Parlodel Tablet 2,5 mg

27 Okt 2020| Dea Febriyani
Parlodel tablet adalah obat untuk mengatasi kadar hormon prolaktin yang tinggi dalam tubuh.

Deskripsi obat

Parlodel tablet adalah obat untuk mengobati gangguan koordinasi di otak uang menyebabkan terjadinya gangguan gerakan seperti tremor (penyakit parkinson) dan mengatasi kadar hormon prolaktin yang tinggi dalam tubuh (hiperprolaktinemia). Obat ini merupakan obat keras yang harus menggunakan resep dokter. Parlodel tablet mengandung zat aktif bromokriptin.
Parlodel Tablet 2,5 mg
Golongan ObatObat kerasObat resep. Obat hanya boleh dibeli menggunakan resep dokter.
Produk HalalYa
Informasi tambahanLactose intolerant.
Kandungan utamaBromokriptin.
Kelas terapiAntiparkinson dan obat yang mempengaruhi pengaturan hormon.
Klasifikasi obatAgonis dopamin.
Kemasan1 box isi 3 strip @ 10 tablet (2,5 mg)
ProdusenNovartis

Informasi zat aktif

Bromokriptin termasuk dalam golongan agonis dopamin D2 yang mengaktifkan reseptor dopamin postsinaptik yang dapat menghambat sekresi prolaktin dan dapat menurunkan kadar hormon pertumbuhan dalam darah.

Bedasarkan proses kerja obat dalam tubuh, bromokriptin diketahui memiliki status:

  • Absorpsi: Diserap dengan cepat dari saluran pencernaan. Kadar obat yang masuk ke dalam peredaran darah (ketersediaan hayati) sekitar 6%. Waktu dimana obat mencapai kadar tertinggi dalam plasma (waktu untuk konsentrasi plasma puncak) terjadi dalam 1-3 jam.
  • Distribusi: Pengikat protein plama sekitar 90-96%, terutama albumin.
  • Metabolisme: Mengalami metabolisme jalur pertama hati (first pass metabolism) yang ekstensif; diubah menjadi asam lisergat dan peptida melalui reaksi kimia yang memecah molekul air menjadi H dan OH yang dapat menetralkan campuran asam dan basa (hidrolisis).
  • Ekskresi: Melalui feses (sekitar 82%) dan urin (sekitar 2-6%). Waktu yang dibutuhkan obat untuk dikeluarkan oleh tubuh dari separuh kadar awal obat (waktu paruh eliminasi): Biphasic: Sekitar 4-4,5 jam; 15 jam.

Indikasi (manfaat) obat

  • Mengobati gangguan koordinasi di otak yang menyebabkan terjadinya gangguan gerakan seperti tremor (penyakit parkinson).
    Obat ini dapat meningkatkan kemampuan untuk bergerak dan dapat mengurangi gangguan gemetar yang tidak dapat dikendalikan (tremor), kekakuan, gerakan yang melambat, dan ketidakstabilan gerakan.
  • Mengatasi kadar hormon prolaktin yang tinggi dalam tubuh (hiperprolaktinemia).
    Kadar prolaktin yang tinggi dapat menyebabkan masalah seperti keluarnya ASI yang tidak diinginkan, menstruasi yang terlewat atau berhenti, sulit hamil, penurunan produksi sperma, dan penurunan kemampuan seksual. Bromokriptin dapat digunakan untuk mengobati jenis tumor yang menyebabkan tingginya kadar prolaktin (adenoma yang mensekresi prolaktin) dan obat ini dapat membantu mengurangi ukuran tumor.
  • Mengatasi masalah menstruasi seperti wanita yang tidak mengalami menstruasi selama 3 periode (amenorea).
  • Mengatasi penyakit yang disebabkan karena tingginya hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh kelenjar ptuitary.
  • Digunakan bersama dengan diet yang tepat dan olahraga untuk menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe 2.

Bromokriptin dapat menurunkan kadar hormon pertumbuhan dalam tubuh dan membantu mengobati akromegali atau suatu kondisi yang menyebabkan tangan, kaki, dan wajah tumbuh berlebihan. Obat ini juga dapat menurunkan kadar gula darah dan membantu membuat tubuh lebih efektif dalam mengubah gula darah menjadi energi.Bromokriptin dapat mengurangi jumlah hormon prolaktin yang diproduksi oleh tubuh. Menurunkan kadar hormon ini membantu mengobati produksi ASI yang berlebih (galaktorea) atau gangguan kesuburan.

Komposisi obat

Bromokriptin 2,5 mg.

Dosis obat

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Penyakit parkinson:
    • Pada minggu 1: 1-1,25 mg dikonsumsi ketika menjelang tidur.
    • Pada minggu 2: 2-2,5 mg dikonsumsi sebelum tidur malam.
    • Pada minggu 3: 2,5 mg sebanyak 2 kali/hari.
    • Pada minggu 4: 2,5 mg sebanyak 3 kali/hari, setelah dikonsumsi 3 kali/hari, kemudian ditingkatkan sebanyak 2,5 mg setiap 3-14 hari.
    • Dosis perawatan: 10-30 mg/hari.
  • Laktasi: 2,5 mg/hari, dikonsumsi selama 2-3 hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 2,5 mg selama 14 hari.
  • Hipogonadisme,infertilitas, dan galaktorea: 
    • Dosis awal: 1-1,25 mg, dikonsumsi pada malam hari, dosis dapat ditingkatkan hingga 2-2,5 mg pada malam hari. Setelah 2-3 hari, dan kemudian ditingkatkan 1-2,5 mg setiap 2-3 hari hingga 2,5 mg atau lebih jika dibutuhkan.
    • Maksimal: 30 mg/hari.

