Persantin Tablet

20 Jan 2021
Persantin tablet adalah obat untuk menurunkan risiko stroke dan terapi tambahan antikoagulan.

Deskripsi obat

Persantin tablet adalah obat untuk menurunkan risiko terjadinya stroke dan terapi tambahan antikoagulan pada penggantian katup jantung. Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Persantin tablet mengandung zat aktif dipiridamol.

Persantin Tablet
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Kandungan utamaDipiridamol.
Kelas terapiAntikoagulan, antiplatelet, dan trombolitik.
Kemasan1 box isi 20 strip @ 10 tablet (25 mg; 75 mg)
ProdusenBoehringer Ingelheim

Informasi zat aktif

Dipiridamol merupakan obat antiplatelet yang dapat membantu menjaga aliran darah dengan menghentikan trombosit agar tidak menggumpal dan dengan menjaga pembuluh darah jantung tetap terbuka. Dipiridamol digunakan dengan obat lain untuk mengurangi risiko pembekuan darah setelah penggantian katup jantung.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, dipiridamol diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap seluruhnya dari saluran pencernaan. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) kira-kira 75 menit.
  • Distribusi: Tersebar luas ke jaringan tubuh. Melintasi plasenta dalam jumlah kecil dan masuk ke dalam ASI. Volume distribusi sebanyak 2-3 L/kg. Pengikatan protein plasma sekitar 91-99%, terutama pada glikoprotein asam α1.
  • Metabolisme: Dimetabolisme di hati.
  • Ekskresi: Melalui feses (sebagai konjugat glukuronida dan obat tidak berubah). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi terminal) selama 10-12 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Menurunkan risiko terjadinya stroke, serangan jantung, atau penyumbatan pembuluh darah di paru-paru.
  • Terapi kombinasi dengan obat lain untuk mengurangi risiko pembekuan darah setelah penggantian katup jantung.

Dipiridamol merupakan obat antiplatelet yang dapat membantu menjaga aliran darah dengan menghentikan trombosit agar tidak menggumpal dan dengan menjaga pembuluh darah jantung tetap terbuka.

Komposisi obat

  • Persantin tablet 25 mg: dipiridamol 25 mg.
  • Persantin tablet 75 mg: dipiridamol 75 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

Dewasa:

  • Pencegahan pembekuan darah (tromboemboli) sesudah penggantian katup jantung: 300-600 mg/hari dalam 3-4 dosis terbagi, dikombinasikan dengan antikoagulan oral.
  • Pencegahan sekunder stroke atau stroke ringan: 200 mg sebanyak 2 kali/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi saat perut kosong atau 1 jam sebelum makan. Dapat dikonsumsi dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.

Efek samping obat

  • Kulit terasa panas dan kemerahan.
    Cobalah kurangi minum kopi, teh, dan alkohol. Mungkin membantu untuk menjaga ruangan tetap dingin dan menggunakan kipas angin. Anda juga bisa menyemprot wajah Anda dengan air dingin atau menyesap minuman dingin atau es. Pembilasan akan hilang setelah beberapa hari. Jika tidak, atau jika menyebabkan masalah, hubungi dokter Anda.
  • Sakit kepala.
    Pastikan Anda istirahat dan minum banyak cairan. Jangan minum terlalu banyak alkohol. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit. Bicaralah dengan dokter Anda jika sakit kepala parah atau berlangsung lebih dari seminggu.
  • Pusing.
    Jika dipiridamol membuat Anda merasa pusing saat berdiri, cobalah bangun dengan sangat lambat atau tetap duduk sampai Anda merasa lebih baik. Jika Anda mulai merasa pusing, berbaringlah agar tidak pingsan, lalu duduklah sampai Anda merasa lebih baik. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika Anda merasa pusing atau sedikit gemetar.
  • Mual.
    Coba minum tablet Anda dengan atau setelah makan atau ngemil. Mungkin juga membantu jika Anda tidak makan makanan kaya atau pedas.
  • Diare dan muntah.
    Minum banyak air dalam jumlah kecil, sesering mungkin. Bicaralah dengan apoteker jika Anda memiliki tanda-tanda dehidrasi, seperti urine lebih jarang dari biasanya atau urine berwarna gelap dan berbau menyengat. Jangan minum obat lain untuk mengobati diare atau muntah tanpa berbicara dengan apoteker atau dokter.
  • Penurunan tekanan darah (hipotensi).
  • Nyeri dada.
  • Penurunan kadar trombosit dalam darah (trombositopenia).
  • Peningkatan detak jantung.
  • Nyeri otot.

Perhatian Khusus

  • Pasien yang mengalami sakit kepala sebelah (migrain).
  • Kelemahan pada otot rangka yang disebabkan karena penyakit autoimun (myasthenia gravis).
  • Pasien yang mengalami penyempitan pada katup jantung (stenosis aorta).
  • Pasien yang mengalami kegagalan gagal jantung dalam memompa darah, sehinggga tidak dapat mengalirkan darah yang cukup ke organ lain (gagal jantung dekompensasi).
  • Pasien dengan gangguan pembekuan darah (koagulasi).
  • Wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Pasien penderita tekanan darah rendah atau di bawah batas normal (hipotensi).
  • Pasien penderita penyakit arteri koroner berat termasuk angina tidak stabil atau serangan jantung baru baru ini.

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

Pasien yang memiliki riwayat alergi terhadap dipiridamol.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Antasida.
    Antasida dapat mengurangi penyerapan dari dipiridamol, sehingga efek obat akan berkurang.
  • Turunan xantin seperti teofilin, aminofilin, dan kafein.
    Penggunaan obat turunan xantin dan dipiridamol dapat menyebabkan kehilangan efek pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi koroner).
  • Penghambat kolinesterase.
    Dapat melawan efek antikolinesterase dan memperburuk kelemahan otot (myasthenia gravis) bila digunakan dengan penghambat kolinesterase.
  • Fludarabin.
    Dipiridamol dapat menurunkan efektivitas dari fludarabin.
  • Adenosin.
    Penggunaan dipiridamol dengan adenosin dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi obat dan meningkatkan efek kardiovaskular.
  • Aspirin.
    Penggunaan dipiridamol dan aspirin dapat meningkatkan efek dari aspirin sehingga dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Obat penurun tekanan darah (antihipertensi).
    Dapat meningkatkan efek penurunan tekanan darah (hipotensi) dari obat penurun tekanan darah.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Hubungi dokter jika Anda mengalami perubahan pada warna mata atau kulit yang menjadi kekuningan, nyeri dada, atau detak jantung yang cepat atau tidak stabil. Jangan berhenti mengonsumsi dipiridamol tanpa konsultasi dengan dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/dipyridamole?mtype=generic
Diakses pada 23 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-13524/dipyridamole-oral/details#:~:text=Dipyridamole%20is%20an%20antiplatelet%20drug,keeping%20heart%20blood%20vessels%20open.
Diakses pada 23 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682830.html
Diakses pada 23 September 2020

NHS. https://www.nhs.uk/medicines/dipyridamole/
Diakses pada 23 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email