Paratenza suspensi 60 ml untuk meringankan gejala flu.
Paratenza suspensi 60 ml untuk meringankan gejala flu.
Paratenza suspensi 60 ml untuk meringankan gejala flu.
Paratenza suspensi 60 ml untuk meringankan gejala flu.
Golongan obat Biru Obat bebas terbatas: Walaupun dapat dibeli tanpa resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya harus diperhatikan.
HET Rp 15.587/botol (60 ml) per November 2019
Kemasan 1 botol @ 60 ml
Produsen Ifars Pharmaceutical Laboratories

Paratenza adalah obat yang digunakan untuk mengurangi batuk akibat pilek atau flu. Obat ini merupakan obat bebas terbatas yang mengandung zat aktif paracetamol, pseudoephedrine HCl, dextromethorphan HBr, dan chlorphenamine maleate.

Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin yang disertai batuk tidak berdahak.

  • Tiap 5 ml:
    • Paracetamol 250 mg
    • Pseudoephedrine HCl 15 mg
    • Dextromethorphan HBr 7,5 mg
    • Chlorphenamine maleate 1 mg
  • Anak-anak:
    • 2-5 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
    • 6-12 tahun: 1 sendok takar (5 ml) sebanyak 3 kali/hari.
    • Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 2 sendok takar (10 ml) sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk dokter.

  • Mengantuk, gangguan pencernaan, insomnia, gelisah, eksitasi, detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardia), tremor, gangguan yang terjadi pada irama jantung (aritmia ventrikuler), mulut kering, jantung terasa berdegup dengan kencang (palpitasi), sulit berkemih.
  • Penggunaan dosis besar dan jangka panjang menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal,
  • Pasien kerusakan saraf mata akibat meningkatnya tekanan pada bola mata (glaukoma).
  • Pasien kondisi ketika kelenjar prostat membesar (hipertrofi prostat).
  • Pasien produksi hormon tiroid berlebihan akibat adanya gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroid).
  • Pasien gangguan pada kandung kemih untuk mengeluarkan urin (retensi urin).
  • Anak 6 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Dapat mempengaruhi kemampuan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin.
  • Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat
  • Penggunaan pada penderita yang mengkonsumsi alkohol dapat meningkatkan resiko kerusakan fungsi hati.
  • Pasien penderita debil dan kurangnya pasokan oksigen di sel dan jaringan tubuh (hipoksia).
  • Pasien dengan gangguan fungsi pernapasan.

Antidepresan penghambat MAO

Sesuai kemasan per November 2019.

Artikel Terkait