Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Paracetamol (Alias: Asetaminofen, Parasetamol)

Ditulis oleh Maria Yuniar
Terakhir ditinjau oleh dr. Irene Gabriela, M.Gizi
Paracetamol merupakan obat pereda nyeri dan penurun demam
Pemberian dosis paracetamol yang tepat diukur berdasarkan berat badan.

Merk dagang yang beredar:

Alfagesic, Alphamol, Biogesik, Bodrexin demam, Cetapain, Cupanol, Dumin, Eterfix, Erphamol, Farmadol, Fasgo, Fevrin, Grafadon, Itamol, Lanamol, Moretic, Naprex, Nofebril, Ottopan, Pamol, Panadol, Pehamol, Praxion, Pyrexin, Pyridol, Sanmol, Sumagesic, Tamoliv, Tempra

Paracetamol merupakan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit nyeri ringan hingga sedang seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, nyeri yang timbul saat periode menstruasi, dan untuk mengurangi demam.

Paracetamol (Asetaminofen, Parasetamol)
Golongan

Analgesik dan Antipiretik

Kategori Obat

Obat bebas

Bentuk Obat

Tablet, sirup, suppositoria dan suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa dan anak-anak

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Oral & supositoria
Kategori B: Penelitian pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin, namun tidak ada penelitian terkontrol yang telah dilakukan pada wanita hamil.

Injeksi
Kategori C: Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko.

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respons terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intravena
Demam, Nyeri ringan sampai sedang

  • Dewasa: berat badan 33-50 kg: 15 mg/kg setiap 4-6 jam. Maks: 3 g per hari; Berat badan >50 kg: 1 g setiap 4-6 jam. Maks: 4 g per hari. Berikan infus selama 15 menit.
  • Anak: Bayi baru lahir dan anak-anak <10 kg: 7,5 mg/kg dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maks: 30 mg/kg/hari; Berat badan 10-33 kg: 15 mg/kg dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maks: 2 g per hari; Berat badan 33-50 kg: 15 mg/kg dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maks: 3 g per hari; Berat badan >50 kg: Sama dengan dosis orang dewasa.

Oral
Demam, Nyeri ringan sampai sedang

  • Dewasa: 0,5-1 g setiap 4-6 jam. Maks: 4 g per hari.
  • Anak: 1-2 bulan: 30-60 mg setiap 8 jam. Maks: 60 mg/kg/hari; 3 hingga <6 bulan 60 mg; 6 bulan hingga <2 tahun 120 mg; 2 hingga <4 tahun 180 mg; 4 hingga <6 tahun 240 mg; 6 hingga <8 tahun 240 atau 250 mg; 8 hingga <10 tahun 360 atau 375 mg; 10 hingga <12 tahun 480 atau 500 mg; 12-16 tahun 480 atau 750mg. Berikan setiap 4-6 jam jika perlu. Maks: 4 dosis dalam 24 jam.

Demam pasca imunisasi

  • Anak: 2-3 bulan 60 mg dosis tunggal. Dosis kedua dapat diberikan setelah 4-6 jam bila diperlukan. Maks: 4 dosis per hari.

Rektal
Demam, Nyeri ringan sampai sedang

  • Dewasa: 0,5-1 g setiap 4-6 jam. Maks: 4 g per hari.
  • Anak: 3 bulan hingga <1 tahun 60-125 mg; 1 hingga <5 tahun 125-250 mg; 5 hingga <12 tahun 250-500 mg; 12-17 tahun 500 mg. Diberikan setiap 4-6 jam. Maks: 4 dosis per hari.

Demam pasca imunisasi

  • Anak: 2-3 bulan 60 mg dosis tunggal. Dosis kedua dapat diberikan setelah 4-6 jam bila diperlukan.

Aturan pakai Paracetamol dengan benar

Ikuti saran dan resep dokter. Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan paracetamol dengan benar.

  • Baca petunjuk dosis.
  • Gunakan berat badan untuk menentukan dosis yang tepat.
  • Kocok obat yang berbentuk cairan dengan baik, sebagian bentuk cairan tidak perlu digoyangkan.
  • Jangan menghancurkan atau mengunyah tablet karena dapat meningkatkan efek samping.

Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter.

Efek Samping

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Efek samping yang umum terjadi selama pemakaian obat ini adalah gejala alergi (terjadi pada individu yang sensitif/alergi terhadap paracetamol/asetaminofen). Beritahukan dokter mengenai setiap efek samping yang terjadi pada Anda.

Peringatan

Beritahukan dokter Anda mengenai riwayat penyakit Anda sebelumnya, terutama bila Anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

  • Pasien dengan defisiensi G6PD, ketergantungan alkohol, malnutrisi kronis atau dehidrasi, berat badan kurang dari 50 kg
  • Anak-anak
  • Kehamilan dan menyusui

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis, seperti:

Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada kemasan.

Interaksi

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat.

  • Konsumsi paracetamol bersamaan dengan kolestiramin dapat mengakibatkan penurunan penyerapan paracetamol.
  • Konsumsi bersamaan dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (contoh: fenitoin, fenobarbital, karbamazepin) dapat menurunkan kadar parasetamol serum.
  • Konsumsi bersamaan dengan metoclopramide dan domperidone dapat meningkatkan penyerapan paracetamol.
  • Dapat meningkatkan kadar kloramfenikol dalam serum.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter, atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/acetaminophen-oral-route-rectal-route/side-effects/drg-20068480
Diakses pada 30 November 2018

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/paracetamol/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 30 November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-57595/paracetamol-oral/details
Diakses pada 30 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top