Alfabet
# A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Papaverine (Alias: Papaverin)

Terakhir ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri
Papaverine berguna untuk melemaskan otot otot polos yang tegang
Papaverine berguna untuk melemaskan otot otot polos yang tegang pada perut

Merk dagang yang beredar:

Gastromag, Papaverine, Papaverin HCL, Spasmal, Spasminal

Papaverine merupakan obat yang digunakan untuk mengobati pergerakan otot yang menyebabkan kejang. Obat ini bekerja pada saluran gastrointestinal, sistem kantong empedu, atau sistem kemih. Golongan obat ini adalah vasodilator.

Papaverine (Papaverin)
Golongan

Vasodilator

Kategori Obat

Obat resep

Bentuk Obat

Suntik

Dikonsumsi oleh

Dewasa

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Kategori C:  Penelitian pada hewan percobaan menunjukkan efek buruk terhadap janin dan tidak ditemukan studi yang memadai pada manusia. Namun, mengingat efektivitasnya, penggunaannya dapat dipertimbangkan pada wanita hamil sekalipun berisiko

Dosis

Dosis diberikan oleh dokter berdasarkan kondisi medis. Dosis yang diberikan mungkin bervariasi berdasarkan kondisi individu. Selama pengobatan, dokter akan melihat respon terhadap pengobatan dan melakukan penyesuaian dosis bila diperlukan.

Intracavernosal

Disfungsi ereksi

  • Dewasa: Awalnya, 5 mg (jika karena cedera sumsum tulang belakang) atau 15 mg (jika karena penyebab umum), disesuaikan hingga 60 mg sesuai dengan respon. Kisaran dosis biasa: 2,5-60 mg. Kurangi dosis jika ereksi berlanjut lebih dari 4 jam.

Parenteral

Kelainan pembuluh darah otak dan perifer; spasme organ viseral (rongga perut)

  • Dewasa: 30-120 mg tiap 3 jam sebagai inj IV selama 1-2 menit atau sebagai injeksi intramuskular. Jika muncul irama jantung ekstrasistol, dapat diberikan 2 dosis dengan jeda 10 menit. (dalam pemberiannya harus terpasang monitor EKG)

Aturan pakai Papaverine dengan benar

Pemberiannya hanya boleh dilakukan oleh dokter ahli. Suntikan ke otot atau vena.

Efek Samping

Efek samping dapat terjadi pada pemakaian obat-obatan. Beritahukan dokter anda mengenai setiap efek samping yang terjadi pada anda.

Efek samping yang sering ditemui antara lain :

  • Ereksi berkepanjangan tanpa ada rangsangan, fibrosis jaringan penis,  aritmia jantung
  • Pusing, pingsan, kelemahan
  • Dapat mengakibatkan muncul ruam kulit, hipertensi, takikardi, hipotensi ortostatik
  • Mual, nyeri perut, nafsu makan menurun, sembelit, diare
  • Sirosis hati
  • Henti napas

Bila anda mengalami gejala yang berat/serius sebagai berikut, segera hubungi dokter anda:

  • Hilangnya sensasi penis, kesulitan ereksi, nyeri penis, distorsi ruam, dan keringat dingin.

Peringatan

Beritahukan dokter anda mengenai riwayat penyakit anda sebelumnya, terutama bila anda memiliki riwayat atau kondisi berikut:

 

  • Pasien dengan glaukoma.
  • Gangguan konduksi jantung atau penyakit kardiovaskular yang tidak stabil.
  • Kerusakan hati.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Tidak diindikasikan sebagai pengobatan untuk impotensi oleh intracorporeal.

 

 

Kontraindikasi:

Jangan mengonsumsi obat ini jika mempunyai kondisi medis seperti:

  • AV Blok komplit
  • Fibrosis penis
  • Deformasi penis (Angulasi, fibrosis covernosa, penyakit peyronie)
  • Implant penis
  • Kondisi yang merupakan predisposisi priapism (Anemia sel sabit, multiple myeloma, leukimia).

Informasi lebih lengkap bisa dilihat melalui kemasan.

Interaksi

Konsumsi beberapa obat secara bersamaan dapat menimbulkan interaksi obat. Konsumsi Papaverine dapat terjadi efek depresan susunan saraf pusat (SSP) dengan morfin, mengurangi efek terapeutik levodopa, risiko pusing dan pingsan dengan alprostadil dan phentolamine,  peningkatan risiko perdarahan dengan antikoagulan (warfarin atau heparin) pasca pemberian injeksi intracavernosal.

Informasi yang diberikan bukan sebagai pengganti konsultasi medis langsung dengan dokter atau mengarahkan pemakaian obat dengan merek tertentu. Pemakaian obat harus dengan resep dokter. Ketersediaan obat tergantung pada indikasi yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penyakit
Referensi

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/0006291X70910466
Diakses 10 Juni 2019

JNS. https://thejns.org/view/journals/j-neurosurg/77/6/article-p848.xml
Diakses 10 Juni 2019

MIMS. http://mims.com/indonesia/drug/info/papaverine/?type=brief&mtype=generic
Diakses pada 27 November 2018

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/papaverine-injection-route/side-effects/drg-20065314
Diakses pada 27 November 2018

Drugs. https://www.drugs.com/cdi/papaverine.html
Diakses pada 27 November 2018

Artikel Terkait:
Back to Top