Aturan pakai obat

Sebaiknya dikonsumsi dengan makanan.

Efek samping obat

  • Kesulitan buang air besar (konstipasi).
    Usahakan untuk makan makanan yang seimbang dan minum banyak air setiap hari. Konsumsi makanan yang mengandung serat tinggi seperti sereal, sayuran, dan buah segar.
  • Sakit kepala.
    Jika sakit kepala parah atau berlanjut, segera bicarakan dengan dokter Anda. Mintalah apoteker Anda untuk merekomendasikan obat penghilang rasa sakit yang sesuai. Hindari mengonsumsi alkohol karena akan memperburuk kondisi Anda.
  • Mengantuk atau pusing.
    Beristirahatlah hingga merasa lebih baik, jangan mengemudi kendaraan dan jangan gunakan alat atau mesin sampai Anda merasa lebih baik.
  • Hidung tersumbat.
    Jika ini menjadi masalah, bicarakan dengan dokter Anda.
  • Sakit perut.
    Hindari makanan kaya rasa atau makanan pedas. Ingatlah untuk mengonsumsi obat ini bersama dengan makanan.

Perhatian Khusus

  • Pasien dengan gangguan keseimbangan otak yang menyebabkan gangguan gerakan (sindrom parkinsonian) yang menunjukkan penurunan kemampuan berfikir dan daya ingat (dementia) derajat ringan atau dengan riwayat serangan jantung (infark miokard).
  • Pasien yang mengalami gangguan mencerna laktosa (lactose intolerant).
  • Pasien dengan riwayat luka pada dinding lambung (tukak lambung).
  • Pasien penderitaa gangguan ginjal atau hati.
  • Anak-anak.
  • Pasien dengan riwayat kesulitan membedakan antara kenyataan dengan imajinasi (psikosis).
  • Dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau menjalankan mesin.
  • Wanita hamil.
  • Pasien penderita penyakit kardiovaskular.
  • Pasien yang memiliki gangguan berkurangnya aliran darah ke seluruh organ tubuh (sindrom Raynaud).

Kategori kehamilan

Kategori B: Penelitian tidak menemukan efek malformasi atau efek yang mengganggu perkembangan janin pada trimester pertama dan selanjutnya. Studi pada reproduksi hewan telah membuktikan tingkat keamanan obat ini.

Kontraindikasi (jangan dikonsumsi pada kondisi)

  • Pada penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kelaianan pada katup jantung (valvulopati jantung).
  • Ibu menyusui.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap alkaloid ergot.
  • Pasien penderita penyakit arteri koroner.
  • Pasien penderita kelainan kardioaskular berat lainnya.
  • Pasien dengan gejala atau riiwayat gangguan kejiwaan.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi pada masa kehamilan.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan darah tinggi pasca persalinan dan pada masa nifas.

Interaksi obat (jangan digunakan bersamaan dengan)

  • Metoklopramid dan domperidon.
    Metoklopramid dan domperidon dapat menyebabkan efek penurunan prolaktin berkurang.
  • Alkaloid ergot.
    Efek merugikan yang berpotensi parah dapat terjadi dengan penggunaan bersama alkaloid ergot lain.
  • Levodopa.
    Bromokriptin dapat menyebabkan efek gangguan pada saraf jika dikonsumsi dengan levodopa.
  • Eritromisin dan antibiotik makrolida lainnya.
    Obat di atas dapat meningkatkan kadar bromokriptin dalam darah sehingga menimbulkan resiko terjadinya efek samping.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi (antihipertensi).
    Bromokriptin dapat menyebabkan penurunan efek obat antihipertensi.
  • Fenotiazin, butirofenon, dan tioksantin.
    Obat di atas dapat menyebabkan penurunan efek pengobatan dari bromokriptin.

Apa yang harus dilakukan jika ada dosis terlewat?

  • Masih dekat dengan jadwal sebelumnya.
    Jika masih dekat dengan jadwal minum obat sebelumnya, segera konsumsi obat sesuai dosis yang terlewat.
  • Sudah mendekati jadwal berikutnya.
    Jika sudah mendekati jadwal selanjutnya, maka dosis yang terlewat dapat diabaikan dan lanjutnya konsumsi obat sesuai jadwal berikutnya.
  • Jangan menggandakan dosis yang terlewat.
    Jangan mengonsumsi total dosis antara yang terlewat dan dosis berikutnya, kecuali dianjurkan lain oleh dokter Anda.
  • Sering lupa mengonsumsi obat.
    Jika sering lupa untuk mengonsumsi obat, cobalah untuk menggunakan pengingat (alarm) sesuai jadwal minum obat atau meminta bantuan orang lain untuk membantu mengingatkan jadwal minum obat Anda. Selain itu, alternatif lainnya yaitu menggunakan kotak obat harian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kapan perlu menghentikan penggunaan dan menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami sesak napas atau kesulitan bernapas, batuk yang tidak kunjung sembuh, nyeri atau rasa tidak nyaman pada dada atau perut segera hubungi dokter Anda.

MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/parlodel
Diakses pada 10 September 2020

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682079.html
Diakses pada 10 September 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/bromocriptine-oral-tablet#side-effects
Diakses pada 10 September 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-5565-7/bromocriptine-oral/bromocriptine-oral/details
Diakses pada 10 September 2020

Patient. https://patient.info/medicine/bromocriptine-parlodel
Diakses pada 10 September 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email