Paramex Flu & Batuk Tablet

27 Mei 2020| Maria Yuniar
Golongan
Obat bebasObat bebas terbatas. Obat yang boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.
HET
Kemasan
1 box isi 25 strip @ 4 tablet
Produsen
Konimex

Paramex Flu & Batuk tablet digunakan untuk meringankan gejala flu dan batuk. Obat ini merupakan obat bebas terbatas. Paramex Flu & Batuk tablet mengandung parasetamol, propifenazon, psedoefedrin HCl, dan dekstrometorfan HBr.

Meringankan gejala-gejala flu seperti:

Penggunaan obat harus sesuai petunjuk pada kemasan dan anjuran dokter

  • Dewasa dan anak 12 tahun ke atas: 1 tablet sebanyak 3 kali/hari.

  • Anak-anak 6-12 tahun: ½ tablet sebanyak 3 kali/hari.

Dikonsumsi sesuai petunjuk penggunaan.

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Kesulitan tidur (insomnia).
  • Gelisah.
  • Kesadaran hilang dan timbul kegelisahan (eksitasi).
  • Gemetar yang tidak terkendali (tremor).
  • Detak jantung melebihi 100 kali/menit (takikardi).
  • Gangguan denyut jantung (aritmia)
  • Mulut kering.
  • Jantung berdebar-debar (palpitasi).
  • Sulit berkemih.
  • Pada pemakaian dosis besar dan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati.
  • Pasien yang memiliki alergi terhadap komponen obat ini.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati yang berat.
  • Pasien penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Pasien yang mengalami peningkatan tekanan bola mata (glaukoma).
  • Pasien yang mengalami pembesaran kelenjar prostat (hipertrofi prostat).
  • Pasien yang memiliki kadar tiroid tinggi (hipertiroid).
  • Pasien yang memiliki gangguan berkemih.
  • Anak-anak 2 tahun ke bawah.
  • Wanita hamil dan menyusui.
  • Pasien yang mengonsumsi alkohol.
  • Pasien penderita kelainan pembentukan heme (porfiria).
  • Pasien berdaya pikir rendah (debil) dan kekurangan oksigen (hipoksia).
  • Dapat menyebabkan depresi pernapasan dan susunan saraf pusat pada penggunaan dosis besar atau pasien dengan gangguan fungsi pernapasan.
  • Pasien yang peka terhadap simpatomimetik lain seperti efedrin, fenilpropanolamin, dan fenilefrin.
  • Pasien yang mengonsumsi obat antidepresan penghambat monoamin oksidase (MAO).
  • Pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) atau stroke.
  • Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Pasien penderita dengan berat badan berlebih.
  • Pasien penderita lanjut usia.
  • Bila dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang segera konsultasikan ke dokter.
  • Hentikan penggunaan jika mengalami susah tidur, jantung berdebar, dan pusing.

Antidepresan penghambat monoamin oksidase (MAO).

Konimex. https://www.konimex.com/product/pharmaceutical/over-the-counter/obat-batuk-pilek/paramex-flu-batuk-1
Diakses pada 26 Mei 2020

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Selamat Tinggal Flu, Ini Obat Pilek untuk Ibu Hamil yang Aman

Obat pilek untuk ibu hamil sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan. Tanpa minum obat pun, pilek bisa mereda dengan sendirinya setelah istirahat cukup.
03 Dec 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Selamat Tinggal Flu, Ini Obat Pilek untuk Ibu Hamil yang Aman

Ketahui 4 Penyakit Saat Puasa dan Cara Pencegahannya

Puasa sebenarnya memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun bila tak dijalankan dengan benar, akan ada penyakit saat puasa yang bisa Anda alami, seperti semeblit, dehidrasi, dan sebagainya.
06 May 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Ketahui 4 Penyakit Saat Puasa dan Cara Pencegahannya

Penyebab Penglihatan Kabur yang Disertai Sakit Kepala

Penglihatan kabur disertai sakit kepala adalah tanda dari gangguan medis yang disebabkan karena migrain, kadar gula rendah, keracunan karbon monoksida, hingga stroke.
07 Aug 2019|Arif Putra
Baca selengkapnya
Penyebab Penglihatan Kabur yang Disertai Sakit Kepala