Permethrin

21 Mar 2019
Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Permethrin digunakan untuk mengobati infeksi parasit pada tubuh manusia

A Scabs, Scabicore, Scabimite

Permethrin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit kudis. Penyakit kudis yang kondisinya disebabkan oleh serangga yang sering kita sebut tungau yang mengiritasi kulit. Obat ini melumpuhkan tungau beserta telur mereka. Kelas obat ini dikenal sebagai pyrethrins

Permethrin (Permetrin)
Golongan

Anti parasitik

Kategori obat

Obat resep dan bebas

Bentuk sediaan obat

Krim

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan Anak-Anak

Kategori kehamilan dan menyusui

Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Dosis obat

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Scabies Topikal/cutaneus

  • Dewasa: sediaan krim 5% permetrin: Oleskan tipis kira-kira 30 gr pada permukaan kulit dari kepala sampai telapak kaki, biarkan selama 8-14 jam sebelum dibilas.
  • Anak: Usia 2 – 12 bulan : oleskan tipis sekitar 3,75 gr pada permukaan kulit dari kepala hingga telapak kaki, biarkan selama 8-14 jam sebelum dibilas. Usia 1-5 tahun oleskan sekitar 7,5 gr. Usia 6-12 tahun oleskan sekitar 15 gr. usia lebih dari 12 tahun sama dengan dosis dewasa.

Topikal / Cutaneous

Pedikulosis kapitis/kutu kulit kepala

  • Dewasa: Sebagai 1% lotion (krim bilas) permetrin: Gunakan jumlah yang cukup untuk keramas rambut dan kulit kepala, biarkan selama 10 menit sebelum dibilas, kemudian keringkan dengan handuk kering.  Dapat diulang setelah 7-10 hari.
  • Anak:  >6 bulan sama dengan dosis dewasa

Ikuti saran dan resep dokter.

  • Lakukan pijatan saat mengoleskan krim ke kulit.
  • Cuci krim setelah 8-14 jam.
  • Hindari krim ke mata, hidung, mulut, atau vagina.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Iritasi kulit, gatal, bengkak, kemerahan merupakan efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini. Gejala lain yang dapat muncul antara lain rasa terbakar, baal, perih, rasa seperti tertusuk jarum, dan bengkak terlokalisir. Beritahukan dokter Anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Bila Anda mengalami gejala yang berat/serius sebagai berikut, segera hubungi dokter Anda:

  • Pusing berat.
  • Kesulitan bernafas

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

 

  • Kehamilan dan menyusui.

 

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • Hipersensitivitas.

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Konsumsi Permethrin dapat terjadi kemungkinan interaksi. Untuk mengetahui interaksi bertanya kepada dokter tentang obat ini.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

New England Journal. https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejmct091032
Diakses pada 10 Juni 2019

Europe PMC. https://europepmc.org/abstract/med/10583056
Diakses pada 10 Juni 2019

ID Drug. http://mims.com/indonesia/drug/info/permethrin/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 27 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5964-8063/permethrin-topical/permethrin-cream-topical/details
Diakses pada 27 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/permethrin-topical-route/precautions/drg-20065448
Diakses pada 27 November 2018

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Pengobatan Dermatitis Kontak untuk Hilangkan Rasa Gatal

Dermatitis kontak adalah penyakit kulit akibat iritasi zat di kulit yang memicu reaksi alergi. Seperti apa perawatan dan pilihan obat untuk dermatitis kontak?
07 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Pengobatan Dermatitis Kontak untuk Hilangkan Rasa Gatal

Hati-hati! Selain Kulit, Mata Juga Dapat Terserang Penyakit Kusta!

Selain menyerang kulit, penyakit kusta pun bisa menimbulkan gangguan pada mata. Di tahap yang parah, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae ini bahkan dapat menyebabkan kebutaan. Kusta dapat diobati dengan pemberian antibiotik.
31 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Hati-hati! Selain Kulit, Mata Juga Dapat Terserang Penyakit Kusta!

Waspadai Penyebab Tangan dan Kaki Gatal Sering Terjadi

Penyebab tangan dan kaki gatal dapat diakibatkan oleh penyakit-penyakit kulit tertentu. Masalah tersebut termasuk alergi, psoriasis, eksim, hingga gejala diabetes.
21 Mar 2019|Maria Yuniar
Baca selengkapnya
Waspadai Penyebab Tangan dan Kaki Gatal Sering Terjadi