5 mg sebanyak 2 kali/hari, kemudian dosis ditingkatkan 1-2 mg sebanyak 2 kali/hari.

Dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

  • Mual, kesulitan buang air besar (konstipasi), diare, rasa tidak nyaman pada perut.
    Jika Anda mengalami satu atau beberapa efek samping tersebut setelah mengonsumsi risperidon, cobalah mengonsumsi makanan yang ringan, hindari makanan berat atau pedas.
  • Pusing atau mengantuk dan pengelihatan kabur.
    Jika Anda mengalami satu atau beberapa efek samping tersebut setelah mengonsumsi risperidon, jangan mengemudi dan jangan menggunakan alat atau mesin dan jangan mengonsumsi alkohol.
  • Sakit kepala dan rasa nyeri lain.
    Cobalah untuk minum banyak air dan mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilanga rasa sakit yang sesuai. Jika rasa sakit terus berlanjut, hubungi dokter Anda.
  • Gemetar, gelisah, gerakan otot yang tidak biasa atau tidak terkendali.
    Jika Anda mengalami satu atau beberapa efek samping tersebut, segera bicarakan pada dokter sebab pengobatan Anda mungkin perlu disesuaikan.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Perasaan seperti kesal atau gelisah (agitasi).
  • Kecemasan (ansietas).
  • Penurunan tekanan darah terjadi secara tiba-tiba (hipotensi ortostatik).
  • Detak jantung cepat (takikardia).
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).

Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.

  • Pasien dengan riwayat kejang seperti penyakit Parkinson.
  • Pasien dengan masalah dalam mengingat, berpikir, bergerak, berperilaku, dan mempengaruhi suasana hati (Lewy Body Dementia).
  • Pasien dengan penyakit kardiovaskular.
  • Pasien dengan kekurangan pasokan darah (hipovolemia).
  • Pasien dengan kehilangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Sitalopram dan esitalopram.
    Penggunaan sitalopram atau esitalopram bersama dengan risperidon dapat meningkatkan risiko irama jantung tidak teratur yang mungkin serius dan berpotensi mengancam nyawa, meskipun efek sampingnya relatif jarang.
  • Oksikodon dan tramadol.
    Penggunaan obat nyeri narkotik atau batuk bersama dengan obat lain yang juga menyebabkan depresi sistem saraf pusat dapat menyebabkan efek samping yang serius termasuk gangguan pernapasan, koma, dan bahkan kematian.
  • Aripirazol, lorazepam, diazaepam, klonazepam, dan alprazolam.
    Penggunaan bersama risperidon dapat meningkatkan efek samping seperti pusing, mengantuk, kebingungan, dan kesulitan berkonsentrasi.
  • Difenhidramin.
    Penggunaan bersama risperidon berisiko memiliki tanda-tanda masalah kandung kemih, mulut kering, sakit perut, demam, penglihatan kabur, kebingungan, pusing, atau detak jantung berkurang.
  • Lamotrigin.
    Penggunaan bersama risperidon menyebabkan efek samping seperti kantuk berlebihan, pusing, peningkatan detak jantung, kejang, dan tremor.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/risperidone
Diakses pada 25 Agustus 2020

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/persidal
Diakses pada 25 Agustus 2020

Patient. https://patient.info/medicine/risperidone-risperdal
Diakses pada 25 Agustus 2020

Medscape. https://reference.medscape.com/drug/perseris-risperdal-consta-risperidone-342986#5
Diakses pada 25 Agustus 2020

Drugs. https://www.drugs.com/drug-interactions/risperidone.html
Diakses pada 25 Agustus 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/risperidone-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 25 Agustus 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Mengenal Histeria dan Kaitannya dengan Mass Hysteria

Histeria dulu adalah gangguan mental yang berdiri secara sendiri. Namun, sekarang ini, histeria adalah salah satu gejala yang ditimbulkan oleh gangguan mental lainnya. Histeria bisa dialami oleh banyak orang dalam waktu dan tempat yang sama dan dikenal sebagai fenomena mass hysteria.
30 Oct 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Mengenal Histeria dan Kaitannya dengan Mass Hysteria

Bentuk Stigma pada Pasien Kesehatan Mental di Indonesia yang Harus Dihentikan

Stigma pada penderita gangguan kesehatan mental di Indonesia masih berisiko memunculkan efek negatif pada pasien itu sendiri. Oleh karena itu, stigma semacam ini harus segera dihentikan.
19 Sep 2020|Asni Harismi
Baca selengkapnya
Bentuk Stigma pada Pasien Kesehatan Mental di Indonesia yang Harus Dihentikan

Perfeksionis, Obsesi yang Bisa Positif Namun Juga Perlu Dikendalikan

Banyak orang mengaku dirinya perfeksionis. Apakah Anda juga termasuk? Orang perfeksionis memasang standar yang begitu tinggi dalam melakukan sesuatu dan terobsesi untuk menjadi sempurna.
07 Jan 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Perfeksionis, Obsesi yang Bisa Positif Namun Juga Perlu Dikendalikan